Jakarta, BusinessNews Indonesia—Posisi aset finansial luar negeri (AFLN) Indonesia pada akhir triwulan III 2017 naik 3,2% (qtq), atau sebesarĀ USD 10,3 miliar menjadi USD 329,8 miliar.
Kenaikan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya cadangan devisa sejalan dengan neraca pembayaran Indonesia (NPI) yang mencatat surplus dalam jumlah besar pada triwulan III 2017.
Demikian dijelaskan dalam keterangan pers dari Bank Indonesia, yang dipublikasikan di Jakarta (28/12/2017).
Dijelaskan, kenaikan posisi AFLN juga bersumber dari peningkatan posisi aset investasi langsung, investasi portofolio, dan investasi lainnya. Kenaikan posisi AFLN pada periode laporan juga dipengaruhi oleh faktor revaluasi positif atas aset finansial luar negeri dalam bentuk non-USD, sejalan dengan pelemahan USD terhadap sebagian besar mata uang utama dunia.
Sementara itu, posisi kewajiban finansial luar negeri (KFLN) Indonesia pada akhir triwulan III 2017 naik 0,8% (qtq) atau sebesar USD 5,5 miliar menjadi USD 673,2 miliar.
Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh besarnya aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi langsung dan investasi portofolio, seiring dengan optimis terhadap kinerja ekonomi domestik dan menariknya imbal hasil aset finansial domestik.
Peningkatan posisi KFLN lebih lanjut tertahan oleh faktor revaluasi negatif atas nilai aset finansial domestik seiring menguatnya USD ke Rp.
