TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Akhir Pekan IHSG Diproyeksi Lanjutkan Rebound, Saham Ini Jadi Pilihan

Busthomi
7 March 2025 | 08:43
rubrik: Capital Market
IHSG Berseberangan dengan Dow Jones

Ilustrasi rekomendasi saham hari ini. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup naik 2.37%, dan disertai dengan net buy asing ~119 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, BBCA, RATU, ASII dan BBNI.

Untuk perdagangan hari ini, menurut Fanny Suherman, CFP, Head of Retail Research BNI Sekuritas, laju IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan yang kemungkinan masih ditopang oleh kenaikan big banks.

“Dengan kondisi itu, maka level Support IHSG diprediksi di rentang 6400-6500 dan level Resist IHSG diperkirakan di rentang 6575-6650,” ujar dia dalam risetnya, Jumat (7/3/2025).

Global Overnight Review

Wall Street Bangkit di Tengah Harapan Pelonggaran Tarif Trump. Indeks-indeks Wall Street meningkat pada Rabu (5/3), setelah dua sesi berturut-turut mengalami penurunan.

Investor menyambut positif langkah pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang memberikan pengecualian tarif bagi produsen otomotif, menimbulkan harapan akan lebih banyak keringanan kebijakan perdagangan.

Dow Jones Industrial Average melesat 485,60 poin (1,14%), S&P 500 naik 1,12%, dan Nasdaq Composite menguat 1,46%.

Kenaikan ini terjadi setelah Gedung Putih mengumumkan penundaan tarif selama satu bulan bagi produsen otomotif yang kendaraannya memenuhi ketentuan dalam Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA).

Saham Stellantis naik lebih dari 9%, sementara Ford dan General Motors masing-masing menguat lebih dari 5% dan 7%.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt juga menyatakan, Trump terbuka untuk memberikan pengecualian tambahan terhadap tarif yang diterapkan.

Saham teknologi seperti Microsoft dan Tesla juga melonjak. Tarif yang diterapkan Trump, serta rencana pembalasan dari China, Meksiko, dan Kanada.

Saham Asia-Pasifik Beragam. Pasar saham Asia-Pasifik beragam pada Rabu (5/3), di tengah kekhawatiran mengenai tarif yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump dan meningkatnya ketegangan perdagangan global.

BACA JUGA:   Sudah Naik 9,47%, Mirae Asset: Ini Penopang Pertumbuhan IHSG hingga Akhir Tahun

Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,69%. Ekonomi Australia tumbuh 1,3% YoY pada 4Q24, melampaui perkiraan 1,2%.

Sementara, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,23%, dan Topix melemah 0,30%. Indeks Kospi Korea Selatan naik 1,15%, dan Kosdaq menguat 1,23%. Indeks Hang Seng Hong Kong meningkat 2,84%.

Selain itu, investor juga mencermati pengumuman dari “Dua Sesi” China, yaitu pertemuan parlemen tahunan yang dimulai pada Selasa (4/3). Sidang legislatif tertinggi China, Kongres Rakyat Nasional, dibuka pada Rabu (5/3).

Pada Rabu, China dilaporkan menetapkan target pertumbuhan PDB untuk tahun 2025 sekitar 5% saat memulai pertemuan parlemen tahunan di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dengan AS.

Tarif 25% yang diberlakukan Trump terhadap barang-barang dari Meksiko dan Kanada mulai berlaku pada Selasa. Presiden AS juga mengenakan tarif tambahan sebesar 10% untuk barang-barang China, sehingga total tarif baru terhadap China mencapai 20%. (Source: Investor Daily, Bloomberg)

Trading Idea hari ini: BBRI, BUMI, BMRI, PSAB, KLBF, dan BRIS

–BBRI Spec Buy dengan area beli di 3810-3830, cutloss jika break di bawah 3780. Jika tidak break di bawah 3780, potensi naik ke 3920-4020 short term.

–BUMI Spec Buy dengan area beli di 90-93, cutloss jika break di bawah 88. Jika tidak break di bawah 88, potensi naik ke 99-103 short term.

–BMRI Spec Buy dengan area beli di 4650-4750, cutloss jika break di bawah 4600. Jika tidak break di bawah 4600, potensi naik ke 5000-5150 short term.

–PSAB Spec Buy dengan area beli di 260, cutloss jika break di bawah 254. Jika tidak break di bawah 254, potensi naik ke 270-280 short term.

BACA JUGA:   Periode 30 Maret—2 April, IHSG Alami Perubahan sebesar 0,99%

–KLBF Spec Buy dengan area beli di 1050-1080, cutloss jika break di bawah 1050. Jika tidak break di bawah 1050, potensi naik ke 1110-1140 short term.

–BRIS Spec Buy dengan area beli di 2520, cutloss jika break di bawah 2500. Jika tidak break di bawah 2500, potensi naik ke 2620-2670 short term.

Tags: ihsgproyeksi sahamsaham hari ini
Previous Post

Suspensi AREA Dicabut

Next Post

Wah, KPR Take Over Raja di 2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR