TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Realisasi Investasi Capai Rp 431,5 Triliun, Serap 650.172 Tenaga Kerja

Nurdian Akhmad
15 October 2024 | 17:18
rubrik: Ekonomi
Permintaan Amoniak Global Naik, PKT Tingkatkan Kapasitas Produksi

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan, realiasi investasi kuartal III tahun 2024 sebesar Rp 431,48 triliun atau tumbuh 15,24 persen secara tahunan atau year on year (YoY). Dengan investasi tersebut, tenaga kerja Indonesia yang berhasil diserap sebanyak 650.172 tenaga kerja.

“Ini adalah yang paling penting, penyerapan tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja Indonesia pada triwulan III ini mencapai 650.172 tenaga kerja, ini tentunya menjadi salah satu parameter kita dalam kita meningkatkan investasi di Indonesia,” ujar  Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan III di Kantor BKPM, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2024).

Menurut Rosan, realisasi investasi di Luar Jawa Rp 218,78 triliun atau tumbuh 14,51 persen secara YoY sedangkan pulau Jawa Rp 212,70 triliun atau tumbuh 15,92 persen secara YoY. “Kalau kita lihat apakah ini kontribusinya Jawa luar Jawa, memang hampir sama kalau kita lihat hampir 50-50 persen walaupun dari luar Jawa 50,7 persen atau kurang lebih Rp 218,8 triliun,” ungkapnya.

Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 232,65 triliun atau naik 18,55 persen secara YoY. Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berhasil mencatatkan Rp 211,1 triliun atau tumbuh 29,1 persen secara YoY.

Berdasarkan catatan BKPM, realisasi investasi yang dihasilkan dari penanaman modal asing pada kuartal III, terdiri atas lima sektor yakni industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar US$ 3,03 miliar atau setara 19,60 persen.

Selanjutnya sektor transportasi dan telekomunikasi sebesar US$ 2,02 miliar atau setara 13,03 persen. Sektor pertambangan senilai 1,56 miliar dolar AS atau setara 10,06 persen. Lalu, industri kimia dan farmasi senilai 1,30 miliar dolar atau 8,39 persen dan terakhir industri makanan senilai 0,92 dolar atau setara 5,94 persen.

BACA JUGA:   Wika Beton Incar Rp 1,3 Triliun dari IPO

Sedangkan realisasi investasi yang dihasilkan dari PMDN meliputi sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar Rp 27,72 triliun atau 13,94 persen. Kemudian sektor pertambangan senilai Rp 21,24 triliun atau 10,68 persen.

Lalu, sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran senilai Rp 19,88 triliun atau setara 10 persen. Sektor industri makanan senilai Rp 17,48 triliun atau setara 8,78 persen dan sektor jasa lainnya senilai Rp 16,31 triliun atau setara 8,20 persen.

Tags: BKPMkementerian investasirealisasi investasi
Previous Post

Di Akhir Sesi, IHSG Melambung

Next Post

Peluang Peningkatan Adopsi Energi Surya dan Sistem Penyimpanan Energi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR