TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Neraca Pembayaran Indonesia: Defisit 6,4 Miliar Dolar AS

Achmad Adhito
20 November 2025 | 19:49
rubrik: Ekonomi
Industri Kulit Tumbuh 13,12%

Sumber Ilustrasi: Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III 2025 tetap baik. Transaksi berjalan mencatat surplus ditopang oleh kenaikan ekspor nonmigas. Sementara itu, transaksi modal dan finansial mencatat defisit seiring ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.

“Dengan perkembangan tersebut, NPI pada triwulan III 2025 mencatat defisit 6,4 miliar Dolar AS,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso, hari ini melalui keterangan resmi.

Adapun posisi cadangan devisa pada akhir September 2025 tetap tinggi sebesar 148,7 miliar Dolar AS, atau setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi cadangan devisa tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Kemudian, transaksi berjalan mencatat surplus. Pada triwulan III 2025, transaksi berjalan mencatat surplus sebesar 4,0 miliar Dolar AS (1,1% dari PDB), meningkat dibandingkan dengan defisit 2,7 miliar Dolar AS (0,8% dari PDB) pada triwulan II 2025.

Surplus neraca perdagangan barang meningkat, disumbang terutama oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas. Defisit neraca jasa menurun seiring kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Selain itu, neraca pendapatan primer mencatat defisit yang lebih rendah disebabkan oleh penurunan pembayaran imbal hasil investasi asing seiring dengan telah berlalunya periode pembayaran dividen dan bunga/kupon. Di sisi lain, defisit neraca perdagangan migas meningkat sejalan dengan kenaikan harga minyak global.

Ramdan juga menjelaskan bahwa kinerja transaksi modal dan finansial tetap terkendali di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi. Investasi langsung, tetap membukukan surplus sebagai cerminan dari terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi domestik.

Investasi portofolio mencatat defisit terutama didorong oleh aliran keluar modal asing dalam bentuk surat utang. Selain itu, investasi lainnya juga mencatat defisit dipengaruhi terutama oleh kenaikan pembayaran pinjaman sektor swasta.

BACA JUGA:   BI: Tidak Ada Kontrol Devisa

“Dengan perkembangan tersebut, transaksi modal dan finansial pada triwulan III 2025 mencatat defisit sebesar 8,1 miliar Dolar AS,” Ramdan berkata.

Tags: bank indonesianeraca perdagangan defisitramdan denny prakoso
Previous Post

DRMA Siap Akuisisi Perusahaan Komponen Otomotif Asal Malaysia

Next Post

Meski Pasar Otomotif Konvensional Tertekan, RI Jadi Motor Kendaraan Listrik ASEAN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR