TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Menilik Layanan dan Kinerja Apik RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang

Fauzi
16 March 2025 | 14:05
rubrik: BUMD, Event
Menilik Layanan dan Kinerja Apik RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Kiprah dan sejumlah capaian RSUD Kanjuruhan terungkap saat Rumah Sakit milik Pemerintah Kabupaten Malang ini menjalani sesi penjurian TOP BUMD Awards 2025 yang diselenggarakan secara daring pada Selasa, 11 Maret 2025 lalu.

Hadir dr. Bobi Prabowo, Sp.EM, KEC, M.Biomed, FICEP, selaku Plt. Direktur RSUD Kanjuruhan yang memberikan paparan di hadapan dewan juri dengan mengusung tema ‘Optimalisasi Kinerja RSUD Kanjuruhan Menuju Rumah Sakit Rujukan KJSU Paripurna’.

RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang merupakan rumah sakit Kelas B pendidikan milik Pemkab Malang yang berfungsi sebagai pusat rujukan masyarakat di wilayah Malang Selatan. Rumah sakit ini berstatus sebagai Unit Organisasi Bersifat Khusus berdasarkan Perbup Malang No. 197 Tahun 2022. RSUD Kanjuruhan berdiri di lahan seluas 52.140 m² dengan bangunan seluas 24.518,56 m² dan memiliki kapasitas 240 tempat tidur.

“Sejarah perkembangan RSUD Kanjuruhan dimulai pada tahun 1958 itu merupakan Balai Pengobatan, hingga di tahun 2004 kami ditetapkan sebagai Rumah sakit Type B Non Pendidikan, dan kemudian sampai pada tahun 2020 ditetapkan BLUD RSUD Kanjuruhan Type B Pendidikan. Jadi, tahun 2004 itu kami sudah BLUD,” ujar dr. Bobi Prabowo mengawali presentasinya.

RSUD Kanjuruhan memiliki visi Menjadi Rumah Sakit Terbaik dalam Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan.

Adapun untuk mewujudkan visi tersebut, rumah sakit ini mencanangkan sejumlah misi, antara lain:

  1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan profesional yang proaktif dan inovatif melalui pendekatan patient centered care dengan mengutamakan mutu dan keselamatan pasien.
  2. Menyelenggarakan pendidikan dan penelitian yang bersinergi dengan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
  3. Meningkatkan kapasitas sumberdaya rumah sakit yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan.
  4. Melaksanakan tata Kelola BLUD secara efektif dan efisien guna mewujudkan kesejahteraan bersama.

Strategi Bisnis dan Layanan

Sebelum melompat ke strategi bisnis dan layanan yang dimiliki, RSUD seperti dikatakan dr. Bobi Prabowo memiliki motto ‘Kepuasan Anda Adalah Tujuan Utama Layanan Kami’. Selain itu rumah sakit ini juga mengusung nilai-nilai Cinta Kasih, Tulus Ikhlas, Kejujuran, Profesional, Kebersamaan. Sementara icon yang diusung adalah ‘Hospital Without Wall’.

BACA JUGA:   Pemerintah Hadirkan Mobile Lab Bio Safety

Adapun strategi bisnis RSUD Kanjuruhan, yakni sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama dan Rumah Sakit Pendidikan Satelit (Program Pendidikan Profesi Dokter & Program Pendidikan Dokter Spesialis) dan RS jejaring pengampuan pelayanan

“Jadi, kami sebagai Rumah Sakit pendidikan dan juga kami sudah mendapat KMK (Keputusan Menteri Kesehatan) itu sebagai Rumah Sakit Jejaring Pengampu Kanker, Jantung, Stroke, Urinekologi, serta KIA se-Malang Raya. Kemudian juga KMK sebagai RS Jejaring Pengampuan Pelayanan Diabetes Melitus. Dan juga kami dapatkan KMK terkait dengan kami ditunjuk sebagai Rumah Sakit Jejaring Pengampu Pelayanan Respirasi dan Tubeculosis. Dan juga ditunjuk sebagai Rumah Sakit Jejaring Pengampu Pelayanan Kesehatan Jiwa,” ungkap dr. Bobi Prabowo.

Sebagai rumah sakit pendidikan utama dan pendidikan satelit, dari sisi fasilitas dan pelayanan RSUD Kanjuruhan tergolong cukup lengkap.

“Adapun jenis fasilitas dan pelayanan kesehatan kami, yang pertama, adalah IGD (instalasi gawat darurat) yang selalu melayani rujukan 24 jam, kemudian pelayanan rawat jalan yang lengkap. Dan juga pelayanan lainnya, sesuai dengan jam kerja mulai dari Senin sampai Jumat,” paparnya.

Untuk pelayanan rawat inap, rumah sakit ini sudah menyediakan Pelayanan Rawat Inap VIP A, VIP B, Kelas I, Kelas II, dan Kelas III. Sementara untuk fasilitas tempat tidur berdasarkan kelas perawatannya, RSUD Kanjuruhan memiliki VIP, Kelas I, Kelas II, Kelas III, Ruang Isolasi, Ruang Intensif, HCU, NICU dan PICU. Semua disebut sudah berstandar KRIS (Kamar Rawat Inap Standar).  

Tidak berhenti sampai di situ, fasilitas dan layanan RSUD Kanjuruhan mencakup, antara lain:

  • Instalasi Bedah Sentral yang sudah dilengkapi dengan Modular Operating Theatre;
  • Intensif Care Unit;
  • ruang NICU, PICU, dan ruang HCU;
  • ruang kebidanan dan penyakit kandungan;
  • kamar bersalin dan Perinatologi;
  • Instalasi Radiologi;
  • Mamografi;
  • Instalasi Patologi Klinik (Laboratorium);
  • Instalasi Farmasi;
  • Instalasi Rehabilitasi Medik;
  • Instalasi Dialisis;
  • Instalasi Gizi;
  • Instalasi Sanitasi Lingkungan dan Instalasi Pemeliharaan Sarana;
  • Instalasi Sterilisasi Sentral & Laundry dan Instalasi Kedokteran Forensik;
  • Instalasi Pusat Pelayanan Terpadu;
  • Instalasi Kesehatan & Keselamatan Kerja;
  • Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit;
  • Instalasi Pelatihan;
  • Instalasi Pendidikan, Penelitian & Pengembangan;
  • Instalasi Peningkatan Mutu Rumah Sakit;
  • dan Instalasi Sistem Informasi Rumah Sakit.
BACA JUGA:   FOTO - Diterjang COVID-19, Angka Kemiskinan Diprediksi Meningkat

Masih dari sisi layanan, RSUD Kanjuruhan juga sudah melakukan digitalisasi dalam hal pendaftaran online. Sehingga masyarakat bisa melakukan pendaftaran online lewat smartphone Android melalui aplikasi.

Selain itu, RSUD Kanjuruhan juga sudah menerapkan SIM RS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit) untuk memantau kinerja rumah sakit. “Sehingga saya bisa mengetahui pendapatan, BOR, pasien masuk, pasien keluar, hanya melalui dashboard pelayanan di SIM RS RSUD Kanjuruhan,” jelas dr. Bobi.

RSUD Kanjuruhan juga menggunakan jejaring sosial seperti Instagram, TikTok, Twitter, Youtube, sebagai media informasi kepada masyarakat terkait pelayanan di RSUD Kanjuruhan. Menariknya lagi, RSUD Kanjuruhan punya Podcast untuk memberikan informasi layanan dan kesehatan pada masyarakat.

“Kami juga mempunyai inovasi dan perbaikan sistem layanan (lainnya) seperti PSC 119, Teman Bara (pengantara obat gratis bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pengantara obat yang jauh), Okejek, kemudian kami juga punya e-BLUD yang pertama kali di Indonesia, dan Layanan bagi CPMI (Calon Pekerja Migran Indonesia),” ungkapnya.

Terkait e-BLUD ini merupakan suatu sistem aplikasi elektronik yang mendokumentasikan administrasi perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan dan pertanggungjawaban serta pelaporan keuangan BLUD secara real time.

Kinerja

Menyinggung soal kinerja, dr Bobi Prabowo mengatakan bahwa dalam pencapaian kinerja organisasi RSUD Kanjuruhan telah meningkatkan pelayanan kesehatan berkualitas. Hal itu terlihat dari nilai Indeks Kepuasan Masyarakat yang dicapainya, di mana dari target yang dicanangkan sebesar 80, realisasinya tahun 2024, yakni 88,1.

“Kemudian juga untuk hasil Evaluasi atas Implementasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) oleh Tim Evaluator Inspektorat Daerah Kabupaten Malang kami dapat kategori ‘BB’ (Sangat Baik). Untuk Evaluasi AKIP & SAKIP RSUD Kanjuruhan juga sangat baik dapat nilai dari tahun 2022 ke 2023 dengan predikat Sangat Baik,” ungkap dr. Bobi Prabowo.

BACA JUGA:   Tak Cuma Dividen, Kontribusi BPR Baturaja Juga Digelontorkan Lewat CSR

Berbanding lurus dengan capaian di atas, dari sisi kinerja keuangan, RSUD Kanjuruhan juga terbilang memiliki grafik yang terus meningkat.

“Kinerja keuangan pendapatan kami dari tahun 2021 kami memperbaiki rumah sakit it uterus meningkat. Adapun dari pendapatan Rp130 miliar ke 98 miliar kami jelaskan itu tetap meningkat. Artinya Rp130 miliar itu dapat penambahan dari realisasi Covid Rp60 miliar. Sehingga kalau realisasi sebenarnya itu hanya Rp69 miliar. Sehingga peningkatannya ke 98 miliar ada Rp28 miliar, sehingga untuk grafiknya itu sebenarnya grafiknya itu naik terus, mulai dari tahun 2021, 2022, 2023, dan 2024,” jelasnya.

Adapun untuk jenis pendapatannya sendiri, RSUD Kanjuruhan memperoleh pendapatan dari pasien-pasien umum, kemudian pasien-pasien jaminan, dan pendapatan lainnya dari non-medis.

Dari sisi kunjungan pasien, dr Bobi Prabowo juga mengatakan bahwa kunjungan pasien ke RSUD Kanjuruhan terus meningkat. Hal itu, kata dr Bobi, dicapai setelah RSUD Kanjuruhan perbaiki layanan, tampilan, kemudian pelayanan-pelayanan prima itu terus meningkat mulai tahun 2021 hingga 2024.

“Jumlah kunjungan pasien rawat inap di tahun 2021 hingga 2024 itu juga mengalami peningkatan sejak 2021 hingga 2024. Berikut (juga) capaian hunian atau BOR itu juga terus meningkat berdasarkan kepercayaan masyarakat terhadap kami, sehingga masyarakat terus menggunakan RSUD Kanjuruhan sebagai kepercayaan di dalam pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

Editor: Busthomi

Tags: RSUD Kanjuruhan MalangTOP BUMD Awards 2025
Previous Post

Sinar Mas Land Gandeng Perusahaan Jepang Kembangkan Hunian Berkelanjutan

Next Post

WIKA Beton Siap Kawal Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR