Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi melemah hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Kamis (30/1/2025) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini.
Pasar saham AS ditutup melemah pada Rabu (29/1). Dow -0,31%, S&P 500 -0,47%, Nasdaq -0.51%. Saham AS melemah setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga utama tetap stabil, mengakhiri rangkaian penurunan yang dimulai sejak September.
Pasar komoditas bergerak beragam pada Rabu (29/1). Harga minyak WTI -1,56% ke level USD 72,62/bbl, harga minyak Brent -0,71% ke level USD 76,94/bbl, harga batubara +1,13% ke level USD 116,05/ton, CPO +1,52% ke level MYR 4.282 dan emas -0,01% ke level USD 2.759,11/oz.
Bursa saham Asia ditutup beragam pada Jumat (24/1). Kospi +0,85%, Hang Seng +1,86%, Nikkei -0,07% dan Shanghai +0,70%.
IHSG ditutup melemah ke level 7.166,1 (-0,92%), dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 571,5 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 844,2 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 272,7 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (Rp 739 miliar), BBNI (Rp 132,6 miliar), dan ADRO (Rp 36,4 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BMRI (Rp 80,3 miliar), BREN (Rp 38,9 miliar), dan ASII (Rp 22,8 miliar). Top leading movers emiten PANI, DSSA, JPFA, sementara top lagging movers emiten BBRI, BBCA, BREN.
Pagi ini bursa Asia dibuka melemah dengan Nikkei -0,48%, sementara Kospi ditutup. “Kami memperkirakan IHSG akan melemah ditengah pelemahan yang terjadi di pasar AS dan regional,” demikian tertera di website.
