TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kemenperin Berharap Program HGBT Tetap Berlanjut

Albarsyah
15 January 2025 | 15:07
rubrik: Business Info
Realisasi Investasi 2023 Capai Rp 1.418 T, Lampaui Target Presiden dan RPJMN

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berharap agar program harga gas bumi tertentu (HGBT) untuk industri tetap berlanjut.

Harga gas industri sebesar 6 dolar AS per MMBTU dinilai penting untuk mendukung keberlangsungan sektor manufaktur di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri mengatakan, apabila program HGBT tidak dilanjutkan dikhawatirkan banyak industri yang terperosok sehingga berimbas pada turunnya indeks manufaktur (Purchasing Manager Index/PMI). “Berdasarkan hasil riset Ekonom UI juga menyatakan kalau harga gas bahan baku industri naik maka PMI akan tertekan dan mungkin bisa kontraksi. Tapi kalau harga gas turun, industri bergairah dan PMI bisa naik. Tentu kita berharap harga gas untuk industri tetap di harga 6 dollar AS dan suplainya lancar,” ujarnya saat ditemui media di Kementerian Perindustrian Jakarta, Senin (13/1/2025).

 Di sisi lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membuka opsi untuk memangkas jumlah sektor industri penerima HGBT. Langkah ini sedang dipertimbangkan untuk memastikan efisiensi dan ketepatan sasaran penerima program. “Ada kemungkinan (memangkas jumlah perusahaan atau industri), kami lagi bahas, tapi belum final ya,” ungkap Bahlil di Kantor BPH Migas, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, data menunjukkan bahwa sektor manufaktur Indonesia sedang menghadapi tantangan berat. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia mencatat penurunan signifikan sepanjang tahun 2024. Dari Juli hingga November 2024, indeks ini berada di bawah angka 50, menandakan kontraksi yang berkelanjutan selama 45 bulan berturut-turut. Situasi ini dikhawatirkan akan memperburuk daya saing industri nasional jika program HGBT dihentikan atau penerima manfaatnya dikurangi. Oleh karena itu, Kemenperin mendorong koordinasi intensif dengan Kementerian ESDM dan pemangku kepentingan lainnya untuk mempertahankan kebijakan yang mendukung industri.

BACA JUGA:   Impor Pati Jagung dalam Tren Turun
Tags: kementerian perindustrian
Previous Post

Kementerian UMKM Mendukung Ketahanan Pangan Melalui Pembiayaan

Next Post

Bermodal Terobosan dan Inovasi, BPR BKK Karangmalang Kembali Jadi Nominator TOP BUMD Awards 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR