Jakarta, TopBusiness – Isu ketahanan pangan, krisis iklim dan kesenjangan sosial menjadi sorotan global, PT Petrokimia Gresik menjawabnya lewat program CSR (Corporate Social Responsibility) yang tak sekadar seremonial. Melalui pendekatan Creating Shared Value (CSV), perusahaan pupuk terkemuka ini mengembangkan program-program unggulan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung arah pembangunan nasional melalui Asta Cita dan 17 prioritas kabinet 2024–2029.
“Kami juga memerhatikan sustainability impact. Dalam proses bisnis, kami memastikan bahwa segala kegiatan membawa dampak positif bagi perusahaan maupun Masyarakat, baik dari segi ekonomi, lingkungan, maupun sosial sebagai bentuk komitmen terhadap 17 pilar yang ditetapkan pemerintah,” kata Kadek Ardhika WK selaku VP Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dalam wawancara penjurian TOP CSR Awards 2025 secara daring, Jumat (25/4/2025).
Salah satu program yang mencuri perhatian adalah Tawang Ecofarming Village yang berlokasi di Desa Tawangargo, Kabupaten Malang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim.
“Kami mengacu pada 17 program prioritas pemerintah. Salah satu program unggulan kami adalah Tawang Antusma Eco Farming Village, yang merupakan bagian dari program community development. Program ini bertujuan membentuk ekosistem pertanian berbasis pemberdayaan dengan peningkatan kapasitas petani, mitigasi perubahan iklim, dan intensifikasi pertanian di Kabupaten Malang,” ungkapnya.
Masih menurut Kadek A, program tersebut memanfaatkan teknologi modern, seperti sistem irigasi berbasis Internet of Things (IoT) dan energi terbarukan berupa solar cell, perusahaan ini mendukung para petani untuk beralih ke pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Kami juga menerapkan teknologi seperti solar cell untuk operasional dan IoT (Internet of Things) untuk sistem irigasi. Selain ramah lingkungan, pendekatan ini juga mengadopsi budaya lokal,” bebernya.
“Misalnya, limbah hortikultura kami olah menjadi produk pupuk organik cair yang sesuai dengan karakteristik pertanian masyarakat sekitar,” lanjut Kadek.
Selain itu, penggunaan teknologi dalam pertanian presisi juga diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk kembali ke sektor pertanian yang semakin digeluti dengan cara yang lebih inovatif.
“Kami berusaha menarik minat generasi muda untuk kembali ke sektor pertanian dengan pendekatan yang lebih inovatif dan efisien. Teknologi seperti pertanian presisi dan penggunaan solar cell untuk energi terbarukan diharapkan dapat menciptakan masa depan pertanian yang lebih berkelanjutan,” tambahnya.
Program unggulan berikutnya yakni Mengare Discovery, program rehabilitasi ekosistem mangrove di pesisir Desa Mengare juga memberikan dampak positif yang luar biasa. Program ini tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat setempat dengan membuka peluang ekonomi melalui wisata mangrove dan budidaya kerang.
“Program ini membantu mengurangi abrasi serta meningkatkan perekonomian masyarakat melalui wisata mangrove. Desa Mengare kami siapkan sebagai destinasi wisata, termasuk area camping untuk siswa sekolah, dan pemberdayaan masyarakat lokal melalui pemanfaatan hasil laut,” paparnya.
“Harapannya, siswa-siswa bisa belajar tentang berbagai jenis mangrove, ekosistem pesisir, dan pelestarian lingkungan. Ini juga menjadi upaya memperkuat ekonomi desa melalui wisata yang berbasis komunitas. Kami libatkan masyarakat secara langsung agar merasa bertanggung jawab atas perkembangan desanya,” tambahnya.
Tak hanya itu, Petrokimia Gresik juga memiliki ragam inisiatif lainnya yang sangat berdampak bagi Masyarakat, seperti diantaranya Masyarakat Sadar Sampah yang telah berhasil mengurangi emisi karbon hingga 42.000 ton. Kemudian ada Permaisuri Kain Majun, yakni pemberdayaan Masyarakat dengan memanfaatkan limbah tekstil untuk produksi kain lap.
Perkuat Strategi CSR
Dalam presentasinya berjudul Facing Challenges For Achieving Sustainability Growth, Kadek menjelaskan secara komprehensif terkait strategi CSR yang diterapkan. PT Petrokimia Gresik terus memperkuat komitmennya terhadap program CSR dengan mengusung pendekatan strategis berbasis Risiko Ekonomi, Sosial dan Lingkungan.
Sebagai perusahaan berbasis industri pertanian, Petrokimia Gresik menyadari tingginya ketergantungan terhadap bahan baku impor yang mencapai 80%. Hal ini membuat perusahaan harus bersiap menghadapi risiko fluktuasi daya beli konsumen dan kebijakan pencabutan subsidi bahan baku.
“Terkait dengan risiko ekonomi, kami juga memperhatikan terkait dengan risiko yang ada bagi tergantinya daya beli konsumen, pencabutan subsidi yang juga terkait dengan bahan baku, di mana proses kami adalah bahan baku kurang lebih 80% berasal dari luar negeri,” bebernya.
Di sisi lain, tantangan sosial seperti penurunan jumlah petani aktif dan alih fungsi lahan pertanian juga menjadi perhatian utama perusahaan.
“Terkait dengan risiko sosial, kami menjaga ketahanan pangan, di mana ketahanan pangan ini diperhatikan dengan para petani. Semakin ke sini jumlah petani sosial yang ada di kami, selain itu juga banyaknya lahan pertanian yang beralih fungsi,” jelasnya.
Dari aspek lingkungan, perubahan iklim dan penurunan kualitas lahan menjadi tantangan signifikan. Sebagai produsen sarana pendukung pertanian, Petrokimia Gresik memahami bahwa dinamika musim tanam yang kini sulit diprediksi memerlukan adaptasi berkelanjutan dalam inovasi produk dan metode produksi.
Untuk menjawab berbagai tantangan ini, perusahaan mengembangkan dua pendekatan utama: strategi internal dan strategi eksternal. Di internal, fokus diarahkan pada transformasi bisnis dan penguatan operasional perusahaan. Sementara di eksternal, Petrokimia Gresik aktif membangun kolaborasi dengan masyarakat sekitar dan menjaga keseimbangan ekosistem alam.
“Di internal, kami melakukan transformasi bisnis perusahaan dan strategi eksternal kami lebih banyak keluar untuk bisa melihat potensi yang ada di masyarakat untuk bisa men-support kegiatan bisnis perusahaan dan juga untuk kami melihat terkait dengan keperluan kelestarian alam dan hutan,” pungkasnya.
