TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini Kontribusi BPR Tanah Laut, dari Setor Dividen hingga Konsisten Salurkan Kredit UMKM

Busthomi
16 March 2025 | 16:15
rubrik: BUMD, Event
Ini Kontribusi BPR Tanah Laut, dari Setor Dividen hingga Konsisten Salurkan Kredit UMKM

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT BPR Tanah Laut atau BPR Tala milik Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan Kembali menjadi nominasi untuk menerima penghargaan TOP BUMD Awards 2025. Untuk itu, BPR Tala baru saja mengikuti proses penjurian di depan dewan juri pada Jumat (14/3/2025).

Di depan juri, Suprapto selaku Direktur Utama BPR Tala dan Rinanto sebagai Direktur Operasional banyak mengungkap keberhasilan selama ini dari BPR Tala yang sudah mengganti nama menjadi Bank Perekonomian Rakyat itu. Disebutkan Suprapto, BPR Tala sudah mencatatkan kinerja positif baik dari sisi penyaluran kredit maupun raihan laba bersih. Terutama sepanjang 2024 lalu.

Maka dari itu, katanya, sebagai BPR yang memiliki visi, “Mewujudkan Bank Perkreditan Rakyat yang sehat, tanggap dan tangguh serta efisien, menjadi mitra usaha skala kecil dan mikro dengan berbasis kepada ekonomi kerakyatan” ini, BPR Tala terus menggeber pengucuran kredit buat pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Tanah Laut.  

“Dalam hal kinerja, kami sudah bisa mewujudkan target dari penugasan oleh Kepala Daerah, yaitu dalam lima tahun ini, dari tahun 2019 hingga 2023, BPR Tala mendapat tugas sebagai pelaksana program daerah Kabupaten Tanah Laut dengan total anggaran sebesar Rp45 miliar,” katanya.

“Dari total anggaran tersebut, sebanyak Rp22 miliar telah disalurkan dalam bentuk kredit tanpa bunga dan sebesar Rp23 miliar dikelola oleh BPR yang hasilnya untuk membiayai proses penyaluran kredit 0%. Dana tersebut disalurkannya secara bertahap dalam lima tahun anggaran,” imbuhnya, menjelaskan.

Dan ternyata, dana tersebut berhasil digulirkan ke banyak pelaku UMKM di sana. Tak hanya itu, keberhasilan program ini juga terlihat dari angka kredit macet atau non performing loan (NPL) yang rendah, yakni hanya 1,72%.

BACA JUGA:   Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Bank Tulungagung Kandidat TOP BUMD Awards 2025

“Jadi, untuk kredit tanpa bunga yang sebesar Rp22 miliar itu berhasil disalurkan kepada 2.582 orang peminjam UMKM yang bergerak dalam sektor usaha pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan dan industri kecil lainnya. Dengan jangka waktu 12 bulan dan harus lunas semua pada 31 Desember2024 lalu,” jelas dia.

Akan tetapi, lanjut Suprapto, sampai dengan Januari 2025 lalu total kredit tersisa masih sebesar Rp368 juta dari sebanyak 78 nasabah peminjam (debitur). “Sehingga, total kredit bermasalahnya adalah sebesar 1,72%,” ucapnya.

Dalam hal pemberdayaan ke UMKM ini, kata dia, BPR Tala di samping memberikan bantuan pinjaman dan permodalan, juga telah berperan memberikan edukasi untuk peningkatan literasi keuangan nasabahnya. Di samping itu juga, kata dia, BPR Tala bekerja sama dengan instansi pemerintah untuk kegiatan literasi keuangan kepada masyarakat.

Kembali dia melanjutkan, secara keseluruhan, kinerja BPR Tala juga sudah positif. BPR ini memiliki nilai komposit 2 pada tahun 2024 lalu atau berarti dalam keadaan sehat. Dengan rasio keuangannya yaitu, untuk ROA sebesar 3,15%, Adapun BOPO masih terkendali di angka 73,52%, dengan NIM tinggi sebesar 10,11%. Adapun dari sisi permodalan juga kuat, yakni KPMM berada di level 51,46%, jauh meningkat dari tahun sebelumnya.

Sementara untuk posisi asset pera akhir 2024 lalu sebesar Rp48,26 miliar, ini meningkat dari pencapaian tahun sebelumnya yang di angka Rp46,30 miliar. Dengan laju kredit yang diberikan masih kuat sebanyak Rp16,43 miliar. Karena kian memperhitungkan factor kehati-hatian, memang terlihat menurun dibanding tahun lalu sebesar Rp18,43 miliar.

Adapun untuk total simpanan pihak ketiga sebesar Rp7,09 miliar yang juga naik dari tahun sebelumnya yang di angka Rp5,30 miliar. Sehingga untuk laba bersih BPR Tala berhasil membukukan angka Rp1,27 miliar atau meningkat dibanding dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,19 miliar.

BACA JUGA:   GRC di IPC Terminal Petikemas Dukung Transformasi Jadi Perusahaan Kelas Dunia

Inovasi dan Kontribusi

Dalam pemaparannya, Suprapto juga menyebut beberapa inovasi yang sudah dilakukan BPR yang dipimpinnya itu. Salah satunya terkait dengan inovasi digitalisasi. Langkah ini dikembangkan untuk bisa menggenjot penyaluran kredit ke nasabahnya.

“Jadi, dalam mempercepat proses analisa kredit, pada tahun 2024 lalu, kami telah merekrut karyawan bidang IT untuk membuat aplikasi bantu sederhana untuk mempermudah administrasi analisa kredit. Selain itu juga aplikasi bantu lainnya sesuai dengan keperluan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” terang dia.

Hal tersebut, diakuinya sebagai cara untuk melancarkan strategi bisnis di tahun 2024 lalu. Sehingga beberapa langkah-langkah diusungnya adalah, melakukan perbaikan kinerja BPR melalui dua pilar utama dan satu pilar tambahan.

“Beberapa strategi tersebut adalah, ekspansi kredit yang sehat, pengendalian NPL dan pertumbuhan DPK, serta sistem manajemen SDM dalam bidang komposisi dan peningkatan kualitas SDM yang diselaraskan dengan target yang akan dicapai,” jelas dia.

Dan salah satu yang dilakukan manajemen dalam peningkatan kualitas SDM adalah, tahap pertama pemantapan kualitas telah dilakukan oleh BPR yakni dengan menyertifikasi seluruh pejabat eksekutif dan kepala bagian pada lembaga sertifikasi nasional.

Di samping itu juga, kata dia, BPR Tala mengikutsertakan karyawan maupun pejabat untuk mengikuti pelatihan sesuai dengan bidang tugasnya.

Sementara terkait inovasi IT-nya sudah mengembangkan beberapa aplikasi, seperti Aplikasi Kredit (2024). Ini berupa aplikasi bantu analisa kredit dan administrasi kredit. Dengan fitur unggulannya sangat mempermudah proses kredit bidang pemasaran kredit. “Sehingga manfaat bagi perusahaan adalah bisa mempercepat proses dan meminimalisasi kesalahan administrasi,” katanya.

Aplikasi lainnya adalah BPE E-Cash (2023). Ini sama dengan e-wallet atau dompet digital yang sudah dikembangkan dan diimplementasikan sejak 2023 lalu. Dengan aplikasi ini telah mempermudah transaksi non tunai, sekaligus juga manfaatnya sebagai media promosi nama BPR Tala.

BACA JUGA:   Pendapatan 2025 Lampaui Target, RSUD Porsea Andalkan Digitalisasi dan Perkuat Tata Kelola

Selain inovasi, kata Suprapto, sudah memberikan kontribusi ke pemegang saham berupa setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau dividen sejak tahun 2021 lalu. Dividen yang disetorkan itu, kata dia, merupakan 55% dari laba. Tahun 2024 lalu dividen yang disetor sebesar Rp769.331.750.

“Dengan rincian, dividen ke Pemprov Kalsel sebesar Rp170.261.945, dividen ke Pemkab Tanah Laut sebesar Rp580.151.811 dan dividen ke BKS Rp18.917.994. Dan dalam empat tahun ini total dividen yang sudah disetor mencapai Rp2.184.952.879,” jelas dia.

Selain itu, tegas Suprapto, untuk total pengembalian asset ke pemegang saham selama lima tahun terakhir adalah sebesar Rp 3.705.537.878.

Tags: BPR Tanah LautTOP BUMD Awards 2025
Previous Post

WIKA Beton Siap Kawal Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2025

Next Post

Hari Hak Konsumen Internasional, Hutama Karya Bagikan Berkah Ramadhan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR