Jakarta, TopBusiness – PT Bank BCA Tbk tahun 2022 ini sudah berusia 65 tahun. Salah satu kunci perusahaan bisa bertahan lebih dari seabad, bahkan makin berkibar di tengah tantangan disrupsi ekonomi saat ini adalah komitmen BCA pada implementasi keuangan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan baik di internal maupun eksternal perusahaan. “Kita bersama seluruh pemangku kepentingan baik secara internal maupun eksternal BCA terus mendorong implementasi keuangan berkelanjutan,” kata Dian Prawitasari, Deputy Manager CSR A Bank BCA dalam sesi presentasi dan wawancara penjurian TOP CSR Awards 2022 yang dilakukan secara virtual, Jumat (25/2/2022).
Hadir pula dalam presentasi ini, Nefi Astuti (Deputy Manager CSR B) dan Satria Utama (Program Manager CSR C). Tim dari Bank BCA ini membawakan materi berjudul “Live to Inspire, First Mover on Sustainable Banking“.
Secara internal, kata Dian, Bank BCA terus mengaplikasikan, mengedukasi, dan meningkatkan pemahaman tentang prinsip keuangan berkelanjutan untuk seluruh karyawan BCA. Saat ini sudah 97 persen karyawan BCA yang mengikuti e-learning mengenai keuangan berkelanjutan.
Bank BCA juga punya tiga aspek terkait keuangan berkelanjutan yaitu lingkungan, sosial dan tata kelola. Seluruh insan BCA diharapkan menjadi agent of change baik untuk insan BCA maupun nasabah.
“Kami kerap melakukan campaigne awareness tentang keuangan berkelanjutan baik melalu akun instagram maupun melalui media internal perusahaan yang melibatkan seluruh karyawan BCA,” tutur Dian.
Meskipun pandemi masih melanda Indonesia, menurut Dian, kredit yang disalurkan Bank BCA pada 2021 naik 8,3 persen menjadi Rp 622 triliun. Kredit untuk Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) pada 2021 mencapai Rp 154,4 triliun atau mencakup 24,8 persen dari total kredit. Nilai kredit KKUB juga meningkat 20,9 persen dari tahun sebelumnya.
Dian menambahkan, dari total kredit KKUB tersebut, kredit untuk UMKM mencapai Rp 88,2 triliun atau sebesar 57,1 persen. Sementara itu, kredit untuk Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) non UMKM mencapai Rp 66,2 triliun atau mencakup 42,9 persen.
Ada tujuh sektor pembiayaan kredit KKUB di BCA, yakni sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan. Transportasi ramah lingkungan, produk eco-efficent, energi terbarukan, pengelolaan air dan air limbah, efisiensi energi, dan bangunan berwawasan lingkungan.
Untuk membantu pemulihan ekonomi nasional terutama UMKM dari dampak pandemi covid-19, Bank BCA memberikan pendanaan Rp 60 miliar kepada fintech iGrow, Modal Rakyat & Komunal untuk mendukung UMKM,
Tahun 2021, Bank BCA memperluas penggunaan QRIS untuk mempromosikan inklusi keuangan dengan total transaksi Rp 5,4 triliun (naik 891 persen), penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp 206,4 miliar (naik 55,5 persen), dan memfasilitasi 43 UMKM di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mendapat sertifikat halal.
Upaya lainny untuk mendukung pemulihan UMKM adalah mengkampanyekan #BanggaLokal Kolaberaksi, sebuah sinergi BCA dengan Kreavi dan Grebe sebagai fasilitator bagi UMKM.
“Kreator kreatif dan UMKM berkolaborasi menciptakan produk dengan sentuhan lokal dan seni, melibatkan 5 kreator kreatif dan 11 produk UMKM unggulan,” tutur Dian.
Bank BCA juga memperhatikan soal kinerja sosial dan masyarakat. Misalnya dengan memberika kesempatan yang sama kepada pekerja wanita untuk bekerja dan menduduki kepala cabang hingga direktur perusahaan.
Tahun 2021, total pekerja wanita yang menduduki kepala cabang ada 41,2 persen, dan ang menduduki posisi direktur ada 16,7 persen. “Pekerja wanita yang mendapat kesempatan promosi ada 61,4 persen, dan pekerja yang mengikuti pelatihan keuangan berkelanjutan ada 23.056 orang,” ujarnya.
Sementara itu, upaya eksternal yang dilakukan BCA dalam pelaksanaan keuangan berkelanjutan ini adalah dengan menyalurkan beasiswa Bakti BCA sebesar Rp 5,7 miliar untuk 840 mahasiswa di 18 PTN.
Selain itu, Bank BCA juga memiliki 20 sekolah binaan dengan 786 guru dan 10.089 siswa. Bank BCA pada 2021 juga melakukan edukasi literasi keuangan yang diikuti 15.997 pelajar dan 11.061 masyarakat umum.
Komitmen Bank BCA pada keuangan berkelanjutan juga dilakuan pada aspek lingkungan hidup. Perusahaan ikut mendukung pengurangan emisi karbon melalui penerapan produk dan solusi perbankan digital. Upaya ini membawa dampak yang signifikan, terbukti berdasarkan pengukuran ada penurunan tingkat CO2 sebesar 331,9 tCO2 eq/tahun.
Bank BCA juga melakukan digital workplace seperti work from anywhere, video conference meeting, dan digital signature. Berdasarkan pengukuran, upaya tersebut berdampak pada penurunan emisi karbon sebesar 465,3 tCO eq/tahun.
Ada pula Inisiatif penggunaan gedung ramah lingkungan yang berdampak pada pengurangan emisi karbon sebesar 58,9 tCO2 eq per tahun. “Kami bekerja dengan basis digital, gedung yang ramah lingkungan yang sudah diterapkan di Gedung Foresta. Gedung ini sudah mendapat sertifikat Greenship dari Green Building Council Indonesia,” kata Dian.
Selain itu, ada 4 gedung yang sudah menerapkan sistem manajemen sampah, 71 gedung kantor cabang nmenerapkan environmentally friendly building features dan 3 gedung menggunakan air daur ulang.
Bank BCA juga melakukan penanaman mangrove di Taman Nasional Ujung Kulon berdampak pada penurunan karbon sebesar 31,7 tCO2 eq/tahun.
Pada 2021, Bank BCA juga melepasliarkan 5 ekor orang utan di Kalimantan, rehabiltiasi 5 ekor orang utan di Kalimantan, dan orang utan goes to school yang dilaksanakan dalam 4 batch. Untuk faunannya antara lain konservasi mangrove seluas 12 Hektare, penanaman 14.700 pohon mangrove. Rahabilitasi lahan kritis di area konservasi orangutan seluas 10 Ha dan penanaman pohon sebanyak 4.000 pohon.
Bank BCA juga berupaya melakukan operasi usaha yang ramah lingkungan, antara lain dengan pengolahan limbah EDC dan limbah kartu. Ada sekitar 95 persen limbah EDC berhasil didaur ulang. Sedangkan untuk limbah kartu yang mencapai 938 Kg pada 2021 diolah menjadi paving block yang dipakai di kantor BCA.
“Jadi limbah kartu-kartu yang berupa plastik tersebut tidak merusak lingkungan. Tentu saja itu dilakukan dengan memperhatikan keaman dan kerahasiaan data nasabah,” ujar Dian.
Dengan melaksanakan keuangan berkelanjutan, kinerja bisnis dan layanan Bank BCA terus mentereng. Berdasarkan pengukuran, indeks customer engagement (CE) Bank BCA tahun 2021 berada di angka 4,73 dari skala 1-5. Sedangkan Indeks Branch Service Quality (BSQ) mencapai 4,87 dari skala 1-5.
Dian pada kesempatan penjurian tersebut mengutip pernyataan Presiden Direktur Bank BCA Jahja Setiaatmadja bahwa BCA terus berinovasi dalam mengembangkan produk dan layanan berbasis digital dengan berbagai fitur kemudahan dan kenyamanan bertransaksi.
Digitalisasi merupakan salah satu inisiatif hijau mengurangi penggunaan kertas, dan berhasil mencatatkan volume transaksi online tertinggi sepanjang masa pada tahun 2021. “Digitalisasi terbukti memperkuat ekosistem bisnis, mengangkat perekonomian mayarakat serta berkontribusi terhadap lingkungan yang lebih hijau,” kata Dian.
