Jakarta, TopBusiness – PT BPR Bahteramas Konawe Selatan (Perseroda) menegaskan perannya sebagai penggerak roda ekonomi daerah melalui pembiayaan pelaku UMKM. Bank milik pemerintah daerah (Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Pemerntah Desa Se Kabupaten Konawe Selatan) ini, banyak memfokuskan diri pembiayaan sektor produktif di wilayah pedesaan.
Sebagaimana entitas usaha perbankan pada umumnya, secara bisnis, BPR Bahteramas Konawe Selatan menjalankan fungsi intermediasi melalui penghimpunan dana masyarakat dan penyaluran kredit produktif maupun konsumtif, dengan prinsip kehati-hatian. Strategi pertumbuhan, tak semata diarahkan pada ekspansi agresif, melainkan pada kualitas aset dan penguatan manajemen risiko untuk kinerja usaha yang lebih dan berkelanjutan.
Pendekatan ini mengedepankan tingkat kesehatan bank agar tetap berada pada kategori sehat, sekaligus memastikan kinerja berkelanjutan yang selaras dengan arah kebijakan pemerintah daerah. “Walaupun tidak terdapat penugasan kinerja khusus secara tertulis dari Kepala Daerah, Namun kami secara aktif memastikan seluruh strategi bisnis dan kinerja perusahaan tetap sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Daerah, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan usaha,” ujar Direktur Utama PT BPR Bahteramas Konawe Selatan (Perseroda), Shabarul Mukjizat dalam presentasi dan wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang dilakukan pada Kamis (05/02/2026), di Graha 415, Jakarta.
Dalam presentasinya, Shabarul Mukjizat, mengawali dengan menyampaikan profil bisnis perusahaan, kinerja usaha, tata kelola, inovasi-inovasi yang dilakukan manajemen, serta kontribusi BPR terhadap pemerintah daerah dan pembangunan daerah.
Secara umum sepanjang 2025, kinerja bisnis BPR Bahteramas Konawe Selatan bisa terus menunjukkan tren positif berkelanjutan. Tingkat kesehatan bank berada pada kategori sehat. “Kami secara konsisten menjaga kualitas pertumbuhan dengan memperkuat manajemen risiko dan tidak mengejar ekspansi agresif. Inovasi kami fokus pada pengendalian risiko agar kinerja berkelanjutan,”ujarnya.
Kinerja Terus Meningkat
Dari sisi kinerja usaha, tercatat dalam dua tahun terakhir bisa meningkatkan pendapatan, di mana pada tahun 2024 mencapai Rp 9,5 miliar, tahun 2025 naik menjadi Rp 11,3 miliar dan diproyeksi di 2026 naik menjadi Rp13,9 miliar. Dari sisi asetnya juga terus meningkat. Tahun 2023 sebesar Rp 43,86 miliar, meningkat dibandingkan aset tahun 2022 sebesar Rp 36,95 miliar. Dan tahun 2025 aset naik menjadi Rp50,3 miliar dan diproyeksi meningjkat menjadi Rp59,3 miliar di akhir 2026 ini.
Untuk penyaluran kredit, BPR Bahteramas Konawe Selatan sudah mencapai Rp 37.3 miliar di tahun 2025, naik dari tahun-tahun sebelumnya, seperti Rp 29,6 miliar pada 2023, dan Rp26,03 di tahun 2022.
Selaras dengan visi “Mewujudkan BPR yang terdepan, tangguh dalam persaingan, profesional dalam bekerja dan sehat”, BPR Bahteramas Konawe Selatan ini, dari tahun ke tahun bisa terus memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui dukungan pembiayan dan kontribusi bagi kemajuan pembangunan daerah, baik secara langsung seperti setoran PAD, maupun kontribusi tidak langsung lainnya.
“Kontribusi BPR untuk Pemerintah Daerah, di antaranya membantu Pemerintah Daerah dalam membangun Daerah melalui kontribusi dividen sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam menangani berbagai isu sosial dan lingkungan, seperti pendidikan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan.” ujarnya didampingi tim.
Untuk kinerja yang lebih baik, perusahaan juga melakukan transformasi digital banking yang diperkuat dari sisi tata kelola dan SDM. Di antaranya melakukan pengembangan system Mobile untuk memudahkan nasabah dalam hal pengecekan saldo. Selain itu, pengembangan sistem core banking berbasis mobile memungkinkan nasabah memantau saldo dan informasi rekening melalui ponsel, meningkatkan kemudahan akses layanan keuangan di daerah. Digitalisasi ini diposisikan sebagai alat efisiensi dan peningkatan layanan, bukan sekadar tren teknologi.
Selain itu juga melakukan Kerjasama dengan PERURI dalam hal Tandatangan digital untuk mendukung program Papperless dalam rangka penggurangan penggunaan kertas yang dapat membantu kegiatan operasional jarak jauh dengan mengutamakan keamanan/safety serta mengefisienkan waktu serta biaya.
Perusahaan juga terus menyelaraskan sistem manajemen SDM dengan strategi bisnis melalui penguatan peran account officer, peningkatan kompetensi analisis kredit, serta pelatihan berkelanjutan bagi direksi dan dewan pengawas. Sistem penilaian berbasis KPI, reward and punishment, hingga rencana subsidi pendidikan karyawan pada 2026 menjadi bagian dari upaya membangun budaya kinerja yang profesional dan berorientasi hasil.
Dengan kinerja yang kian kinclong, Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bahteramas Konawe Selatan, tahun ini kembali terpilih menjadi salah satu finalis untuk penghargaan TOP BUMD Awards 2026. TOP BUMD Awards 2026 merupakan kegiatan corporate rating (penilaian), pembelajaran sekaligus pemberian penghargaan kepada BUMD-BUMD Terbaik di Indonesia, yang dinilai berprestasi, berkinerja baik, dan telah banyak melakukan perbaikan/ improvement, serta berkontribusi besar dalam pembangunan daerah.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh majalah Top Business, bekerjasama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta beberapa lembaga Tim Penilai seperti LKN Astacita, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta beberapa Staf Pengajar dari Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran Bandung, Unoversitas Diponegoro Semarang, serta beberapa Lembaga lainnya.
Adapun tim juri penilai terdiri M. Lutfi Handayani (CEO Madani Solusi Internasional – MSI Group), Dwinda Ruslan -Yayasan Pengembangan Keuangan Mikro -Pakem), Sentot Basokoro (Akademisi-Pakar Hukum Korporasi), Benyamin De Haan (Senior Advisor MSI Group-Komisaris LPK MSI Institut).
