Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) di awal pekan ini masih betada di zona merah. Hal ini karena kondisi USD yang terapresiasi merespon dirilisnya data ketemagakerjaan AS.
Mengutip Bloomberg, rupiah hari ini dibuka di posisi 14.976 atau melemah 21 poin dari posisi penutupan akhir pekan laku di 14.955. Dan terus terperosok di zona merah ke posisi 14.984 dalam 30 menit pertama.
Menurut analis pasar uang dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada posisi rupiah sebetulnya masih berpeluang menguat seiring masih adanya sentimen positif dari dalam negeri.
“Dan hal ini diharapkan dapat bertahan untuk membuat laju Rupiah kembali mengalami kenaikan,” kata Reza dalan daily report-nya di Jakarta, Senin (5/11/2018).
Namun sayangnya, kata dia, masih besar peluang kenaikan USD dan ini harus diwaspadai.
“Karena hal ini seiring dengan telah dirilisnya data ketenagakerjaan AS yang mengalami kenaikan. Dengan adanya kenaikan tersebut dimungkinkan juga akan menghambat peluang kenaikan Rupiah,” jelas dia.
Sebelumnya, laju Rupiah mampu kembali mengalami kenaikan susai adanya rilis inflasi yang dianggap stabil dan memberikan sentimen positif pada Rupiah.
Ditambah lagi ada sentimen positif dari dalam negeri dimana Bank Indonesia menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih solid dan telah menyiapkan sejumlah antisipasi untuk menghadapi gejolak ekonomi global.
“BI meresponnya dengan memperkuat bauran kebijakan moneter, makro prudensial, dan sistem pembayaran,” ungkap dia.
Dia menambahkan, kenaikan Rupiah ini terjadi di tengah merosotnya harga minyak setelah AS dinilai mencabut sanksi minyak Iran. Tapi juga imbas lainnya, membuat nilai tukar USD menguat.
Dengan kondisi seperti itu, dia memprediksi laju rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak di kisaran 14.965-14.935.
“Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” pungkas dia.
Penulis: Tomy
