Jakarta, TopBusiness—Kerjasama Indonesia dan GCC (Gulf Cooperation Council/Dewan Kerjasama Teluk) dalam skema FTA (free trade area) akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi Indonesia sebesar USD 258,40 juta.
“Indonesia-GCC FTA juga akan meningkatkan ekspor Indonesia ke kawasan Teluk hingga sebesar 17,4 persen,” kata Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan RI (Kemendag) RI sekaligus Ketua Tim Perunding Indonesia dalam Putaran Ketiga Perundingan Indonesia-GCC FTA, Danang Prasta Danial (7/9/2025).
Dalam keterangan resmi, Danang berkata bahwa peningkatan ekspor itu khususnya untuk peralatan elektronik (33,86 persen), kulit (29,3 persen), produk logam (28 persen), manufaktur (27,7 persen), dan tekstil (30,7 persen).
Pada periode Januari—Juni 2025, total perdagangan Indonesia-GCC tercatat sebesar 7,9 miliar, dengan ekspor Indonesia ke GCC sebesar USD 4 miliar dan impor dari GCC sebesar USD 3,9 miliar.
Sementara itu, pada 2024, total perdagangan Indonesia-GCC mencapai USD 15,6 miliar, dengan ekspor Indonesia ke GCC tercatat sebesar USD 7 miliar dan impor dari GCC USD 8,5 miliar.
Komoditas ekspor utama Indonesia ke GCC di antaranya, yaitu kendaraan bermotor, minyak kelapa sawit dan fraksinya, perhiasan, kapal suar, machinery for earth, serta mineral dan bijih.
Sementara itu, kata Danang, komoditas impor utama Indonesia dari GCC diantaranya minyak petroleum mentah, minyak petroleum selain mentah, gas petroleum, produk besi setengah jadi, dan berbagai jenis belerang.
Perundingan I-GCC FTA ditargetkan selesai secara substantif akhir 2025. “Putaran ketiga perundingan ini merupakan salah satu langkah mempercepat penyelesaian perundingan. Kami mendorong tercapainya titik tengah dan fleksibilitas dari kedua pihak, khususnya pada isu-isu pokok yang menjadi kepentingan bersama.”
Hal ini akan menjadi salah satu pilar untuk penguatan kemitraan jangka panjang Indonesia dengan GCC,” ujar Danang.
