TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Zero to Hero, Transformasi Human Capital PT MAA Jadi Motor Pertumbuhan Bisnis

Abdullah Suntani
19 September 2025 | 10:48
rubrik: Event, HC
Zero to Hero, Transformasi Human Capital PT MAA Jadi Motor Pertumbuhan Bisnis

Jakarta, TopBusiness – Perjalanan pengelolaan SDM di PT Mineral Alam Abadi (MAA) mengalami lompatan besar sejak tahun 2020. Dalam kondisi awal yang sangat mendasar, tidak ada sistem, struktur, atau bahkan peraturan perusahaan.

Namun, dari kondisi “minus” inilah, babak baru dimulai. Sebuah transformasi yang kini mulai dikenal sebagai salah satu model pengelolaan Human Capital paling progresif di sektor pertambangan nasional.

Hal ini diungkap A Depi Mulya, Head of HRGA dan IT PT MAA dalam wawancara penjurian TOP Human Capital (HC) Awards 2025. Menurutnya, tantangan justru menjadi titik tolak perubahan besar menuju pendekatan human capital yang lebih strategis.

“Pak Depi (kata pemilik), kita kondisinya saat ini masih minus. Boleh dibilang tidak ada sistem HRD, tidak ada peraturan perusahaan, pokoknya tidak ada apa-apa,” ungkap Depi mengawali presentasi secara daring, Kamis (18/9/2025).

Alih-alih berkecil hati, tantangan itu dijadikan landasan strategis. Hanya dalam lima tahun, jumlah karyawan melonjak dari sekitar 400 menjadi lebih dari 3.000 orang. Tapi pertumbuhan ini bukan sekadar ekspansi kuantitatif. Di balik lonjakan itu, MAA sedang membangun sistem pengelolaan SDM yang menjadikan sumber daya manusia sebagai aset utama dan penentu arah bisnis.

“Saya melihat bahwa pertumbuhan SDM ini tidak bisa dikelola dengan cara konvensional. Maka dari itu kami bangun sistem yang memungkinkan pertumbuhan dan pembinaan berjalan beriringan,” ujar Depi menegaskan.

“Kami membuat sistem yang memungkinkan setiap karyawan terlihat potensinya, bukan hanya performanya,” tambahnya.

Sistem ini dibangun melalui 4 pilar utama: HR Strategic, HR Operation, Compensation & Benefit, serta HR Project (HRBP). Keempatnya tak hanya bekerja untuk administrasi dan kepatuhan, tapi menjadi alat ukur kinerja, pemetaan talenta, dan penggerak transformasi budaya perusahaan. Hasilnya? Karyawan tak hanya dinilai dari kinerja, tetapi juga dikembangkan dalam kerangka kompetensi dan nilai.

BACA JUGA:   PT JIEP Wujudkan SDM Unggul dan Sehat Lewat Transformasi Human Capital Berbasis Digital

“Saya tidak berani mengklaim ini Human Capital, tapi mudah-mudahan apa yang saya paparkan hari ini bisa menjawab apakah kami sudah layak disebut sebagai human capital, atau masih sebatas human resources,” kata Depi merendah.

Digitalisasi dan Terobosan Sistemik

Salah satu kekuatan di balik transformasi SDM MAA adalah sinergi yang unik antara HR dan IT. Depi, yang juga memimpin tim IT perusahaan, melihat peluang emas untuk membangun sistem digital yang tidak hanya mendukung operasional, tapi benar-benar menyatu dengan strategi bisnis jangka panjang. Di sinilah konsep Human Capital Management System (HCMS) milik MAA mulai mengambil bentuk.

“Saya ingin mengembangkan IT ini menjadi partner bagi semua divisi, bukan hanya urus internet dan infrastruktur,” beber Depi.

Hasil nyatanya adalah sebuah portal internal yang memungkinkan seluruh karyawan mengakses informasi HR secara transparan. Mulai dari regulasi, data pribadi, jadwal training, hingga hasil evaluasi. Digitalisasi ini juga merambah ke proses rekrutmen dan pengukuran kinerja dengan dashboard interaktif yang menampilkan metrik seperti komposisi gender, resign rate, dan status new joiners secara real-time.

“Dengan sistem ini, semua keputusan bisa berbasis data. Tidak lagi pakai feeling atau asumsi,” ujar Depi sambil menunjukkan dashboard digital perusahaan.

“Kita punya portal sendiri. Semua karyawan yang punya NIK bisa akses dan belajar di sana,” tambahnya.

Lebih jauh, sistem ini juga mengintegrasikan metode 360-degree assessment, KPI, dan core value evaluation untuk menyusun Human Asset Value Mapping. Setiap individu kemudian dipetakan dalam matriks yang mempermudah proses talent review dan suksesi. HCMS yang dikembangkan ini membuat HR mampu berbicara dalam bahasa bisnis: data, potensi, dan proyeksi masa depan.

BACA JUGA:   HCMS dan Mobilitas Talenta, Senjata Rahasia Bank Tulungagung Perkuat Daya Saing

“Kita ingin pastikan setiap individu punya arah karier yang jelas, punya peta pengembangan, dan bisa kami proyeksikan untuk posisi strategis ke depan,” terang Depi.

Tak berhenti di situ, MAA juga meluncurkan berbagai program pengembangan terstruktur, mulai dari Supervisory Development Program, Managerial Development, hingga MA Graduate Program yang menjaring lulusan S1 dan mempersiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan. Bahkan, program pelatihan operator hasil kerja sama dengan Kodim dan Koramil di Morowali menjadi contoh bahwa pengembangan SDM bukan hanya milik pusat, tapi juga menjangkau lapisan terbawah organisasi.

“Kami ingin memberikan kesempatan yang sama, baik di Jakarta maupun di site. Semangatnya adalah semua bisa tumbuh bersama,” papar Depi.

“Kita juga bikin program untuk anak-anak lulusan STM dan SMA, kita training mereka, bahkan ajarkan mereka Seven Habits,” tegas Depi dengan bangga.

Inilah gambaran modernisasi HR yang sebenarnya: berpijak pada nilai manusia sebagai aset, dan bergerak dengan teknologi sebagai pengungkit utama. Di MAA, SDM bukan hanya diurus, mereka dikembangkan, dipetakan, dan disiapkan untuk membawa perusahaan menembus batas pertumbuhan.

“Bagi kami, human capital bukan konsep. Ia harus hidup dalam sistem, proses, dan hasil nyata,” pungkasnya.

Transformasi SDM di PT Mineral Alam Abadi adalah bukti bahwa dengan visi yang jelas dan keberanian mengambil risiko, fungsi HR bisa menjadi ujung tombak pertumbuhan bisnis. Dari kondisi “minus”, kini MAA menjadi contoh bagaimana Human Capital Management System berbasis teknologi mampu membangun bukan hanya organisasi yang besar, tapi juga organisasi yang berkelas.

Tags: pt mineral alam abadiTOP Human Capital Awards 2025
Previous Post

Mengembangkan Inovasi Sepatu Pengaman bagi Generasi Z

Next Post

Hutama Karya Gandeng Media Jambi Perkuat Diseminasi Informasi Publik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR