Jakarta, BusinessNews Indonesia—Kepedulian kepada sesama yang sedang mengalami kesulitan merupakan tanggung jawab kita semua. Sikap peduli kepada sesama yang menjadi korban bencana alam merupakan kewajiban warga negara, apalagi Indonesia merupakan wilayah rawan bencana, terutama bencana akibat aktivitas gunung berapi, karena di Indonesia terdapat ratusan titik gempa dan gunung berapi.
Gunung Agung di Bali telah ditingkatkan statusnya, dari level III (siaga) menjadi level IV (awas) pada 22 September lalu. Untuk mengantisipasi letusan gunung berapi, pemerintah mengosongkan wilayah dengan radius 12 kilometer dari puncak gunung. Lebih dari 34 ribuwarga harus mengungsi ke posko pengungsian yang tersebar di 238 titik, baik itu posko mandiri yang didirikan warga maupun posko pemerintah. Dalam kondisi darurat, para warga yang berada di lokasi pengungsian membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
Menyikapi situasi genting seperti ini, PT Monex Investindo Futures cabang Denpasar bersikap proaktif. Dalam siaran pers yang diterima oleh Majalah BusinessNews Indonesia (3/10/2017), Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Monex cabang Denpasar turut memberikan perhatian kepada para pengungsi dengan mengirimkan sejumlah bantuan. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan untuk dapur umum seperti kompor gas, alat memasak (panci, penggorengan, dan penanak nasi), dan bumbu dapur. Kebutuhan lain yang diperlukan pengungsi seperti perlengkapan mandi, masker dan obat-obatan juga turut diberikan.
Bantuan yang diserahkan pada tanggal 29 September 2017 lalu, disalurkan di 2 titik pengungsian yaitu di daerah Bon Dalam, Kabupaten Singaraja dengan jumlah pengungsi 800 jiwa dan di daerah Les, Kabupaten Singaraja, dengan jumlah pengungsi lebih dari 4000 jiwa. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh pimpinan dan staf dari Monex Denpasar.
Monex berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi para pengungsi dan terus berdoa agar kondisi tanggap darurat di sekitar wilayah Gunung Agung dapat segera berakhir dan para pengungsi dapat kembali pulang ke rumah beraktivitas seperti biasa.
