TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dari Pemulihan ke Pertumbuhan, BPRS Mustaqim Aceh Mantapkan Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Busthomi
5 February 2026 | 15:17
rubrik: BUMD, Event
Dari Pemulihan ke Pertumbuhan, BPRS Mustaqim Aceh Mantapkan Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT BPRS Mustaqim Aceh kembali menunjukkan transformasi signifikan sebagai BUMD sektor jasa keuangan syariah sepanjang tahun 2025 lalu.

Dalam sesi presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2026, manajemen BPRS Mustaqim memaparkan capaian kinerja keuangan, penguatan tata kelola, inovasi layanan, serta kontribusi nyata terhadap pengembangan ekonomi daerah berbasis syariah.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama BPRS Mustaqim Aceh, Raisul Mukhlis menjelaskan, hingga akhir 2025, hampir seluruh indikator kinerja utama bank menunjukkan perbaikan yang solid.

Seperti untuk rasio permodalan (KPMM) tercatat sangat kuat di level 90,92 persen, sementara rasio profitabilitas juga terus membaik dengan Return on Equity (ROE) mencapai 3,81 persen.

“Kami bersyukur, secara keseluruhan hampir seluruh indikator kinerja mengalami peningkatan dan mencerminkan perbaikan fundamental bank,” ujar Raisul Mukhlis.

Kinerja Cemerlang

Dari sisi neraca, BPRS Mustaqim Aceh mencatatkan pertumbuhan aset yang konsisten. Total aset per akhir 2025 mencapai Rp241,11 miliar, atau naik 7,43 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp224,43 miliar. Dengan capaian tersebut, BPRS Mustaqim meraih predikat sebagai BPRS dengan aset terbesar se-Sumatra Bagian Utara (Sumbagut).

Penyaluran pembiayaan juga tumbuh signifikan. Total pembiayaan mencapai Rp175,44 miliar, melonjak 24,61 persen dibandingkan sebelumnya di angka Rp140,79 miliar.

Sementara itu, untuk dana pihak ketiga (DPK) berupa tabungan dan deposito tercatat sebesar Rp104,10 miliar, relatif stabil meskipun mengalami koreksi tipis sebesar 2,79 persen.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih bank pada 2025 mencapai Rp4,05 miliar, meningkat 5,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp3,85 miliar. Perbaikan kinerja juga tercermin dari rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang membaik menjadi 89,65 persen, serta kualitas pembiayaan yang terjaga dengan rasio kredit macet net performing finance (NPF) gross 4,26 persen dan NPF nett-nya sangat rendah di 2,69 persen.

Kiprah NPF yang rendah ini tak lepas dari membaiknya manajemen risiko dan tata kelola BPRS Mustaqim. Padahal secara angka pembiayaan masih agresif. Sejauh ini, kata dia, BPRS Mustaqim menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada pembiayaan sektor riil yang produktif, khususnya UMKM dan sektor berbasis kerakyatan.

BACA JUGA:   Strategi PDAM Giri Nawa Tirta Tingkatkan Kinerja Bisnis dan Layanan

Hingga akhir 2025, portofolio pembiayaan bank tersebar ke berbagai sektor ekonomi, dengan pertumbuhan yang impresif di sejumlah sektor utama.

Pembiayaan sektor perdagangan tercatat sebesar Rp84,74 miliar atau tumbuh 28,40 persen secara tahunan. Sektor pertanian sebagai unggulan utama mencapai Rp43,29 miliar dan tumbuh 13,15 persen. Sektor jasa-jasa bahkan melonjak 49,43 persen menjadi Rp19,96 miliar, sementara sektor perindustrian tumbuh lebih dari dua kali lipat menjadi Rp1,87 miliar.

“Sektor unggulan kami tetap pada pembiayaan pertanian, karena sektor ini memiliki dampak langsung terhadap ketahanan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Aceh,” kata Raisul.

Inovasi Layanan dan Produk Syariah

Untuk memperkuat penetrasi pasar dan kualitas layanan, BPRS Mustaqim terus melakukan berbagai terobosan di bidang pemasaran dan pelayanan nasabah. Bank ini menciptakan standar produk pembiayaan yang terjangkau dan kompetitif, dengan fokus pada pembiayaan UMKM yang produktif.

Ekspansi pasar dilakukan secara aktif melalui kerja sama dan sosialisasi dengan SKPA (Satuan Kerja Perangkat Aceh), komunitas UMKM, serta komunitas perbankan dan perdagangan.

Beragam produk simpanan dan pembiayaan dikembangkan, mulai dari Tabungan Mustaqim, Tabungan Meugang, Tabungan Pendidikan, Tabunganku, hingga Tabungan Rencana.

Di sisi pembiayaan, BPRS Mustaqim menghadirkan produk Supermikro dengan margin terjangkau, pembiayaan agribisnis Mustaqim dengan skema grace period dan tanggung renteng, serta pembiayaan modal kerja yang berperan langsung dalam meningkatkan kapasitas usaha nasabah.

“Bank Mustaqim Aceh memiliki peran penting bagi perkembangan usaha nasabah, sehingga pendapatan usaha mereka semakin meningkat,” ujar Raisul.

Kemudahan layanan juga menjadi perhatian utama. Bank menyediakan layanan antar-jemput setoran untuk seluruh nasabah, serta aktif mendukung budaya menabung sejak dini melalui kerja sama dengan sekolah tingkat SD dan SMP untuk pembukaan Tabungan Pendidikan, yang setoran dan monitoring-nya dilakukan secara rutin.

BACA JUGA:   Dari Digitalisasi hingga Layanan MBR, Doni Novriedi Buktikan Tirta Sanjung Buana Konsisten Sehat dan Berprestasi

“Melalui produk dan pembiayaan yang kami salurkan, kami melihat nasabah bisa berdagang dan menyekolahkan anaknya dengan mudah. Dan meraka sangat Bahagia. Kebahagiaan mereka itulah yang menjadi kebahagiaan kami juga,” tuturnya.

Penguatan SDM dan Tata Kelola

Penguatan SDM dan tata kelola seolah menjadi hal penting di BPRS Mustaqim. Maklum saja, BPRS Mustaqim sempat menghadapi tantangan berat akibat lemahnya tata kelola perusahaan dan menurunnya kepercayaan karyawan selama periode 2016-2020 silam.

Akan tetapi di bawah besutan Raisul Mukhlis, di bidang manajemen SDM, BPRS Mustaqim Aceh mengadopsi teknologi untuk memodernisasi sistem pengelolaan karyawan. Bank telah menerapkan Key Performance Indicator (KPI) berbasis prinsip Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound.

Selain itu, dalam hal SDM ini, BPRS Mustaqim sudah memiliki aplikasi. Seluruh kinerja karyawan, mulai dari staf hingga kepala divisi, dimonitor melalui aplikasi Human Resource Information System (HRIS).

Sistem ini memastikan setiap karyawan berkontribusi secara terukur terhadap pencapaian target perusahaan, dengan mekanisme reward bagi yang berprestasi dan program peningkatan kinerja bagi yang belum memenuhi target.

Penerapan tata kelola perusahaan juga menunjukkan hasil yang sangat baik. Berdasarkan penilaian per 31 Desember 2025, BPRS Mustaqim Aceh meraih peringkat Komposit 1 atau predikat “Sangat Baik” dalam penerapan Good Corporate Governance (GCG).

“Tata kelola yang kuat menjadi fondasi utama agar bank dapat tumbuh sehat, berkelanjutan, dan dipercaya pemangku kepentingan,” kata Raisul.

Digitalisasi dan Kontribusi

Sejak 2014, BPRS Mustaqim telah mengembangkan Sistem Informasi Pembiayaan (SIP) untuk mendukung seluruh proses pembiayaan, mulai dari pengajuan nasabah hingga pencetakan akad.

Sistem ini terus diperbarui setiap tahun dengan modul baru untuk meningkatkan kecepatan, akurasi analisis, serta keamanan data.

Melalui SIP, proses verifikasi dan analisis pembiayaan dapat dilakukan lebih cepat dan transparan, dokumen tersimpan rapi dalam basis data, serta keputusan pembiayaan dapat diambil secara efisien.

BACA JUGA:   Cicada Resort Ubud Memperluas Jaringan Properti Marriott

Plus, kata dia, tentu saja digitalisasi lainnya seperti Virtual Account yaitu melalui BSI mobile dan ATM BSI maupun mobil banking lainnya. Ditambah jaringan kantor yang juga luas dengan pelayanan cepat karena jaringan kantor BPRS Mustaqim tersebar di hampir di seluruh Kabupaten/Kota di Aceh.

Juga, ada EDC yaitu transkasi keuangan tunai dan non tunai tidak perlu ke bank, tapi tetap dapat bukti transkasi. Dan tentu aplikasi payment secara online untuk pembayaran PLN< BPJS, Telkom dan lainnya.  

Selain digitalisasi, sebagai BUMD, BPRS Mustaqim Aceh juga berperan aktif dalam pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui penyaluran pembiayaan syariah ke sektor produktif, penguatan inklusi keuangan syariah, serta sinergi dengan program pemerintah daerah.

Selanjutnya, bank juga menjalankan program tanggung jawab sosial dan pemberdayaan masyarakat, mulai dari dukungan UMKM syariah, program pendidikan dan keagamaan, hingga literasi keuangan berbasis nilai-nilai syariah.

Dividen yang disetorkan kepada Pemerintah Provinsi Aceh pun terus meningkat. Pada periode 2022–2025, dividen naik berturut-turut dari Rp1,25 miliar, Rp1,41 miliar, Rp1,58 miliar, hingga Rp1,74 miliar pada 2025 (unaudited).

Kepemimpinan yang Kuat

Raisul Mukhlis mengungkapkan, pencapaian BPRS Mustaqim saat ini merupakan hasil dari proses panjang kebangkitan bank dari masa sulit.

Cerita dia, pada periode 2016–2020, BPRS Mustaqim Aceh sempat menghadapi tantangan berat akibat lemahnya tata kelola dan menurunnya kepercayaan internal, yang diperparah oleh pandemi COVID-19.

“Kami memulai pendekatan dengan karyawan untuk membangun kembali kepercayaan dan menciptakan komitmen bersama,” ujar Raisul.

Hasilnya mulai terlihat sejak 2022, ketika bank kembali mencatatkan laba Rp2,9 miliar, dan terus meningkat menjadi Rp3,4 miliar pada 2023, Rp3,9 miliar pada 2024, dan mencapai Rp4,05 miliar pada 2025.

Tags: BPRS Mustaqim AcehTOP BUMD Awards 2026
Previous Post

Metland Cyber Puri Akan Terintegrasi MRT Lintas Timur Barat

Next Post

Sepanjang 2025, RELI Catatkan Total Transaksi Rp12,01 Triliun dengan Laba Rp38,12 Miliar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR