TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dari Risiko ke Keberlanjutan: Cara BJB Syariah Menaklukkan Tantangan Lewat GRC

Abi Abdul Jabbar Sidik
18 July 2025 | 14:53
rubrik: Event, GCG
Dari Risiko ke Keberlanjutan: Cara BJB Syariah Menaklukkan Tantangan Lewat GRC

Jakarta, TopBusines – Dalam dunia perbankan syariah yang semakin kompetitif, PT Bank Jabar Banten Syariah (Bank BJB Syariah) tampil sebagai salah satu pionir dalam penerapan sistem Governance, Risk, and Compliance (GRC) yang terintegrasi dan adaptif. Melalui pendekatan menyeluruh dalam tata kelola, manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap regulasi, bank ini membuktikan bahwa GRC bukan hanya sekadar formalitas, tetapi kunci ketahanan dan keberlanjutan bisnis.

Komitmen tersebut ditegaskan Direktur Kepatuhan Bank BJB Syariah, Anwar Munawar, dalam sesi wawancara penjurian ajang bergengsi TOP GRC Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business secara daring, Jumat (18/7/2025).

“Kami percaya bahwa GRC bukanlah penghambat inovasi, justru sebaliknya, ia adalah pengarah yang memastikan setiap langkah bisnis sesuai dengan prinsip legal, etis, dan syar’i,” ujar Anwar Munawar.

Anwar menuturkan bahwa dalam menjalankan komitemen GRC, BJB Syariah telah membangun strategi bisnis jangka menengah hingga panjang dalam tiga tahap:

  1. Business Foundation Development (2024–2025)
    Fokus utama adalah membangun pondasi organisasi melalui penguatan struktur internal, pengembangan SDI (Sumber Daya Insani), serta implementasi GRC dan digitalisasi sistem internal.
  2. Business Scale-up (2026–2027)
    Setelah mencapai Tingkat Kesehatan Bank (TKB) II, BJB Syariah akan mengakselerasi penyaluran pembiayaan komersial dan produktif, memperbesar CASA, dan mengoptimalkan efisiensi operasional.
  3. Business Expansion (2028)
    Ekspansi skala besar akan dilakukan dengan memperluas pangsa pasar, kemungkinan unifikasi dengan induk usaha (BJB), dan memperkuat posisi BJB Syariah sebagai anchor bagi Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Pembangunan Daerah (BPD).

GRC Bukan Hanya Sekadar Laporan

Berbeda dengan banyak institusi keuangan yang menjadikan GRC sebagai pelengkap laporan tahunan, BJB Syariah menginternalisasi praktik ini ke seluruh lini operasional.

BACA JUGA:   CSR Bikin Bisnis Hakaaston Menjadi Berkualitas

“Tata kelola itu bukan sekadar laporan tahunan. Ini soal bagaimana kita menjaga amanah dan membangun kepercayaan dalam jangka panjang,” tegas Anwar.

Untuk itu, kata Anwar implementasi sistem Good Corporate Governance (GCG) menjadi instrumen yang amat penting bagi BJB Syariah untuk mewujudkan GRC terintegrasi. Dalam Hal ini sistem GCG Bank BJB Syariah telah dinilai secara internal dan eksternal, dengan skor meningkat dari 3 menjadi 2 pada semester II tahun 2024—menandakan perbaikan signifikan. Acuan ISO 37000:2021 pun mencatat skor tata kelola organisasi sebesar 83,75, masuk dalam kategori “baik”.

Bank ini juga mengaktifkan sistem Whistleblowing System (WBS) yang memungkinkan pelaporan dugaan kecurangan, korupsi, atau penyimpangan lainnya secara transparan dan rahasia.

Dalam hal Compliance (Kepatuhan), Divisi Kepatuhan BJB Syariah memegang peranan sentral dalam menjamin kesesuaian praktik bisnis dengan peraturan OJK dan prinsip-prinsip syariah. Menariknya, bank ini merupakan pelopor penerapan ISO 37301:2021 sebagai sistem manajemen kepatuhan komprehensif di sektor perbankan syariah Indonesia.

Kebijakan kepatuhan tak hanya terbatas pada aturan internal, tetapi juga meliputi sistem anti-suap (ISO 37001:2016), kontrol gratifikasi, anti pencucian uang (APUPPT), hingga manajemen risiko digital.

Seluruh kebijakan tersebut diintegrasikan dalam Portal Kepatuhan yang dapat diakses seluruh pegawai. Sosialisasi nilai-nilai kepatuhan dilakukan melalui e-learning, seminar, hingga kampanye visual di media sosial.

Sementara dalam manajemen risiko, BJB Syariah mengusung model Three Lines of Defense:

  • Lini Pertama (Risk Taking Unit): Penanggung jawab mitigasi risiko operasional.
  • Lini Kedua (Divisi Manajemen Risiko dan Kepatuhan): Evaluasi atas efektivitas pengendalian risiko.
  • Lini Ketiga (Internal Audit): Audit independen dan pengawasan berkala.

Penilaian Risk Maturity Index (RMI) menempatkan bank ini pada fase berkembang (+) dengan skor 2,5. Artinya, struktur manajemen risiko bank telah masuk pada jalur yang benar menuju praktik terbaik.

BACA JUGA:   Indocement Terus Perkuat Penggunaan Alternative Fuel

Sistem manajemen risiko telah sepenuhnya terdigitalisasi, termasuk integrasi data demografi nasabah, Vintage Analysis, dan Root Cause Credit Risk. Bank juga menerapkan sistem mitigasi risiko TI terhadap potensi serangan siber secara proaktif.

Sinergi Digital dan GRC: Kekuatan Baru BJB Syariah

Anwar menyebut digitalisasi menjadi salah satu kunci utama keberhasilan penerapan GRC di BJB Syariah. Beberapa aplikasi andalan mencakup:

  • SIWASKAT – Sistem pengawasan internal berbasis digital.
  • Portal Kepatuhan – Platform integrasi dokumen dan laporan GRC.
  • APUPPT App – Aplikasi anti pencucian uang.
  • Whistleblowing Web-based System – Pelaporan pelanggaran anonim.
  • Mobile Appraisal – Penilaian aset berbasis mobile.

“Kami membangun sistem digital bukan hanya untuk efisiensi, tapi untuk memastikan semua proses berjalan real-time dan bisa dimonitor dari mana saja,” ujar Anwar.

Inovasi ini membuahkan hasil nyata. Pada tahun 2024, Bank BJB Syariah menyabet dua penghargaan bergengsi: Top Digital Implementation Award dan Indonesia Best Bank for Digital Innovation.

Kinerja Keuangan: Stabil di Tengah Tantangan

Meskipun menghadapi tantangan efisiensi, namun melalui implementasi GRC yang terukur dan terintegrasi BJB Syariah berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 3 persen, dari Rp58,52 miliar menjadi Rp60,27 miliar pada 2024.

Pendapatan bagi hasil naik 5,87 persen, sementara fee-based income melonjak 23,7 persen. Total aset tumbuh 7,14 persen menjadi Rp14,62 triliun. Pembiayaan naik 11,6 persen menjadi Rp9,80 triliun, lebih tinggi dari rerata nasional industri syariah.

Namun, ada tantangan tersendiri di sisi efisiensi:

  • BOPO meningkat ke 93,14 persen (2024), dari 92,31 persen (2023).
  • Net Operating Margin (NOM) turun dari 0,66 persen menjadi 0,32 persen.
  • NIM turun dari 5,08 persen ke 4,73 persen.
  • NPF gross naik ke 3,65 persen dari 3,35 persen.
BACA JUGA:   Bangun Masa Depan Energi Hijau, PT TGI Tancap Gas dengan Tata Kelola GRC Terintegrasi

Walaupun demikian, Capital Adequacy Ratio (CAR) tetap solid di angka 18,7 persen, di atas ketentuan regulator.

Dalam dokumen Arahan Direksi Tahunan (ADT) 2024, GRC disebut sebagai penguat utama dalam pengembangan ekosistem syariah dan penguatan kinerja pembiayaan. Bank juga tengah menyiapkan rencana IPO dan penerbitan sukuk subordinasi sebagai strategi pembiayaan masa depan.

BJB Syariah bahkan aktif menyalurkan dana FLPP untuk sektor perumahan rakyat dan mencatatkan posisi teratas secara nasional dalam kategori bank pembangunan daerah syariah.

“Kami ingin menjadi bank syariah yang tak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi umat dan bangsa,” pungkas Anwar.

Tags: BJB SyariahPT Bank Jabar Banten SyariahTOP GRC Awards 2025
Previous Post

JAST Klaim Jadi Penyedia Solusi Telekomunikasi Berizin di Tengah Regulasi VoIP Diperketat

Next Post

Pengukuhan Prof. Dr. Ariawan Gunadi Sebagai Profesor di Bidang Hukum Internasional Asean University International – Malaysia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR