Jakarta, TopBusiness—Di kuartal III 2025, pasar apartemen sewa di Jakarta terus menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan, meskipun dengan laju yang lambat.
Dalam keterangan resmi dari Cushman and Wakefield Indonesia, hari ini, dipaparkan bahwa beberapa service apartment melaporkan peningkatan tingkat hunian. Hal itu mengindikasikan adanya perbaikan permintaan secara bertahap dalam subsektor ini. Namun, tingkat hunian keseluruhan untuk subsektor ini masih lebih rendah dibandingkan subsektor lainnya, disebabkan oleh masuknya pasokan baru. Tingkat hunian tersebut sebesar 61,6% (turun 1,4% QoQ/quarter to quarter atau 2,9% YoY/year on year).
Sementara itu, tingkat hunian pada subsektor apartemen khusus sewa tetap relatif stabil di angka 65,4% (naik 1,0% QoQ atau 1,1% YoY).
Tren serupa juga terlihat pada subsektor kondominium sewa, dengan tingkat hunian sebesar 58,6%, mengalami pertumbuhan yang sangat tipis yaitu 0,2% QoQ atau 0,7% YoY.
Harga Sewa Stabil
Melihat kondisi pasar yang relatif lesu, para pengelola di subsektor service apartment dan apartemen khusus sewa, memertahankan harga sewa dan diperkirakan akan terus melakukannya hingga akhir tahun.
Rata-rata harga sewa di kedua subsektor tersebut tercatat sebesar Rp311.108/m2/bulan (0,0% QoQ atau +1,3% YoY).
Sementara itu, subsektor kondominium sewa mengalami sedikit penurunan harga sewa, seiring dengan penyesuaian harga oleh properti lama agar tetap kompetitif.
Rata-rata harga sewa tercatat sebesar Rp163.468/m2/bln (-0,1% QoQ atau +1,1% YoY).
