Jakarta, TopBusiness – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengaku otimistis terhadap perekonomian nasional, kendati berkali-kali digoyang aksi demonstrasi beberapa hari lalu.
Hal ini, kata dia, tak lepas dari stabilitas fundamental ekonomi Indonesia yang masih kuat. Katanya, dengan fundamental ekonomi Indonesia yang masih kuat itu membuat pemerintah tetap optimis akan masa depan perekonomian nasiona. Apalagi memang, aksi demonstrasi yang memicu ketidakstabilan sosial politik tersehut di pekan lalu itu juga hanya bersifat jangka pendek.
“Dengan fundamental ekonomi yang solid, pemerintah yakin dinamika sosial-politik yang terjadi hanya bersifat jangka pendek. Untuk jangka menengah dan panjang, kami terus mendorong optimisme,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa (2/9/2025).
Airlangga pun membeberkan ketahanan ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat itu. Kata dia, pada kuartal II-2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,12%. Indeks PMI Manufaktur juga kembali ke level ekspansi dengan capaian 51,5.
Selain itu, kata Airlangga, cadangan devisa (cadev) per Juli juga masih relatif baik di angka US$ 152 miliar, dengan aktivitas ekspor-impor terjaga dan sistem perbankan nasional tetap sehat sehat.
“Juga koordinasi fiskal, moneter, serta sektor riil masih berjalan selaras. Jadi dengan fundamental yang kuat, volatilitas jangka pendek tidak akan mengganggu perencanaan ekonomi kita,” terang dia yakin.
Dengan kondisi tesebut, maka pertumbuhan ekonomi nasional masih berada dalam jalur positif. Hal ini juga tak lepas dari arahan dari Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah terus memperjuangkan kepentingan rakyat, termasuk kelompok kecil dan tertinggal, sekaligus menjaga persatuan nasional.
Di ajuga berharap agar emiten dan investor pasar modal tetap bersinergi menjaga kondisi pasar yang kondusif. Untuk itu, lanjutnya, untuk menciptakan sinrgi tersebut pemerintah pun berkomitmen untuk memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga.
