TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Mesin Laundry Bantul Ini Murah dan Kelas Dunia!

Achmad Adhito
27 March 2017 | 19:20
rubrik: Business Info

Jakarta—Mesin laundry lokal merek Kanaba, telah memeroleh sertifikasi SNI (Standar Nasional Indonesia). Berharga lebih murah 30%, mesin itu memenuhi standar mutu untuk pasar global.

“Kanaba telah mengantongi tiga jenis SNI. Jadi, telah memenuhi standar global,” kata Ashari, direktur UD Hari Mukti Teknik, perancang mesin tersebut.

Pemuda asal Bantul (Propinsi DI Yogyakarta) itu mengatakan bahwa Kanaba mampu bersaing dengan produk impor. “Bahan yang digunakan, dari dalam negeri. Tenaga kerja, juga dari dalam negeri,” kata dia di Jakarta International Expo, Kemayoran, akhir pekan kemarin.

Kata dia, Keprihatinan akan mesin laundry impor dengan harga yang tinggi, membuat dirinya berkreasi sendiri di bengkel kerja.

Ashari mengatakan, proses pembuatan satu mesin  dan pengering, membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Proses tersebut terdiri dari persiapan bahan, perancangan, perakitan sampai finishing; itu dikerjakan oleh karyawan sejumlah tujuh orang, yang seluruhnya berasal dari warga sekitar rumahnya di Bantul.

“Orientasi saya yakni memanfaatkan potensi sumber daya setempat untuk mengangkat hajat hidup warga yang belum punya keterampilan berkarya, untuk menatap kehidupan lebih baik, dengan motto ‘maju dan berkembang bersama’, kata dia.

Kanaba saat ini sudah digunakan di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Papua, dan Timor Leste.

“Kanaba membuktikan bahwa sertifikasi SNI dapat membuka peluang pangsa pasar baru bagi mesin laundry, dapat menembus pasar nasional dan global. Target pasaran mesin ini adalah rumah sakit seluruh Indonesia, hotel seluruh Indonesia, pabrik garmen, dan usaha laundry profesional,” dia menambahkan.

“Kami yakin, dengan terus menerapkan SNI, tahun depan kami dapat mengikuti ajang pameran internasional lagi, dan mampu merebut 50% pasar domestik,” ujarnya.

BACA JUGA:   Sentimen Kenaikan BI Rate, Rupiah Bertengger di Level Rp 14.320/Dolar AS

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasyarakatan Standar Badan Sertifikasi Nasional (BSN), Nur Hidayati, menyatakan bahwa untuk meningkatkan daya saing produk lokal ke tingkat nasional dan global, pihaknya membina UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), dalam penerapan SNI.

BSN mendampingi UMKM dalam penyiapan sistem mutu, penataan proses produksi, pengujian produk, dan memfasilitasi sertifikasi SNI.

“Hari Mukti Teknik merupakan salah satu UMKM yang telah dibina BSN dan menjadi role model dalam penerapan SNI. UMKM sebagai pahlawan perekonomian bangsa harus terus bangkit dan semangat untuk mampu berkompetisi di tingkat global dengan penerapan standar. Menerapkan standar tidak sulit, asal mau belajar, ulet, dan berkomitmen untuk maju,” kata dia. (Alb)

Previous Post

Produksi Sumur Minyak Pertamina Jatibarang, Naik

Next Post

BMRI Dan BBCA Salurkan Kredit Rp1,87 Triliun Pada Jasamarga Semarang-Batang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR