Jakarta, TopBusiness – PT Digital Mediatama Maxima Tbk (IDX: DMMX), salah satu perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia baru saja menggandeng organisasi massa Muhammadiyah untuk membentuk perusahaan patungan.
DMMX bekerja sama dengan Muhammadiyah mentransformasi model bisnis Muhammadiyah dan amal usaha Muhammadiyah ke dalam digital, teknologi, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
DMMX dan Muhammadiyah memiliki komitmen bersama untuk membangun ekosistem digital yang terintegrasi dan inovatif di seluruh Indonesia.
DMMX dan Muhammadiyah melalui Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) PT Surya Ahda Digital (SADIGI) membentuk perusahaan patungan (Joint Venture) yang diberi nama PT Surya Mediatama Maxima (SMMX).
Perusahaan patungan ini dibentuk bertujuan untuk mengakselerasi digitalisasi dan optimalisasi potensi ekonomi di dalam ekosistem Muhammadiyah, serta mengelola dan mengembangkan potensi ekonomi digital di lingkungan Muhammadiyah.
DMMX sendiri perusahaan teknologi yang berspesialisasi dalam solusi digital berbasis cloud dengan jangkauan luas di sektor ritel dan bisnis. Dalam ekspansi globalnya, DMMX menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan-perusahaan internasional, yang hingga saat ini telah menjangkau 22 negara, dengan potensi perluasan hingga 49 negara.
Nantinya, PT Surya Mediatama Maxima (SMMX) ini berfungsi sebagai motor penggerak inovasi digital yang sejalan dengan nilai-nilai kemajuan organisasi. SMMX dibentuk sebagai entitas bisnis yang dinamis dengan cakupan operasional yang sangat luas.
Perusahaan ini bergerak di berbagai sektor digital vital seperti digitalisasi industri, perdagangan, angkutan, dan jasa.
Fokus utamanya mengelola potensi jaringan bisnis yang sangat besar dalam ekosistem Muhammadiyah, mulai dari perdagangan hasil pertanian, produk konsumen, hingga industri pengolahan dengan kekuatan platform digital modern dan AI, termasuk pengembangan aplikasi e-commerce, portal web komersial, dan penerbitan perangkat lunak untuk memberdayakan seluruh jaringan usaha Muhammadiyah.
Melalui kemitraan strategis, SMMX mendukung digitalisasi ekosistem Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam progresif terbesar di dunia. Dengan basis penggerak total mencapai lebih dari 60 juta umat, yang mana 40 juta umat merupakan basis penggerak aktif.
Selain itu, melalui pencapaian tersebut, Muhammadiyah memberikan jangkauan manfaat kepada 200 juta jiwa secara global baik di Indonesia maupun luar negeri.
Muhammadiyah juga memiliki jaringan solid, antara lain, untuk layanan keagamaan mengelola lebih dari 6.270 masjid yang berfungsi sebagai pusat kegiatan agama, sosial, pendidikan, dan ekonomi. Di sektor Pendidikan ada 162 perguruan tinggi yang terdiri dari Universitas, Institut, Sekolah Pascasarjana, dan Akademi, 2.451 Sekolah Dasar, 1.599 SMP, 1.294 SMA/SMK, 444 Pesantren Modern (Boarding School), serta 15 Sekolah Khusus untuk anak berkebutuhan khusus.
Di layanan Kesehatan ada 457 rumah sakit dan klinik. Di layanan sosial ada 421 panti asuhan, 82 pusat disabilitas, 78 fasilitas layanan keluarga, 54 panti jompo, 38 layanan pemakaman, serta berbagai layanan sosial lainnya. Di economy dan entrepreneurship ada Baitut Tamwil Muhammadiyah (437 unit) dan Bank Syariah (762 unit). Selain itu, Muhammadiyah juga memiliki beragam unit usaha lain, termasuk hotel, properti, biro perjalanan, hingga pabrik.
Juga ada Women Movement Organisasi perempuan Muhammadiyah yang saat ini mengelola lebih dari 24.000 PAUD dan TK, sekolah, rumah sakit, panti asuhan, serta universitas di Yogyakarta, Surakarta, dan Bandung. Cabangnya juga ada di berbagai negara, termasuk Malaysia dan Mesir.
Dalam kerja sama ini, DMMX berperan sebagai penyedia teknologi dan infrastruktur digital. DMMX akan mengimplementasikan keahliannya dalam membangun platform digital yang terukur dan efisien untuk memberdayakan berbagai unit usaha di bawah naungan Muhammadiyah.
Direktur Utama DMMX, Budiasto Kusuma mengatakan, pihaknya sangat bangga dapat bekerja sama dengan Muhammadiyah melalui SADIGI. Ini adalah sebuah kehormatan dan juga peluang luar biasa.
Ekosistem Muhammadiyah memiliki potensi yang sangat besar, dengan 60 juta anggota dan ribuan lembaga yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Melalui SMMX, kami akan menyediakan tulang punggung teknologi yang dibutuhkan untuk membuka potensi tersebut, menciptakan efisiensi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis digital di dalam komunitas. Ini adalah wujud komitmen DMMX untuk mengembangkan bisnis digital secara bersama dengan Muhammadiyah dan mendukung digitalisasi di setiap lapisan Masyarakat,” ujar dia dalam keterangannya, dikutip Kamis (4/9/2025).
Mukhaer Pakkanna, Wakil Ketua Majelis Ekonomi dan Bisnis Pimpinan Pusat Muhammadiyah menambahkan, kerja sama ini merupakan langkah strategis Muhammadiyah dalam memperkuat transformasi digital yang berbasis pada nilai kebermanfaatan.
“Melalui SMMX, kami ingin memastikan agar digitalisasi tidak hanya mendorong efisiensi dan transparansi, tetapi juga memberikan nilai tambah nyata bagi umat, khususnya dalam peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial. Dengan memanfaatkan teknologi modern dan AI, Muhammadiyah berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam membangun kemandirian umat sekaligus memperkokoh peran Muhammadiyah dalam kemajuan bangsa,” ucapnya.
Setiawan Budi Darsono, Direktur PT Surya Ahda Digital, menegaskan, “Kemitraan dengan DMMX adalah langkah strategis bagi kami untuk mewujudkan visi Muhammadiyah sebagai organisasi yang modern dan berkemajuan.”
Kata dia, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan kesejahteraan umat dan mengoptimalkan pengelolaan aset-aset perusahaan.
“Dengan keahlian DMMX di bidang teknologi dan pemahaman mendalam kami tentang ekosistem digital, kami yakin SMMX akan menjadi katalisator perubahan positif dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota dan amal usaha Muhammadiyah,” katanya.
Didik Meiko, Direktur Utama PT Surya Mediatama Maxima (SMMX), mengungkapkan kebahagiaannya. Kata dia, DMMX dan Muhammadiyah memastikan bahwa solusi digital yang dikembangkan selaras dengan kebutuhan dan nilai-nilai komunitas, serta memfasilitasi adopsi teknologi di seluruh jaringan amal usaha Muhammadiyah.
Kerja sama strategis ini diharapkan dapat memberikan dampak transformasi bagi Muhammadiyah dalam jangka panjang. Dengan mendigitalisasi aset dan jaringan usahanya, Muhammadiyah dapat menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan amal usaha, serta memberikan layanan yang lebih baik dan modern bagi anggotanya.
“Langkah ini akan semakin memperkokoh posisi Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang progresif dan adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan bangsa Indonesia,” tuturnya.
