TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Konsisten Berkontribusi, LKM Rangkasbitung Andalkan Tiga Program Kredit Unggulan di Tahun Ini

Busthomi
11 February 2025 | 16:52
rubrik: BUMD, Event
Konsisten Berkontribusi, LKM Rangkasbitung Andalkan Tiga Program Kredit Unggulan di Tahun Ini

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Sebagai Lembaga Keuangan Mikro (LKM), PT LKM Rangkasbitung milik Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten tetap konsisten memberikan kontribusi ke pemangku kepentingan (stake holder)-nya. Hal ini selaras dengan visi-misi LKM tersebut.

Baik itu terhadap pelanggan, pemegang saham, karyawan, pemerintah kabupaten, dan lain sebagainya.

Makanya hal ini seperti selaras dengan visi-misi LKM Rangkasbitung. Dengan Visi: “Menjadi LKM Profesional, Tangguh, dan Terpercaya.” Dan Misi-nya: “Hadir untuk Memberi Nilai Tambah.”

Demikian seperti disampaikan oleh Direktur LKM Rangkasbitung, Frengky Nainggolan, SE, CRBD saat mengikuti proses penjurian TOP BUMD Awards 2025, secara daring, Jumat (11/2/2025).

Disebutkan Frengky, nilai tambah yang diberikan LKM yang mengantongi Golden Trophy atau Bintang 5 tiga kali berturut-turut itu adalah, untuk pelanggan, menjadi mitra serasi (win-win solution) melalui pembiayaan investasi (profit oriented), pelayanan inovatif dan adaptif serta edukatif (social oriented) kepada usaha mikro, kecil, menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi rakyat kecil.

Salahs atunya, untuk pemegang saham, menciptakan nilai pemegang saham (shareholder value creation) yang atraktif melalui pengelolaan operasional dan investasi perusahaan yang berlandaskan prinsip-prinsip good corporate governance (GCG). Serta memberikan kontribusi positif kepada PAD Kab. Lebak, Pemprov Banten dan Pemrov Jabar selaku pemilik.

Dan untuk karyawan, menjadi tempat pilihan untuk tumbuh dan berkembang, karyawan profesional yang memiliki dedikasi, loyalitas, integritas dan kompetensi di bidangnya, karyawan bukan lagi menjadi BEBAN tetapi menjadi ASSET berharga bagi perusahaan. Aktivitas bisnis pada jasa keuangan yang dikelola secara professional berbasis kinerja dan target oriented yang mendukung eksistensi usaha secara berkesinambungan.

Juga termasuk memberi nilai tambah bagi masyarakat, bagi pemerintah, bagi Regulator, bagi aliansi, dan bagi vendor atau agen, melakukan kerja sama dengan seluruh mitra dengan prinsip keterbukaan, fairness, saling menguntungkan dan berkembang sebagai “patner in progress.”

Sebagai LKM, kata dia, kegiatan usaha yang dilakukan adalah meliputi jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat, baik melalui pinjaman atau pembiayaan dalam usaha skala mikro kepada masyarakat, pengelolaan simpanan, maupun pemberian jasa konsultasi pengembangan usaha.

BACA JUGA:   BPR Bahteramas Kendari Kembali Jadi Kandidat Peraih TOP BUMD Awards

“Juga kami melakukan kegiatan berbasis fee sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan di sektor jasa keuangan,” katanya dengan menambahkan, proporsi usaha LKM Rangkasbitung adalah sebesar 55% mengincar laba dan 45% memberikan layanan publik atau sosial.

Kinerja Keuangan

Secara kinerja, kata Frengky, LKM Rangkasbitung selama tahun 2025 lalu sudah cukup kinclong. Dari rasio keuangan yang ada pun terlihat sangat sehat. Untuk permodalan (CAR), jauh tinggi di atas PBI. Tahun 2024 lalu di angka 85,12% padahal aturannya lebih dari 8%.

Untuk KAP, aturannya kurang dari 10% dan di 2024 di angka 1,73%. Dengan rasio kredit macet yang kecil di angka 0,81%. Untuk cash ratio di angka 51,52%. Dan LDR per akhir 2024 di angka 78,13%, padahal regulasinya kurang dari 94,75%.

“Dengan RoA lebih dari 1,21% di aturan, yaitu realisasi 2024 sebesar 6,38%. Sementara untuk biaya (BOPO) aturannya kurang dari 93,52% dan realisasi 2024 di angka 72,03%. Jadi, jika dilihat dari aspek rentabilitas, mengukur tingkat efisiensi operasional (BOPO) pada tahun buku 2024, LKM Rangkasbitung sebesar 72,03%, serta mengukur tingkat profitabilitas bank dalam mengelola aktiva (ROA) pada tahun buku 2024 LKM Rangkasbitung mencapai 6,38%,” ujarnya.

Sementara untuk raihan dana pihak ketiga (DPK), asset, dan kredit itu lebih jauh dari proyeksi. DPK di 2024 dari proyeksi Rp3,45 miliar tercapai Rp3,59 miliar. Untuk asset dari proyeksi Rp23,84 miliar dantercapai Rp24,12 miliar. Dan untuk kredit, proyeksi di Rp18,10 miliar itu tercapai sebanyak Rp18,24 miliar.

“Untuk kreditnya sendiri, sebanyak Rp4,56 miliar atau 25% adalah kredit konsumtif dan Rp13,68 miliar adalah kredit produktif mikro atau setara 75%,” jelasnya.

Lalu dengan pendapatan di 2024 sebesar Rp5,39 miliar lebih tinggi dari proyeksi Rp5,29 miliar. Lalu biaya sebesar Rp4,05 miliar atau lebih besar dari proyeksi Rp3,97 miliar. Sehingga untuk pertumbuhan laba tercapai Rp1,33 miliar atau lebih tinggi dari proyeksi Rp1,32 miliar.

BACA JUGA:   Food Station Gandeng Bulog Lakukan Operasi Pasar Beras

“Sementara secara tahunan (year on year), untuk pendapatan dari Rp5,37 miliar menjadi Rp5,39 miliar di 2024. Dengan biaya yang turun dari Rp4,13 miliar menjadi Rp4,05 miliar. Sehingga laba bersih itu dari Rp1,24 miliar menjadi Rp1,33 miliar atau melonjak 107%,” ujarnya.

Andalkan Kredit dan Inovasi

Dalam kiprahnya, kata dia, kinerja tahun ini akan ditopang oleh tiga program unggulan dalam penyaluran kredit. Pertama, Program Kredit Mikro Finance (Upland). “Pada Tahun Buku 2025 ini, kami akan meluncurkan Program Unggulan Kredit Mikro Finance (Upland) untuk para petani dan kelompok tani, dengan bunga pembiayaan hanya 2% per tahun,” ujarnya.

Dengan produk ini, kata dia, petani sangat terbantu dengan adanya bantuan kredit dengan bunga murah yakni 2% per tahun, tidak membebani petani untuk melakukan pembayaran bunga yang besar, tidak membebani petani untuk melakukan pembayaran bunga yang besar, adanya sinergi dengan program pemerintah pusat sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.

“Dan mengangkat nama baik Kabupaten Lebak di kancah nasional sebagai pilot project kredit micro finance termurah,” kata dia.

Program kedua Kredit Sintesa. Kredit ini adalah program pembinaan dan pengembangan usaha UMKM binaan Inkubator Sintesa UMKM Kabupaten Lebak. Dan produk ini menjadi Solusi Komprehensif untuk: Aspek Permodalan, Pelatihan, Promosi, dan aspek lainnya yang diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan dan kemajuan UMKM di Kabupaten Lebak.

Ketiga, Program Kredit Mikro Prestasi. Kredit Mikro Prestasi adalah Program Khusus diberikan kepada debitur-debitur terbaik dan loyal. LKM Rangkasbitung akan memberikan per kredit dengan bunga mulai dari 2% per tahun; 5% per tahun; dan 10% per tahun.

“Program unggulan ini diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan dan daya saing UMKM di Kabupaten Lebak, debitur berlomba untuk menjadi debitur yang terbaik, memastikan keberlanjutan serta pertumbuhan usahanya, dan kredit PT. LKM Rangkasbitung akan semakin baik dan bertumbuh, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Penjurian TOP BUMD Awards 2025: Dirut Bank Kalsel Bangga Bisa Penuhi Modal Inti Minimum Tanpa KUB

Selain program unggulan itu, lebih jauh dijelaskannya, LKM Rangkasbitung juga sudah konsisten dalam menerapkan prinsip tata kelola yang baik dan melakukan digitalisasi. Salah satu transformasi digital yang diunggulkan adalah, Penerapan Solusi Komprehensif Adaptif (SKA-25). Ini disebutnya, “Semua Aktivitas dalam Satu Genggaman.”  Yaitu, Laporan Aktivitas, Laporan 30 Menit, Laporan 60 Menit, Laporan Harian, Laporan Mingguan, dan Laporan Bulanan.

Bahkan solusi bisnis ini, kata dia, penerapan program solusi komprehensif adaptif SKA-25 (Pembenahan dari hulu sampai hilir) di PT. LKM Rangkasbitung, menjadikan LKM Rangkasbitung sudah menjadi benchmark bagi BUMD-BUMD lainnya dan diduplikasi serta diterapkan, sehingga eksistensi BUMD tersebut terus bertumbuh.

“Beberapa BUMD yang sudah menduplikasi dan menerapkan program SKA – 25 PT. LKM Rangkasbitung di antaranya, PT. LKM Pancatengah Tasikmalaya, PT LKM Pandeglang Berkah, PDAM Kabupaten Lebak, dan PT. LKM Bogor,” katanya.

Sementara untuk kontribusinya, sudah sangat membanggakan, Tak hanya untuk Pemkab Lebak tapi juga buat masyarakat sekitar. Untuk Pemkab, LKM ini sebagai sumber PAD Pemkab Lebak, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupa dividen yakni 55% dari total laba setiap tahunnya.

“Kontribusi kami juga sebagai salah satu perpanjangan tangan pemerintah dalam membantu UMKM dan petani untuk permodalan. Serta LKM Rangkasbitung berhasil menekan dan mereduksi cengkeraman rentenir di Kabupaten Lebak dengan jumlah kredit produktif hingga 75%,” pungkas dia.

Tags: lkm rangkasbitungTOP BUMD Awards 2025
Previous Post

Mengatasi Krisis Persampahan di Bali: Kurangi Sampah dari Sumbernya dan Pengembangan Infrastruktur Pengelolaan Sampah

Next Post

Arus Petikemas Ekspor dan Impor pada 2024 Meningkat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR