Jakarta, TopBusiness – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) meminta kelonggaran tenor penempatan dana pemerintah yang ditempatkan di perseroan. Saat ini, tenor penempatan dana tersebut hanya enam bulan, sementara karakter pembiayaan BTN didominasi kredit jangka panjang.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, BTN menerima penempatan dana pemerintah sebesar Rp25 triliun pada September 2025 sebagai bagian dari program pengelolaan kas (cash management) pemerintah senilai Rp200 triliun. Dana tersebut bertujuan meningkatkan likuiditas perbankan dan mendorong penyaluran kredit, khususnya ke sektor perumahan dan korporasi.
“BTN menerima Rp25 triliun. Namun, karena basis kredit kami adalah kredit ritel dengan nilai sekitar Rp200 juta sampai Rp300 juta, penyalurannya tidak bisa secepat kredit korporasi,” ujar Nixon dalam Rapat Dengar Pendapata (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Senin (26/1/2026).
Meski demikian, Nixon menyebut penyerapan dana pemerintah di BTN berjalan relatif cepat. Dalam waktu sekitar setengah bulan, dana tersebut sudah tersalurkan ke sektor pembiayaan.
Tantangan utama, menurut Nixon, terletak pada tenor penempatan dana yang relatif singkat, yakni hanya enam bulan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan tekanan likuiditas, mengingat BTN menyalurkan kredit jangka panjang, terutama pembiayaan perumahan.
“Kalau perjanjiannya hanya enam bulan, sementara kreditnya long term, itu bisa jadi masalah saat pengembalian dana. Karena itu kami meminta kepada Kementerian Keuangan agar diberikan tenor lebih panjang, misalnya dua tahun,” katanya.
Ia menilai perpanjangan tenor penting untuk mengantisipasi potensi perebutan likuiditas di pasar apabila dana pemerintah sebesar Rp200 triliun ditarik secara bersamaan. Situasi tersebut berisiko memicu kenaikan suku bunga dan menekan ekspansi kredit perbankan.
Nixon mengungkapkan, sebelum adanya penempatan dana pemerintah, pertumbuhan kredit BTN berada di kisaran 7 persen. Dengan tambahan likuiditas tersebut, pertumbuhan kredit BTN kini meningkat mendekati 12 persen. “Jangan sampai setelah masa penempatan berakhir justru ekspansi kredit turun lagi,” ujarnya.
Selain meminta perpanjangan tenor, BTN juga berharap tingkat bunga dana pemerintah dapat diturunkan agar manfaatnya lebih optimal dan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kalau bunganya bisa lebih rendah, dampaknya akan lebih besar bagi masyarakat dan tidak bersifat komersial semata,” pungkas Nixon.
