Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan alias Jakarta Composite Index (JCI) di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan diperkirakan bergerak sideways hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu (4/02/2026), memperlihatkan judul IHSG Diperkirakan Akan Bergerak Sideways Hari Ini.
Pasar AS ditutup lebih rendah pada hari Selasa (3 Februari). Dow turun 0,34%, S&P 500 0,84%, dan Nasdaq 1,43%. S&P 500 merosot hampir 1% karena investor menjual saham teknologi dan beralih ke saham yang lebih terkait erat dengan pemulihan ekonomi. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun turun 0,42% (0,018) menjadi 4,265%, sementara Indeks Dolar AS turun 0,22% menjadi 97,40.
Pasar komoditas ditutup bervariasi pada Selasa (3 Februari). Minyak mentah WTI naik 2,76% menjadi USD 63,95/bbl, dan minyak mentah Brent 1,55% menjadi USD 67,33/bbl, batu bara turun 1,29% menjadi USD 115,10/ton, CPO turun 0,33% menjadi MYR 4.229/ton, dan emas melonjak 6,12% menjadi USD 4.947/oz.
Pasar Asia ditutup lebih tinggi pada Selasa (3 Februari). Hang Seng naik 0,22%, Nikkei melonjak 3,92%, dan Shanghai 1,29%.
IHSG naik 2,52% menjadi 8.122,6, dengan pembelian bersih asing Rp 833,8 miliar; penjualan bersih asing Rp 759,8 miliar di pasar reguler dan penjualan bersih Rp 74 miliar di pasar negosiasi. Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler tercatat di BMRI (Rp 278,2 miliar), BBCA (Rp 256,5 miliar), dan ANTM (Rp 198,8 miliar). Sementara itu, pembelian bersih asing terbesar di pasar reguler terlihat di BUMI (Rp 199,8 miliar), DEWA (Rp 115,3 miliar), dan RAJA (Rp 90,4 miliar). Saham-saham yang mengalami pergerakan paling signifikan adalah DCII, ASII, dan TPIA, sedangkan saham-saham yang mengalami pergerakan paling lambat adalah FILM, MORA, dan TLKM.
Pagi ini, KOSPI dibuka lebih tinggi (0,32%) sementara Nikkei dibuka lebih rendah (-1,00%). “Hari ini, kami memperkirakan IHSG akan bergerak mendatar, tertekan oleh isu-isu terkait MSCI,” demikian tertera dalam situs.
