TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bangun Masa Depan Energi Hijau, PT TGI Tancap Gas dengan Tata Kelola GRC Terintegrasi

Busthomi
12 August 2025 | 16:48
rubrik: Event, GCG
Bangun Masa Depan Energi Hijau, PT TGI Tancap Gas dengan Tata Kelola GRC Terintegrasi

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Dalam upaya memperkuat posisinya sebagai perusahaan transportasi gas terkemuka di Indonesia, PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) atau Transgasindo semakin agresif menerapkan tata kelola perusahaan berbasis prinsip GRC (Governance, Risk, and Compliance). Bahkan, TGI pun sudah menjalankannya secara terintegrasi.

Langkah ini menjadi bagian integral dari transformasi strategis perusahaan menuju penyedia energi terintegrasi yang andal dan berkelanjutan.

TGI merupakan anak usaha dari PT Pertamina Gas Negara Tbk (IDX: PGAS) yang bergerak di bidang transmisi gas alam. Perusahaan yang didirikan pada 2002 itu, memiliki hampir dua dekade pengalaman dalam transmisi gas bumi, yang andal dan terpercaya untuk kebutuhan domestik dan ekspor.

TGI mengembangkan strategi transformasi bisnis yang fleksibel dan adaptif. Salah satunya dengan beroperasinya Mercury Removal Unit (MRU) pada tahun 2024 serta pelaksanaan joint study mengenai pengembangan green energy dimulai tahun 2024.

Meskipun menghadapi tantangan, Perusahaan tetap menunjukkan kinerja operasional dan keuangan yang solid, berkomitmen untuk masa depan yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan kali ini, melalui presentasi penjurian TOP GRC Awards 2025, TGI mengusung tema “Sustaining the Journey, Energizing the Future through GRC.” Dengan tema ini, TGI menekankan pentingnya GRC sebagai fondasi dalam setiap aspek bisnisnya.

Dalam pemaparan tersebut, Emil Ismail – Corporate Secretary Manager mengatakan, transformasi bukan sekadar jargon, melainkan telah terimplementasi dalam struktur organisasi, strategi bisnis, hingga budaya kerja.

“Prinsip GRC kami jadikan panduan utama dalam melangkah, baik dalam pengembangan bisnis, pengelolaan risiko, maupun memastikan kepatuhan yang mendukung keberlanjutan,” ujar Emil, dalam penjurian tersebut, Jumat (8/8/2025).

Transisi ke Energi Bersih

TGI yang awalnya berfokus pada transportasi gas bumi kini mulai mengembangkan sayapnya ke energi baru terbarukan (EBT).

Untuk itu, sejumlah studi dan kolaborasi telah dimulai, termasuk pengembangan biometan, hidrogen, hingga pemanfaatan solar PV. Upaya ini merupakan jawaban terhadap tantangan cadangan gas yang kian menurun dan tuntutan industri untuk beralih ke energi bersih.

BACA JUGA:   Patra Drilling Contractor Nilai CSR Memang harus Dilaksanakan

Namun demikian, perusahaan menyadari bahwa transformasi tidak bisa dilakukan secara agresif tanpa kalkulasi.

“Kami tetap mengedepankan kekuatan bisnis utama, sambil menjajaki bisnis baru dengan pendekatan sinergis dan kolaboratif bersama pemegang saham maupun mitra strategis,” jelas dia lagi.

Implementasi GRC Terintegrasi

Dalam kesempatan yang sama, Akbar Tanjung – RMCG Manager mengatakan, dalam aspek Governance, TGI mengadopsi prinsip tata kelola yang mengacu pada regulasi terbaru, termasuk Peraturan Menteri BUMN No. 2 Tahun 2023.

Meskipun bukan BUMN, TGI menilai standar ini relevan dan aplikatif dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di level strategis hingga operasional.

Perusahaan juga telah membentuk komite audit dan manajemen risiko di bawah Dewan Komisaris serta menempatkan fungsi-fungsi kunci seperti legal, risk management, dan HSSE di bawah Presiden Direktur.

Di bidang Risk Management, TGI membagi pengelolaan risiko menjadi empat kategori utama: risk governance, operational risk, project risk, dan strategic risk initiative. Semua ini dikelola dengan pendekatan berbasis ISO dan best practice internasional.

Budaya sadar risiko juga mulai dibangun di seluruh level organisasi melalui pelatihan dan integrasi ke dalam sistem kerja.

Sementara dari sisi Compliance, perusahaan masih dalam tahap finalisasi sertifikasi sistem manajemen kepatuhan.

Namun sejumlah instrumen telah diberlakukan, seperti kebijakan anti-penyuapan, daftar regulasi yang terus diperbarui, serta proses legal opinion untuk seluruh kegiatan strategis. Audit internal dan eksternal dilakukan secara berkala hingga 16 kali setahun guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan standar internal.

“GRC telah berevolusi dari fungsi kepatuhan defensif menjadi pendorong strategis yang mendorong ketahanan organisasi dan menciptakan keunggulan kompetitif, khususnya sebagai pendorong penyelarasan lintas sektor,” ungkap dia.

Dalam implementasi GRC Terintegrasi ini, lanjut Akbar, dibagi dalam tiga lapis. Untuk Lapis Pertama, dilaksanakan oleh masing-masing Departemen, untuk, pertama, memastikan adanya control environment yang kondusif melalui pelaksanaan kebijakan GRC manajemen risiko serta mempertimbangkan faktor risiko dalam keputusan dan tindakan yang dilakukannya. Kedua, pelaksanaan pengendalian internal yang efektif dan juga adanya pemantauan dan transparansi terhadap efektifitas pengendalian internal tersebut.

BACA JUGA:   “Cegah Korupsi dengan Pendekatan GRC”

Untuk Lapis Kedua, dilaksanakan oleh Departemen Corporate Secretary, RMCG, Legal, dan HSSE. Pertama, bertanggung jawab dalam mengembangkan dan memantau implementasi GRC perusahaan secara keseluruhan; kedua, melakukan pengawasan terhadap fungsi bisnis dalam koridor kebijakan GRC salah satunya melalui standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.

Dan untuk Lapis Ketiga, dilaksanakan oleh Departemen Audit Internal. Pertama, melakukan reviu dan evaluasi terhadap rancang bangun dan implementasi internal control secara keseluruhan. Kedua, memastikan fungsi Lapis Pertama dan Lapis Kedua berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Capaian Kinerja

Komitmen kuat terhadap GRC telah membuahkan hasil. Dalam 4 tahun terakhir, skor GCG TGI meningkat signifikan dari 78 pada 2020 menjadi 96 pada 2024. Pada 2023 sebesar 93,98 dan 2024 meningkat menjadi 96,78.

Di sektor keuangan, pendapatan dan laba bersih tahun 2024 mengalami pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya. Kinerja operasional juga mencatat tingkat ketersediaan (availability) 100% untuk semua aset utama seperti pipa, kompresor, dan sistem SCADA.

“Untuk pengelolaan sistem pipa dan ketersediaan pasokan gas selama 5 tahun terakhir rata-rata di angka 100%,” ujarnya.

Adapun untuk Indeks HSEMS (Health, Safety and Environment Management System) SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) juga meningkat dari di tahun 2023 di angka 92,20 menjadi 94,57 di tahun 2024.

Yang menarik, lanjut dia, TGI juga telah merintis pengukuran emisi karbon dan gas rumah kaca, dan mencatat penurunan emisi sebesar 99% untuk CO₂, CH₄, dan NOx secara year-on-year. Hal ini menjadi bagian dari upaya menuju implementasi ESG yang terintegrasi dengan bisnis perusahaan.

“Jadi, TGI dapat mencapai zero LTI-Fatality dan jam kerja aman selama 33.872.818 jam dalam melaksanakan operasional usaha, serta tidak terdapatnya pencemaran lingkungan di atas ambang batas toleransi, serta tercapainya penurunan target total emisi, dimana sampai Juni 2025, total emisi terhitung sebesar 26.281,43 Ton CO2 eq atau sebesar45,5 % dari estimasi emisi tahun2025,” terang dia.

BACA JUGA:   FOTO - Peruri Bidik Pendapatan Bisnis Digital

Selain itu, TGI juga mampu menjaga kehandalan jaringan transmisi yang tercermin dari indicator gas supply & system availability yang mencatat rating 100% untuk seluruh indikator Gas Delivery, Pipeline, Compressor, Metering dan SCADA selama tahun 2024.

Kemudian, perusahaan juga berhasil mempertahankan kinerja dalam prespektif Keuangan dan GCG, pengelolaan pelanggan, proses internal serta pembelajaran dan pertumbuhan dalam Balanced scorecard perusahaan, serta mencapai target diatas yang ditetapkan. Pencapaian untuk tahun 2024 adalah 104.58%.

Dan keberhasilan GRC lainnya, TGI berhasil mempertahankan keberlakukan Sertifikat ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu), ISO 37001:2016 (Sistem Manajemen Anti Penyuapan), ISO 45001:2018 (Sistem Manajemen K3L) dan ISO 14001: 2015 ( Sistem Manajemen Lingkungan) dan pada saat ini TGI sedang mengembangkan implementasi Sistem Manajemen Kepatuhan sesuai ISO 37301:2021 serta implementasi sistem manajemen keberlangsungan bisnis sesuai ISO 22301:2019

Masa Depan Energi

Sebagai perusahaan dengan aset vital dan regulasi ketat, PT TGI menempatkan GRC bukan sekadar alat kontrol, tetapi sebagai sistem navigasi strategis untuk memastikan keberlanjutan usaha.

Dengan transformasi yang menyentuh struktur, sistem, hingga budaya organisasi, lanjut Emil, TGI menyiapkan diri menjadi pemain kunci dalam ekosistem energi bersih Indonesia. “Langkah ini bukan akhir, tapi baru permulaan. GRC akan terus menjadi kerangka kerja utama kami untuk mewujudkan visi sebagai penyedia energi terintegrasi dan andal,” tutup Emil.

Tags: PT Transportasi Gas IndonesiaTOP GRC Awards 2025
Previous Post

Implementasi GRC Jadi Senjata Jamkrida Jakarta Hadapi Tantangan Bisnis

Next Post

Penjualan Mobil ASII Meningkat, Ini Penyebabnya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR