TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bukan Sekadar Filantropi, TJSL PLN UIW Babel Selaras dengan Strategi Bisnis Berkelanjutan

Abdullah Suntani
2 May 2025 | 14:19
rubrik: CSR, Event
Bukan Sekadar Filantropi, TJSL PLN UIW Babel Selaras dengan Strategi Bisnis Berkelanjutan

Jakarta, TopBusiness – PT PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung (UIW Babel) terus menunjukkan komitmennya dalam mengelola Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR sebagai strategi bisnis berkelanjutan. Program-program TJSL dirancang untuk memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi masyarakat tetapi juga bagi keberlangsungan operasi PLN.

Selama satu setengah tahun terakhir, manajemen PLN UIW Babel telah mengevaluasi dan melanjutkan program-program CSR yang telah dirintis sejak tahun 2023 dan akan berlanjut hingga 2025. 

“Kami sendiri sebenarnya mengelola TJSL ini dalam penugasan korporasi kurang lebih satu setengah tahun. Kami sudah menyaksikan dan mengevaluasi program-program yang sudah dilaksanakan oleh pendahulu kami sejak tahun 2023 dan yang akan kami laksanakan di 2025,” ungkap Anton Wahyu Utomo Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum saat mengawali presentasi TOP CSR Awards 2025 secara daring, Rabu (30/4/2025).

Mengusung tema PLN UIW Babel Berdaya Menyalakan Kehidupan dan Menguatkan Bangsa, sebagai bagian dari strategi komunikasi perusahaan untuk membangun citra positif di tengah tantangan geografis wilayah kepulauan yang cukup terisolasi.

“PLN, khususnya di Bangka Belitung, bisa mengambil peran yang dirasakan langsung oleh masyarakat, pemerintah daerah, Forkopimda, dan institusi lainnya. Mereka bisa merasakan bahwa PLN selama ini hadir cukup aktif dengan program-program CSR yang kami gagas,” katanya.

Berbeda dari pandangan konvensional terhadap CSR, PLN UIW Babel melihat TJSL sebagai bagian dari strategi korporasi untuk mendukung target jangka panjang, seperti pencapaian net zero emission dan peningkatan nilai ekonomi.

“CSR ini tidak kami maknai sebagai kegiatan filantropi, tetapi secara clear and clean merupakan strategi yang mendukung keberlanjutan bisnis dan target jangka panjang perusahaan,” tegas Anton.

BACA JUGA:   Pertamina Patra Niaga Tuban Hadirkan Inovasi Kampung Eco Briket Sebagai Program CSR Unggulan

Masih menurut Anton, program TJSL diarahkan untuk mengelola risiko sosial, memperkuat legitimasi operasional, dan memberi manfaat ekonomi bagi perusahaan serta masyarakat. Salah satu indikator keberhasilan CSR ini adalah peningkatan kualitas hidup yang berdampak pada peningkatan konsumsi listrik masyarakat.

“Ada juga value yang bisa diterima oleh PLN ketika program-program TJSL yang kami susun dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat atau perekonomian Kepulauan Bangka Belitung. Pada akhirnya ini akan meningkatkan porsi belanja listrik, yang tentu saja kembali kepada PLN,” bebernya.

Enam Program CSR Unggulan

Dalam presentasinya, Anton juga memaparkan secara komprehensif ragam inisiatif unggulan yang telah dilakukan. Seluruh program TJSL PLN Babel dikelompokkan ke dalam tiga klaster besar, yakni Energi Hijau dan Lingkungan Berkelanjutan, Pemberdayaan Ekonomi Komunitas dan UMK, serta Ketahanan Sosial, Edukasi, dan Penanggulangan Bencana.

Tak hanya itu, keseluruhan program dirancang selaras dengan Asta Cita Presiden dan 17 Program Prioritas Prabowo–Gibran yang relevan dengan konteks daerah.

“Kami membuat tabel keselarasan antara Asta Cita Presiden, 17 Program Prioritas Prabowo-Gibran, dan program CSR PLN Bangka Belitung. Contohnya meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif serta ekonomi digital dengan program penguatan UMKM dan koperasi, pengembangan pariwisata, dan ekonomi kreatif. Program-program ini sudah berjalan sejak 2023 dan akan berlanjut hingga 2025,” papar Anton.

Sebagai bagian dari upaya strategis mendukung keberlanjutan bisnis sekaligus peningkatan kualitas hidup masyarakat, PLN UIW Babel memprioritaskan enam program CSR unggulan. Program-program ini mewakili tiga klaster besar TJSL PLN, yaitu energi hijau dan lingkungan berkelanjutan; pemberdayaan ekonomi komunitas dan UMK; serta ketahanan sosial, edukasi, dan penanggulangan bencana.

Sekolah Alam

BACA JUGA:   TJSL Pelindo Multi Terminal Mengacu ISO 26000 dan ESG, Ini Contohnya

Program ini berfokus pada penguatan kapasitas pendidikan masyarakat melalui penyediaan alat-alat edukasi luar ruang di sekolah alam. Sekolah ini menjadi pelopor di Bangka dan Belitung, terutama karena minimnya ruang publik dan tempat bermain anak.

“Sekolah alam ini jadi pelopor di Bangka dan Belitung. Ruang publik dan bermain anak masih terbatas, jadi fasilitas ini bisa disewakan untuk sekolah lain juga,” jelasnya.

Program ini tidak hanya mendukung pendidikan anak-anak, tetapi juga berfungsi sebagai fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan lintas sekolah di wilayah sekitar.

 Konversi Motor Listrik untuk SMK

PLN UIW Babel juga mendorong transformasi energi dengan membina siswa-siswi SMK agar memiliki kompetensi dalam mengonversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik. Program ini telah menghasilkan bengkel konversi di wilayah Bangka Belitung.

“Membina SMK agar memiliki kompetensi konversi kendaraan konvensional ke listrik. Sudah ada bengkel konversi di Bangka Belitung. Meski program TJSL selesai di 2024, pembinaan dilanjutkan oleh bidang niaga. Ada kolaborasi antar-SMK untuk berbagi ilmu,” tambah Anton.

Langkah ini dinilai penting untuk mendukung agenda nasional elektrifikasi transportasi dan membangun SDM unggul di bidang energi terbarukan.

Sentra Budidaya Ikan Berbasis Komunitas (Bioflok)

Memanfaatkan lahan bekas tambang timah, PLN menginisiasi budidaya ikan berbasis sistem bioflok, metode efisien dan ramah lingkungan. Tantangan terbesarnya adalah mengubah pola pikir masyarakat yang sebelumnya bergantung pada sektor pertambangan.

Program ini sekaligus menjadi bentuk rehabilitasi lahan pascatambang dengan pendekatan ekonomi berkelanjutan.

Pemanfaatan FABA: Limbah Menjadi Berkah

FABA (Fly Ash Bottom Ash), limbah hasil pembakaran batubara, dimanfaatkan untuk membuat pupuk dan bahan bangunan seperti batako serta sarana publik seperti posyandu. Program ini dijalankan bersama komunitas lokal dan TNI AD.

BACA JUGA:   Berkat HCI, Kinerja dan Inovasi Perumda Air Minum Tirta Merapi Melesat

“Digunakan untuk pupuk dan bangunan (batako, posyandu). Program ini dilakukan bersama komunitas dan TNI AD. Meski masih terbatas, distribusinya sudah menjangkau beberapa komunitas.” Ungkap Anton.

Meski distribusinya belum masif, manfaatnya telah dirasakan langsung oleh komunitas penerima.

Hidroponik dan Dryer di Kampung Bahari Nusantara

Program ini menggabungkan pertanian modern dengan pengolahan hasil laut. Mesin dryer atau pengering ikan sangat membantu nelayan dalam pengawetan hasil tangkapan.

“Dryer sangat membantu pengawetan ikan. Program ini kolaborasi dengan Angkatan Laut dan berpotensi berlanjut ke pembangunan rumpon (terumbu karang buatan) di tahun 2025.” Ucapnya.

Kolaborasi ini juga memperkuat integrasi antara sektor energi dan kemaritiman untuk pembangunan wilayah pesisir.

HPLN (House of PLN) UMK Center

Program ini menjadi sarana promosi dan penjualan produk UMK lokal, mulai dari makanan hingga kerajinan. HPLN merupakan satu dari hanya tiga pusat UMK di Bangka Belitung, berdampingan dengan milik Timah dan Rumah BUMN Telkom.

“Menjadi tempat promosi dan penjualan produk UMK lokal. Terdapat katalog dan display produk, mulai dari makanan hingga kerajinan. Terakhir tercatat transaksi hingga Rp200 juta.”

Ke depan, program ini akan diperkuat dengan pelatihan pengemasan dan branding agar produk lokal bisa bersaing di pasar nasional.

Program-program ini mencerminkan pendekatan PLN UIW Babel yang tidak hanya responsif terhadap kebutuhan masyarakat, tetapi juga selaras dengan agenda pembangunan nasional dan visi perusahaan untuk bisnis berkelanjutan.

“Kami perlu memastikan bahwa CSR atau TJSL yang kami bangun ini bisa berdampak pada creating value. Salah satunya adalah peningkatan kemampuan perekonomian masyarakat Bangka Belitung,” pungkasnya.

Tags: PLN UIW BabelPT PLN Unit Induk Wilayah Bangka BelitungTOP CSR Awards 2024TOP CSR Awards 2025
Previous Post

Pendapatan MNC Land Naik 32%

Next Post

PT KIW Gunakan Pendekatan ESG untuk Hadirkan CSR Berkelanjutan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR