Jakarta, TopBusiness – PT BPR Bahteramas Konawe (Perseroda) atau BPR Bahteramas Konawe tahun ini kembali menjadi Finalis atau kandidat meraih penghargaan TOP GRC Awards. Di keikutsertaannya yang pertama dalam TOP GRC Awards yaitu tahun 2024, BPR Bahteramas Konawe telah meraih penghargaan TOP GRC Awards Bintang 4 dan The Most Commited GRC Leader.
Tema TOP GRC Awards 2025 adalah “Resilience to Sustainability: Leading Through GRC”. Di mana Dewan Juri ingin mendalami, sejauh mana Sistem, Kebijakan, dan Infrastruktur terkait GRC, memiliki 3 hal utama/penting, yakni dapat bersifat Flexible, Adaptive, dan Proactive terhadap perubahan dan tantangan bisnis, agar perusahaan memiliki ketahanan dalam menghadapi perubahan dan dapat tumbuh berkelanjutan.
Tim dari BPR Bahteramas Konawe telah mengikuti sesi Wawancara Penjurian TOP GRC Awards 2025, secara online, Kamis, 17/07/2025 yaitu: Dr. Ahmat, SE, MM selaku Direktur Utama; Hardianto, SE., MM. selaku Manajer Pemasaran; dan Abd. Razak Yusuf.
Mereka membawakan materi presentasi berjudul “Menguatkan Ketahanan, Menumbuhkan Keberlanjutan: Tata Kelola, Risiko, dan Kepatuhan Sebagai Pilar Kepemimpinan” yang memaparkan penerapan GRC Terintegrasi di BPR Bahteramas Konawe, khususnya dalam 1 tahun terakhir.
Sementara bertindak selaku Dewan Juri TOP GRC Awards 2025: Dwinda Ruslan (Yayasan Pakem); Ben de Haan (Penasehat MSI Group); dan M. Lutfi Handayani (CEO MSI Group dan Pemred majalah Top Business.
Kepada Dewan Juri TOP GRC Awards 2025, Ahmat mengatakan bahwa melalui penerapan tata kelola yang baik dan transformasi digital, BPR Bahteramas Konawe dapat meningkatkan efisiensi, daya saing, dan kualitas layanan bagi nasabah.
Lebih lanjut, Hardianto memaparkan 4 capaian yang menonjol dan layak menjadi rujukan Pertama: adanya Dashboard GRC Terintegrasi untuk monitoring risiko, GCG, dan kepatuhan secara real-time. Kedua, konsisten penurunan Non Performing Loan (NPL) 0,5% dalam 3 tahun terakhir (2022, 2023, 2024).
Ketiga, kredit UMKM yang inklusif. Melayani lebih dari 600 pelaku UMKM dan 33% portofolio kredit produktif. Keempat, GRC Terintegrasi dalam strategi. “GRC menjadi bagian penting dan budaya kerja.
Semua capaian positif itu, lanjut Hardianto, diraih dengan menjalankan 4 strategi, pertama, penguatan tata kelola BPR (Good Corporate Governance – GCG). “Per Desember 2024, skor GCG BPR Bahteramas Konawe yaitu 2 (Baik),” ungkapnya. Juga menerapkan WBS dengan menyediakan nomor WA khusus dan pelapor dijamin kerahasian identitasnya.
Kedua, transformasi digital operasional BPR, antara lain menerapkan QRIS, kerja sama dengan Peruri, menyediakan sejumlah saluran digital di media sosial dan website.
Ketiga, peningkatan kinerja dan efisiensi bisnis BPR, seperti menetapkan KPI terkait pertumbuhan aset, efisiensi operasional, peningkatan nasabah, dan rasio NPL, dll.
Keempat, kolaborasi dan kemitraan strategis, dengan menjalin kemitraan dengan BPR dan lembaga untuk mendukung percepatan pelayanan.
“Kami telah melakukan survei kepuasan nasabah, dengan 393 responden dan 7 aspek yang diukur. Hasilnya, mayoritas responden menyatakan “Sangat Puas” dengan layanan yang kami berikan,” tutur Hardianto.
Atas Presentasi yang disampaikan dan tanya-jawab di sesi Pendalaman Materi, dewan juri pun memberikan apresiasi atas pencapaian BPR Bahteramas Konawe. Dalam sesi Nilai Tambah, mereka juga memberikan sejumlah saran dari aspek kinerja, layanan, tata kelola, pengelolaan GRC Terintegrasi dan digitalisasi.
TOP GRC Awards adalah kegiatan pembelajaran bidang Governance, Risk, & Compliance (GRC), sekaligus kegiatan pemberian penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai berhasil dalam mengimplementasikan GRC dalam meningkatkan kinerja bisnis yang berkelanjutan.
TOP GRC Awards, merupakan kegiatan penghargaan GRC tingkat nasional terbesar, diselenggarakan oleh majalah Top Business bekerjasama dengan Asosiasi GRC Indonesia, IRMAPA (Indonesia Risk Management Professional Association), ICoPI (Institute Compliance Professional Indonesia), PaGI (Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia).
Juga didukung oleh perusahaan konsultan GCG dan Manajemen Risiko, serta Manajemen Kepatuhan, antara lain: Sinergi Daya Prima, SGL Management, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis, serta sejumlah Staf Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Padjadjaran Bandung.
