Jakarta, TopBusiness—Rumah123 Flash Report Juni 2025 mengungkapkan bahwa indeks harga rumah seken di 13 kota besar Indonesia mengalami pertumbuhan tipis sebesar 1,2% secara tahunan. Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, menjelaskan, “Sebanyak sembilan dari 13 kota mencatatkan kenaikan harga secara tahunan (year-on-year) dengan pertumbuhan tertinggi terjadi di Yogyakarta.”
Dalam laporan riset yang diterima Redaksi Majalah TopBusiness (25/6/2025), ia menjelaskan bahwa pertumbuhan di Yogyakarta sebesar 10,6%. Lantas diikuti Denpasar (7,8%), Makassar (7,6%), Semarang (7,2%), Tangerang (2,5%), dan Depok (2%).
Sementara itu, di tengah tren kenaikan harga secara tahunan di berbagai kota, Surabaya justru mencatatkan penurunan harga secara year-on-year yang berlangsung konsisten sejak Desember 2024.
“Rentang penurunan tercatat antara -1,7% pada Januari 2025 hingga -0,4% pada Maret 2025.,” kata Marisa lagi.
Sementara itu, dari sisi pertumbuhan harga tahunan, ada tujuh kota yang mencatatkan kenaikan harga rumah lebih tinggi dari laju inflasi nasional yang berada di angka 1,60%. Peringkat teratas diduduki oleh Yogyakarta (+8,7%), disusul oleh Makassar (+5,6%), Semarang (+5,5%), Denpasar (+5,3%), Medan (+1,1%), Tangerang (+1,0%), dan Depok (+0,4%).
Kenaikan indeks harga yang melampaui indeks inflasi menegaskan daya tarik kota-kota seperti Yogyakarta, Makassar, dan Denpasar sebagai pasar properti seken yang prospektif.
“Bagi pelaku industri, tren ini menjadi peluang mengembangkan bisnis properti di lokasi yang terus menunjukkan performa positif. Sementara bagi konsumen, terutama pencari hunian, kondisi ini dapat menjadi sinyal untuk mempertimbangkan pembelian lebih awal sebelum harga bergerak naik,” tutup Marisa.
