Jakarta, TopBusiness – Pergerakan harga saham PT Trimegah Karya Pratama Tbk (IDX: UVCR) yang masih rendah menggugah minat manajemen untuk melakukan aksi korporasi pembelian kembali saham atau buyback saham. Langkah ini tinggal meminta persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 21 November 2024 nanti.
Kepastian aksi buyback saham ini seperti disampaikan oleh Sekretaris Perseroan UVCR, Ayu Kusuma Trisyani dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/10/2024).
Menurut Ayu untuk bisa melakukan akai korporasi ini, Perseroan bakal merogoh kocek hingga Rp20 miliar. Untuk diketahui, harga saham UVCR sendiri masih under value atau di bahwa harga IPO dulu. Per Rabu, hari ini ada di posisi Rp67 per lembar saham.
“Biaya yang akan dikeluarkan atas pelaksanaan buyback saham Perseroan ini adalah sebanyak-banyaknya Rp20 miliar dan belum termasuk biaya-biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya sehubungan dengan Pembelian Kembali Saham itu,” terang dia.
Aksi korporasi ini, kata dia, diyakini tidak akan mengakibatkan penurunan pendapatan dan berdampak pada pembiayaan operasional Perseroan. “Adapun sumber dana atas pelaksanaan ini akan menggunakan kas internal Perseroan dengan mekanisme pembelian secara bertahap,” ujarnya.
Sementara untuk buyback ini yang telah dikeluarkan dan tercatat di BEI dengan jumlah lembar saham yang akan dibeli kembali sebanyak-banyaknya dan tidak akan melebihi 20% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan. Sehingga berdasar ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah sebesar 7,5% dari modal disetor.
Dengan metode pembelian buyback ini akan dilaksanakan melalui transaksi di BEI dengan menggunakan jasa dan perantara pedagang efek yang ditunjuk oleh Perseroan. Selain itu juga tetap memperhatikan ketentuan tidak memiliki hubungan afiliasi terhadap Perseroan.
Adapun terkait dampak ke performa laba per saham, kata dia, aksi buyback ini diyakini tidak akan berdampak material secara langsung terhadap proforma laba per saham. “Karena, buyback saham ini tidak berhubungan langsung dengan kegiatan operasional Perseroan,” ucap dia.
Adapun dari buyback ini akan dilakukan pengalihan saham yang akan diperuntukkan kepada dua hal ini. Pertama, senilai Rp 3,5 miliar akan dipergunakan untuk Program Hak Opsi Saham Karyawan atau ESOP Perseroan. Sedang sebanyak Rp16,5 miliar akan dialokasikan sebagai saham treasuri Perseroan.
“Melalui keputusan buyback saham ini oleh Perseroan, UVCR melihat adanya kebutuhan dalam upaya meningkatkan stabilitas harga saham di masa mendatang. Untuk itu, Perseroan meyakini bahwa dengan keputusan ini akan dapat memberikan kemampuan pengelolaan modal jangka panjang atas alokasi saham treasuri yang dapat dialihkan ketika mencapai nilai saham optimal di masa mendatang. Juga bisa memberikan keuntungan bagi Perseroan,” paparnya.
Selain itu, melalui pengalihan terhadap Program Hak Opsi Saham Karyawan, Perseoran juga berharap untuk dapat meningkatkan kinerja sumber daya manusia Perseroan serta loyalitas karyawan melalui pemberian apresiasi atas kepemilikan saham Perseroan kepada para karyawan yang berhak sesuai dengan kriteria program.
