Jakarta, TopBusiness – Nama besar Perumda Air Minum Tirta Kahuripan milik Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat sebagai salah satu PDAM terbaik di Indonesia memang sudah berkibar lama. Dan selama ini banyak menjadi rujukan PDAM-PDAM lain.
Saat ini, kinerja Tirta Kahuripan patut mendapat acungan jempol. Tak hanya dari sisi kinerja keuangan yang terus meningkat, kontribusi ke daerah yang mengagumkan, tapi secara nyata Perumdam satu ini menyandang predikat yang luar biasa.
“Alhamdulillah, pada tahun 2023 lalu, berdasar penilaian Buku Kinerja BUMD Air Minum dari Kementerian PUPR, kami mendapat nilai 4,23 artinya SEHAT dan menyandang peringkat nasional ke-5 terbaik se-Indonesia dan peringkat provinsi nomor 1 di Jawa Barat,” tutur Direktur Operasional Perumdam Tirta Kahuripan, Asep Wildan saat sesi wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2025 yang digelar Majalah TopBusiness, pada Jumat (14/2/2025) secara daring.
Hadir menemani Asep Wildan, yakni timnya secara lengkap Manajer Produksi Hasan Fahrurozy, Manajer Pemasaran & Humas Agus Riyanto, Manajer SPI Suriya Nurdin, Plh. Manajer Penjaminan Mutu & K3 Azimalia Otfiani, Plh. Manajer Keuangan Yurisna, Asisten Manajer Pengembangan SDM Arif S, dan Asisten Manajer Humas Arfur F.
Sementara dari dewan juri yang menilai kinerja Perumdam Tirta Kahuripan adalah Febri dari Aspiluki, Amni Rahman dari Universitas Diponegoro, Melani Hariman dari Melani K. Harriman & Associates, dan Kusuma Prabandari dari Dwika Consulting.
Diterangkan Asep Wildan, saat ini Perumdam yang memiliki proporsi orientasi usaha sebesar 25% untuk laba dan 75% untuk layanan publik atau sosial itu memiliki jumlah Langganan (SL) per 31 Desember 2023, sebanyak 224.164 SL terdaftar dengan 188.599 SL aktif, dan 35.565 SL non aktif.
Adapun, untuk cakupan layanan secara Teknis baru 30,58% dan secara Administrasi hanya 11,97%, dengan tingkat non-revenue water (NRW) atau kehilangan air masih menantang di posisi 27,39%, dengan kualitas air minum sebagai air bersih dan belum sepenuhnya memenuhi kualitas air minum. Sementara untuk rata-rata jam layanan/hari adalah 24 jam.

“Dengan NRW itu, kita memang sudah menurunkannya setiap tahunnya. Cuma memang, kita ini kan memiliki sistem perpipaan yang sepuh. Bahkan, kami memiliki pipa yang sudah satu abad dari zaman Belanda, dengan jenis pipanya saja sudah tidak ada di Indonesia. Dan saat ini, kami sedang study kelayakan dengan satu investor dan ini effort yang sangat besar. Karena amanat dari Pemkab juga fokus terhadap kehilangan air. Semoga berjalan baik dan menjadi pemecahan masalah ke depannya atas kehilangan air ini,” katanya.
Namun, pihaknya sudah memiliki teknologi untuk mengatasi pencatatan kehilangan air ini dengan aplikasi SIBATIK (Sistem Informasi Baca Meter). Aplikasi ini berfungsi untuk memudahkan Perumdam Tirta Kahuripan dalam proses pembacaan meter air pelanggan.
Dengan aplikasi ini, kata dia, menyediakan sistem aplikasi mobile untuk petugas dengan menggunakan HP Smartphone Android sebagai alat bekerja pencatatan meter pelanggan dan juga aplikasi berbasis web untuk admin/ back office menggunakan komputer via web untuk melakukan verifikasi hasil pembacaan petugas lapangan.
“Karena memang soal NRW ini secara nyata di lapangan memiliki kompleksitasnya. Karena soal pipa yang usang itu sudah umum. Cuma kehilangan air secara administratif itu bisa jadi kesalahan penulisan, dan lainnya. Nah, sekarang dengan adanya teknologi SIBATIK, ada monitoring yang berjenjang. Dan bisa dimonitor secara realtime,” jelas Asep Wildan.
Di samping konsisten mengatasi NRW, kata dia, Tirta Kahuripan juga konsisten untuk menggenjot produksi kapasitas air. Maklum dengan luas wilayah operasional Kabupaten Bogor yang membentang dengan 40 dengan jumlah warganya mencapai 5,8 juta, tentu menjadi tantangan sekaligus potensi yang tinggi.
“Makanya, dalam roadmap ke depan ini yaitu bagaimana meningkatkan kapasitas produksi. Kalau kondisi pelayan kami saat ini dengan 230 ribu pelanggan, dan yang aktif 197 ribu pelanggan, produksi kami masih di 2.200-2.300 liter per detik. Maka ke depan, harus bisa meningkatkan kapasitas produksi dengan menambah system dan ini harus selaras juga di saat peningkatan penduduk di Kabupaten Bogor itu rata-rata 1,6-1,8% per tahunnya,” dia menjelaskan.
“Apalagi, kami juga diamanahkan oleh Pemkab untuk bisa mengikuti peningkatan penduduk ini dengan penambahan sistem. Makanya, kenapa perencanaan bisnis kami ke depannya ini salah satunya dengan peningkatan kapasitas produksi,” imbuh Asep Wildan lagi, dengan penuh keyakinan.
Adapun, lanjut dia, beberapa target lainnya yang termuat dalam rencana bisnis 2023–2027, yaitu target kinerja (Tingkat Kesehatan) berdasarkan indikator Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, yaitu, pertama, tercapainya jumlah penduduk terlayani air minum dari 750.976 jiwa di 2023 menjadi 977.632 jiwa di 2027, dengan asumsi empat orang per sambungan langganan.
Kedua, tercapainya porsentase pelayanan dari 27,85% di 2023 menjadi 33,18% di tahun 2027. Ketiga, tercapainya penambahan sambungan dari 190.865 unit di 2022 menjadi 247.566 unit di 2027. Keempat, turunnya tingkat kebocoran dari 27,80% di 2023 menjadi 24,94% di 2027. Dan kelima, meningkatkan kompetensi/keahlian pegawai pengelola air minum pada bidang masing-masing.
Selain itu, beberapa kondisi di lapangan yang dihadapi Perumdam Tirta Kahuripan antara lain, pertama, terbatasnya kapasitas produksi eksisting untuk meningkatkan cakupan pelayanan di beberapa Cabang Pelayanan; kedua, adanya Penurunan Kualitas dan Kuantitas Air Baku.
Ketiga, minat calon pelanggan air minum, dibuktikan dengan survei kebutuhan nyata (RDS) sebanyak 80% menggambarkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan pelayanan air minum; keempat, terkait dengan K3 (Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas) bagi pelanggan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan menyatakan puas 79,79%.
Kelima, komitmen Pemerintah Daerah positif, kemampuan keuangan daerah masih diharapkan dapat mendukung kebutuhan investasi pada Perumda Air Minum Tirta Kahuripan; keenam, tidak adanya Pendanaan APBN setelah Tahun Anggaran 2023 untuk Pengembangan SPAM khususnya Kabupaten Bogor karena dinilai memiliki Kapasitas Fiskal “Sangat Tinggi.”
Ketujuh, kondisi perekonomian memasuki masa resesi di tahun 2023 dan Tahun Politik di Tahun 2024 lalu; kedelapan, tahun 2023 tingkat kebocoran 27,39% masih melebihi standar penilaian kinerja BPKP yaitu 25%; kesembilan, keberadaan kelengkapan sarana prasarana pendukung instalasi pengolahan belum memadai, di antaranya belum menggunakan meter induk.
Ke-10, penerapan Sistem Teknologi Digitalisasi belum seluruhnya terintegrasi; dan ke-11, adanya potensi pengembangan pelayanan di wilayah perbatasan. “Nah, terkait minat calon pelanggan air minum yang tinggi itu memang sangat potensial. Apalagi saat ini banyak developer (property) untuk perumahan ini, banyak yang mengajukan untuk pemasangan bar ke Perumdam Tirta Kahuripan. Dan saat ini masih antre,” katanya.
Kinerja dan Kontribusi
Dengan potret seperti itu, tentu saja dari sisi kinerja keuangan juga sangat mengagumkan. Dalam rencana bisnis (Renbis) Tahun 2023 berdasarkan indikator Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR adalah sebesar 4,13 dengan kategori sehat, dan realisasi berdasarkan laporan hasil evaluasi kinerja Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor mencapai nilai 4,23 dengan kategori sehat.
Sedangkan di tahun 2027 Perumda Air Minum Tirta Kahuripan ditargetkan berkinerja Sehat dengan nilai kinerja sebesar 4,25.
Sementara untuk penilaian indikator kinerja keuangan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten pada tahun 2023 yang sudah teraudit sebesar 33,75 dan pada tahun 2024 belum teraudit sebesar 33,75.
Dan untuk menggenjot Return Of Equity (ROE), Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten melakukan sosialisasi dalam bentuk pemasaran kepada konsumen Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor sehingga dapat menaikkan daya konsumsi air oleh pelanggan yang berdampak naiknya laba Perusahaan.
Dan juga mengusulkan kepada pemerintah daerah terkait dana penyertaan modal yang dapat dimanfaatkan untuk membuat jaringan yang memperluas cakupan pelayanan di Kabupaten Bogor.
Sementara yang sudah dilakukan untuk memacu Return of Asset (ROA) adalah, membuat Perdir penghapusan asset inventarisasi asset yaitu asset yang tidak terpakai atau tidak produktif untuk dihapuskan, dan pada Tahun 2025 ini akan melaksanakan penghapusan asset tahap kedua yang tidak produktif. Serta akan memanfaatkan aset tidak lancar untuk dipergunakan membuat jaringan yang meningkatkan pendapatan sehingga dapat meningkatnya laba Perusahaan.
Dari kondisi itu terlihat untuk nilai penjualan atau pendapatan Perumdam Tirta Kahuripan pada tahun 2023 tercapai Rp426.739.015.660 dan di tahun 2024 tercapai Rp457.301.251.790. atau meningkat 0,18%. Dengan laba yang diraih tahun 2023 sebesar Rp131.802.035.802 dan tahun 2024 Rp135.740.237.272 (unaudited).
Dengan potret keuangan yang mentereng seperti itu, maka setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Pemkab Bogor juga sangat menakjubkan. Untuk tahun buku 2022 sebesar Rp52.039.716.905, sedangkan tahun 2023 meningkat menjadi Rp57.000.365.211.
“Ini bahkan sekaligus tercatat sebagai BUMD Air Minum penyumbang Pendapatan Asli Daerah terbesar se-Kabupaten Bogor. Kontribusi ini tentunya meningkatkan kapasitas fiskal daerah untuk dapat turut serta dalam pembangunan infrastruktur dan layanan publik lainnya,” katanya.
Selain itu, Tirta Kahuripan juga konsisten dalam menjalankan CSR-nya. Seperti, memberikan 3.489.500 liter bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan tahun 2023 baik secara langsung maupun bekerja sama dengan BPBD Kab. Bogor, Polres Bogor dan Damkar Kab. Bogor.
Lalu, membangun 157 sumur resapan di Wilayah Tamansari dan Ciomas untuk konservasi Sumber Mata Air (CSR2020). Penyambungan Baru Gratis Untuk Rumah Ibadah dan Pesantren (CSR 2024), turut serta membangun olah raga di Kabupaten Bogor dan sudah lebih dari 25 tahun menjadi Pengcab. ISSI Kabupaten Bogor, dan lain sebagainya.
“Bahkan, untuk kontribusi fiskal kepada Pemerintah Daerah untuk tahun buku 2022 yang sebesar Rp52.039.716.905 itu, kami menerima penghargaan sebagai BUMD Air Minum penyumbang PAD terbesar se-Indonesia, waktu itu,” tegas Asep Wildan.
Digitalisasi
Sebagai PDAM terbaik di Indonesia yang masuk “Top Five”, Tirta Kahuripan juga sudah melakukan digitalisasi dalam proses bisnisnya. Bahkan, mereka sudah memiliki puluhan aplikasi. Salah satunya adalah, SICANTIK atau My Kahuripan.
Ini merupakan aplikasi berbasis web dan mobile android yang digunakan untuk memudahkan pelanggan dalam mengakses informasi ke pelangganan mulai dari tagihan, lokasi pelayanan, pemakaian air, mutasi dan berita terkait dengan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan.
Pelanggan pun dapat berinteraksi seperti melakukan pembayaran, pengaduan, pendaftaran pelanggan baru, pembacaan meter mandiri dan menghubungi customer service. Dilengkapi dengan OS Android dan iOS, sehingga menjadi alternatif pelanggan yang akan meng-install aplikasi ini karena sudah mendukung dua Operating System tersebut.
Juga disediakan akses aplikasi bagi pengguna yang bukan merupakan pelanggan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan sehingga pengguna dapat melihat berita, simulasi tarif dan melakukan pendaftaran menjadi pelanggan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan.
“Sehingga, dengan aplikasi ini Perumda Air Minum Tirta Kahuripan dapat dengan mudah memberikan semua informasi yang berkaitan dengan pelanggan,” pungkas dia.
