Jakarta, TopBusiness – Membuka awal tahun dengan semangat baru dan optimisme terhadap perkembangan industri buah segar di Indonesia, PT Segar Kumala Indonesia Tbk (IDX: BUAH) kembali melakukan ekspansi ke wilayah Indonesia Timur dengan melakukan pembukaan dua cold storage baru di kota Ternate, Maluku Utara dan Jayapura, Papua.
Syanne, Corporate Secretary BUAH menjelaskan, pembukaan cabang baru ini menunjukan optimisme perseroan terhadap potensi tinggi akan permintaan pasar terhadap produk buah–buahan, sehingga mendorong BUAH kembali membuka rantai distribusi baru di wilayah Indonesia Timur.
“Setelah tahun 2024, kami melakukan pembukaan cabang baru di wilayah Pekanbaru dan Samarinda, di tahun ini kami akan kembali fokus untuk melebarkan rantai distribusi kami untuk area wilayah Indonesia Timur,” jelas Syanne, dalam keterangannya, Rabu (19/2/2025).
Dia melihat, potensi permintaan pasar akan produk yang BUAH hadirkan terus bertumbuh setiap tahun. Sehingga melalui pembukaan cabang di wilayah Ternate & Jayapura ini akan semakin menguatkan rantai distribusi BUAH di area timur.
Adapun, lanjutnya, pembukaan dua kantor cabang terbaru ini menambah total kapasitas cold storage yang dimiliki BUAH sebesar 500 ton. Dengan perincian, cabang baru di Kota Ternate memiliki kapasitas gudang sebesar 200 ton dan cabang baru di kota Jayapura memiliki kapasitas sebesar 300 ton.
Melalui pembukaan cabang baru ini, lanjutnya, maka total kapasitas yang dimiliki BUAH secara keseluruhan menjadi 8.305 ton untuk tahun 2025 ini.
“Tentunya kami telah menyiapkan langkah strategis untuk memaksimalkan potensi bagi cabang–cabang kami yang baru dibuka. Pembukaan ini juga menjadi momentum baik agar kami dapat terus menghasilkan kinerja positif untuk mengarungi tahun 2025,” tambah dia.
Melalui pembukaan cabang ini, katanya, maka total cabang yang telah dibuka oleh BUAH menjadi sebanyak 18 cabang untuk tahun 2025 dari sebelumnya berjumlah 16 cabang untuk tahun 2024.
Adapun kapasitas gudang yang dimiliki BUAH untuk tahun 2025 menjadi 8.305 ton, dan terus bertambah 500 ton dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 7.805 ton.
