Jakarta, TopBusiness – PT Sinar Mas Asuransi Syariah (SMAS) baru saja diresmikan sebagai perusahaan asuransi umum syariah yang berdiri mandiri (full-fledged). Sebelumnya, SMAS sebagai Unit Usaha Syariah (UUS) di bawah PT Asuransi Sinar Mas.
SMAS pun optimistis dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperluas akses perlindungan berbasis nilai-nilai syariah sekaligus memperkuat industri asuransi umum syariah nasional.
“Dalam satu hingga tiga tahun ke depan, setelah melakukan pengalihan portofolio peserta dari induk, SMAS akan fokus pada akselerasi pertumbuhan bisnis, serta penguatan kemitraan strategis,” kata Direktur Utama SMAS, Daniel Armagatlie, saat peresmian SMAS, di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Di lokasi yang sama, para pelaku industri pun menyambut kehadiran SMAS ini. Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Rudy Kamdani, menyampaikan, transformasi PT Asuransi Sinar Mas Syariah dari unit usaha menjadi perusahaan asuransi syariah yang berdiri mandiri bukan sekadar pemenuhan regulasi sematra.
“Akan tetapi mencerminkan komitmen dan kesungguhan dalam membangun serta memajukan industri asuransi syariah di Indonesia, baik dari sisi bisnis maupun nilai dan spiritnya,” ungkap Rudy.
Dukungan terhadap penguatan ekosistem keuangan syariah juga disampaikan oleh Inza Putra, Deputi Direktur Promosi dan Kerja Sama Strategis Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).
Inza mengatakan, dengan bertambahnya satu perusahaan asuransi syariah yang berdiri penuh, hal ini menjadi penanda bahwa ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia terus berkembang.
“Saya sangat bahagia dengan hadirnya PT Sinar Mas Asuransi Syariah, dan berharap ke depannya dapat terus bersaing, berkembang, serta memberikan manfaat bagi banyak pihak,” jelas Inza.

Acara peresmian juga diisi dengan sesi pemaparan bertema “Prospek Asuransi Umum Syariah 2026” yang menghadirkan sejumlah narasumber nasional, antara lain Suwandi dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Adiwarman Azwar Karim selaku Pakar Ekonomi dan Keuangan Islam, serta Tati Febrianty, Presiden Direktur Reasuransi Syariah Indonesia.
Sesi ini pun menyoroti peluang pertumbuhan asuransi umum syariah di tengah dinamika perekonomian nasional.
Sebagai wujud komitmen sosial perusahaan, juga dilakukan penyerahan zakat perusahaan dari SMAS senilai Rp1.000.000.000 melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Seremonial penyerahan zakat dilakukan oleh Direktur Utama SMAS, Daniel Armagatlie kepada perwakilan BAZNAS, Mokhamad Mahdum.
Puncak acara ditandai dengan seremonial peresmian melalui prosesi gunting pita dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan awal perjalanan SMAS sebagai entitas mandiri.
Prosesi ini dilakukan bersama jajaran Direksi Asuransi Sinar Mas, SMAS, dan Otoritas Jasa Keuangan.

Selamat dan Sukses buat PT Sinar Mas Asuransi Syariah