Jakarta, TopBusiness – PT Agincourt Resources (PTAR), perusahaan pengelola Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, terus menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui beragam program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi dan pelestarian budaya lokal.
Dalam presentasi bertajuk “Program CSR Unggulan PTAR” yang disampaikan oleh Christine Pepah selaku Senior Manager Community PTAR, pada Rabu (30/4), dipaparkan bahwa CSR merupakan bagian integral dari strategi bisnis perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada people dan planet.
“Kami percaya bahwa keberhasilan operasional perusahaan tidak akan berarti tanpa membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Untuk itu, PTAR menjalankan strategi keberlanjutan dengan pendekatan yang menyeluruh, menyasar sektor-sektor vital yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat,” jelas Christine secara daring dalam Penjurian TOP CSR Awards 2025 secara online oleh Majalah TopBusiness.
Fokus pada Pendidikan dan Kesehatan
Salah satu program CSR unggulan PTAR adalah Beasiswa Martabe Prestasi, sebuah program bantuan pendidikan yang menyasar anak-anak berprestasi dari keluarga pra-sejahtera di Kecamatan Batangtoru, Muara Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kota Padangsidimpuan. Sejak diluncurkan, program ini telah membantu ribuan pelajar dari jenjang SD hingga perguruan tinggi.
“Melalui beasiswa ini, kami ingin menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan mendorong lahirnya generasi muda yang berkualitas dan kompetitif,” ujar Christine.
Ia menambahkan, program ini juga berhasil menurunkan angka putus sekolah dan meringankan beban ekonomi keluarga.
Di bidang kesehatan, PTAR menginisiasi Program Pelayanan Kesehatan Terpadu, yang memberikan layanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif kepada masyarakat tanpa memandang status sosial. Program ini menyasar segala usia dan dilaksanakan melalui posyandu binaan serta kunjungan rumah.
Hasilnya, kunjungan ke posyandu meningkat 65,37 persen, sementara sebanyak 70 kader dari 14 desa binaan telah menerima pelatihan dan pendampingan.
“Hingga kini, layanan kunjungan rumah telah menjangkau lebih dari 9.500 masyarakat,” tambah Christine.
Pelestarian Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi
Tak hanya menyasar aspek sosial, PTAR juga aktif dalam pelestarian lingkungan. Melalui program Revitalisasi Lubuk Larangan, PTAR berupaya menjaga keanekaragaman hayati sungai, melindungi budaya lokal, sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi desa. Program ini menjadi simbol kolaborasi antara masyarakat dan perusahaan dalam menjaga ekosistem sungai berbasis kearifan lokal.
Sementara dalam bidang ekonomi, PTAR menjalankan berbagai program penguatan ekonomi lokal seperti pengembangan koperasi, pelatihan usaha, hingga penguatan UMKM melalui Bagas Silua, pusat oleh-oleh yang menjadi simpul hilirisasi produk unggulan masyarakat Tapsel.
Program lain yang mendapat perhatian adalah Petani Aktor Milenial (PAM), yang bertujuan meningkatkan kompetensi dan pendapatan petani muda. PTAR membekali para petani milenial dengan pelatihan teknis, manajerial, serta akses pasar agar dapat bersaing secara produktif.
“Kami tidak hanya memberikan bantuan, tapi juga menanamkan semangat kemandirian. Target kami adalah menciptakan masyarakat yang berdaya dan mampu mengelola sumber dayanya sendiri,” tegas Christine.
Mewujudkan Pertambangan Berkelanjutan
PTAR memegang teguh prinsip bahwa bisnis pertambangan harus dijalankan secara selaras dan seimbang antara aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan pencapaian ekonomi. Komitmen ini diwujudkan dalam strategi *Public Contribution yang berlandaskan pada 8 pilar Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana diatur dalam Kepmen ESDM No. 1824 K/30/MEM/2018.
“Visi kami adalah menjadi perusahaan tambang emas berkelas dunia yang berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa setiap aktivitas perusahaan turut berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat dan pelestarian alam,” pungkas Christine.
Melalui berbagai program tersebut, PTAR menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial bukan sekadar kewajiban, tetapi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun relasi harmonis dengan masyarakat dan menciptakan warisan positif bagi generasi mendatang.
