Jakarta, BusinessNews Indonesia—Untuk era baru industri konstruksi Indonesia, 8-10 November 2017, akan digelar konvensi, temu bisnis, serta pameran peralatan konstruksi Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC). Di situ, akan adai 300 perusahaan nasional dan global dengan keungulan teknologi terkini, serta juga 34 workshop tentang proyek, inovasi teknologi dan smart city. Juga ada pertemuan dengan lembaga pembiayaan lokal dan global.
Plt. Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Danis Sumadilaga menyatakan, di Jakarta (26/10/2017) dalam konferensi pers, pameran itu dirancang sebagai jembatan bagi beragam elemen di sektor konstruksi. Itu adalah pihak kontraktor swasta, pemerintah, BUMN, akademisi, dan masyarakat luas, dan mereka bisa berbisnis dan berdiskusi sekaligus mendorong perkembangan industri konstruksi yang potensial.
“Konstruksi Indonesia 2017 dan The Big 5 Construct Indonesia 2017 dihelat bersamaan dengan Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2017. Hal ini menjadikankan ajang tersebut sebagai salah satu pameran dan konferensi konstruksi infrastruktur terbesar di tanah air,” tegas Danis.
“Sumber daya konstruksi di sini meliputi usaha pemasok bahan bangunan atau pun material, usaha pemasok peralatan konstruksi, usaha pemasok teknologi konstruksi, dan usaha pemasok tenaga kerja konstruksi,” lanjut Danis.
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I) Wilfred A. Singkali menjelaskan, ajang ini akan diikuti oleh lebih dari 300 perusahaan terbaik di sektor konstruksi infrastruktur, baik lokal maupun Internasional, dengan memamerkan beragam produk peralatan serta teknologi konstruksi terbaru yang inovatif, hingga jasa konstruksi.
Pameran ini juga menghadirkan 34 workshop CPD (Continuous Professional Development) bersertifikat gratis, yang berfokus pada berbagai topik pendidikan penting.
Manajemen proyek, inovasi-teknologi, dan smart city, adalah tema utama, yang akan membantu profesional industri mengembangkan keterampilan dan pengetahuan di bidang yang sangat penting bagi kesuksesan bisnis di masa depan.
