Jakarta, BusinessNews Indonesia—Bank Mantap yang dulu dikenal dengan nama Bank Mandiri Taspen Pos, berencana menambah modal melalui penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) tahun ini. Bank Mantap akan mencari modal sebanyak Rp500 miliar lewat proses tersebut.
Selain itu, Bank Mantap berencana menerbitkan obligasi untuk menambah modal.
“Targetnya, unutk HMETD, pada kuartal pertama atau kuartal kedua 2018,” ujar Direktur Utama Bank Mantap, Joshepus Triprakoso, di sela acara ulang tahun ke-3 Bank Mantap di Park and Ride, Jakarta (28/1/2018).
Jumlah itu, kata Josephus, disesuaikan dengan rencana ekspansi yang akan dilakukan pada tahun 2018. Salah satunya yakni pengembangan 20 jaringan kantor Bank Mantap dan 50 jaringan low cost network Graha Mantap di berbagai daerah.
Selain berganti nama, pada acara peringatan ulang tahun ke-3 itu, Bank Mantap secara resmi meluncuran logo barunya. Logo baru itu disesuaikan dengan pemilik saham, yakni Bank Mandiri dan Taspen.
Perubahan logo tersebut telah disetujui oleh mayoritas pemilik saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 19 Oktober 2017 lalu.
“Setelah keluarnya izin dari Kementerian Hukum dan HAM serta Otoritas Jasa Keuangan, perusahaan mengubah nama dan logo perusahaan yang sebelumnya Bank Mandiri Taspen Pos menjadi Bank Mandiri Taspen. Tetapi perusahaan tetap menggunakan identitas Bank Mantap,” terang Josephus.
Sebelumnya, Bank Mantap dimiliki oleh tiga perusahaan yakni Bank Mandiri, Taspen, dan Pos Indonesia. Setelah digelar RUPS, 20% saham milik Pos Indonesia diakuisisi oleh Taspen.
Saat ini, Bank Mantap memiliki total aset mencapai Rp 13,68 triliun. Pada tahun 2017 perusahaan membukukan laba senilai Rp 160 miliar. Jumlah laba tersebut meningkat sebesar 215,9% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2017, Bank Mantap telah memiliki jaringan kantor sebanyak 186 jaringan yang tersebar di 28 provinsi di Indonesia.
