Jakarta—Pemulihan properti di tahun 2017 ini, memerlukan waktu. Memang, tahun tersebut bisa menjadi momentum kebangkitan properti. Tetapi, hal itu tidak terjadi cepat.
“Masih butuh waktu di enam bulan tahun 2017 ini, untuk kita cermati,” ucap Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, di Jakarta hari ini.
Dia mengatakan bahwa, sejauh ini, beberapa indikator belum memerlihatkan gerakan signifikan di sektor properti. Tetapi bagaimanapun, ada sebuah titik optimis untuk mulai bangkitnya sektor properti.
Di awal tahun 2017, memang tidak ada satu hal yang membenarkan bahwa sektor properti pulih. “Kalaupun ada pemulihan, kelihatannya belum signifikan.”
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa kalangan pengembang properti seperti yang tergabung dalam REI (Real Estate Indonesia), sudah menargetkan akan bangkit di tahun 2017.
“Maka, optimis di tahun ini, muncul dari kalangan pengembang. Bukan karena faktor seperti kondisi makro ekonomi,” ucap dia.
Pertumbuhan ekonomi tahun 2017 yang diprediksi sekitar 5,2% belum cukup untuk menggerakkan properti secara berarti. Di Jakarta, beberapa sektor properti seperti perkantoran, mengalami kelebihan pasokan. Dan pertumbuhan ekonomi yang di 5%-an, belum cukup berarti untuk menggerakkan properti perkantoran CBD Jakarta secara berarti.
“Tetapi, setidaknya kita mendapat sinyal bahwa sektor properti mulai pulih tahun 2017,” ucap Ferry. (Dhi)