Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bahteramas Konawe Selatan terpilih menjadi finalis ajang TOP BUMD Awards 2024. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Sulawesi Tenggara dan pemerintah daerah di Kabupaten Konawe Selatan ini masuk dalam TOP 250 BUMD Terbaik di Indonesia berdasarkan daftar dari penyelenggara TOP BUMD Awards 2024.
Pada Jumat (1/3/2024) lalu, BPR Bahteramas Konawe Selatan mengikuti sesi presentasi dalam rangka penjurian TOP BUMD Awards 2024 yang dilakukan secara daring.
Dalam presentasinya, Shabarul Mukjizat, Direktur BPR Bahteramas Konawe Selatan menyampaikan soal profil bisnis, kinerja perusahaan, tata kelola, inovasi-inovasi yang dilakukan manajemen, serta kontribusi BPR terhadap pemerintah daerah dan pembangunan daerah.
Secara bisnis dan keuangan, kinerja BPR Bahteramas Konawe Selatan sangat baik dilihat dari berbagai indikator. Total aset BPR ini tahun 2023 sebesar Rp 43,86 miliar, meningkat dibandingkan aset tahun 2022 sebesar Rp 36,95 miliar.
Untuk penyaluran kredit, BPR Bahteramas Konawe Selatan membantu masyarakat dari berbagai lapisan di Kabupaten Konawe Selatan sudah mencapai Rp 29,6 miliar pada 2023. Jumlah penyaluran kredit ini meningkat 13,69 persen dibandingkan 2022 yang sebesar Rp 26,03 miliar.
“Peningkatan ini sudah di atas target yang ditetapkan oleh otoritas, minimal kenaikan penyaluran kredit 10 persen,” ujar Shabarul dalam presentasinya.
Selain Shabarul, tim dari BPR Bahteramas Konawe Selatan Hadir yang hadir dalam penjurian TOP BUMD Awards 2024 ini antara lain Rozannah Hamzah (Audit Internal), Hasrina (Manager Pemasaran), Rezky Arham (Manajemen Risiko & Kepatuhan), serta Ardillah Jumaing S (Manager Operasional).
Dari sisi jumlah penerima kredit juga selalu di atas target. Pada 2022, realisasi jumlah penerima kredit sebanyak 455, di atas target 420. Demikian pula pada 2023, dari target 400 penerima kredit, terealisasi 402.
“Meski demikian secara tahunan ada sedikit penurunan karena nasabah kami kebanyakan pegawai atau aparat pemerintah dan guru untuk kredit konsumtif, karena ada yang sudah masuk pensiun sehingga kita kurangi nominalnya demi prinsip kehati-hatian,” kata Shabarul.
Untuk kinerja penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dalam dua tahun terakhir juga selalu di atas target. Tahun 2022, dari target penghimpunan DPK Rp 8,71 miliar, terealisasi Rp 8,81 miliar. Demikian pula kinerja pada 2023 dari target penghimpunan dana Rp 11,51 miliar, terealisasi Rp 15,05 miliar atau 130 persen dari target.
Untuk jumlah pelanggan DPK atau nasabah yang menyetor dana juga terus bertambah dengan realisasi pada 2022 mencapai 3.386, di atas target yang ditetapkan 3.300. Sedangkan pada 2023, dari target penambahan jumlah pelanggan 3.500, terealisasi 3.551.
Sementara itu, laba BPR Bahteramas Konawe Selatan tahun 2022 sebesar Rp 4,24 miliar dan tahun 2023 Rp 3,67 miliar. “Dengan perolehan laba tersebut, dalam dua tahun terakhir ini, kami telah menyumbangkan atau berkontribusi terhadap pendapatan daerah sebesar Rp 3,7 miliar lebih,” ujar dia.
Berdasarkan Perda No 2 Tahun 2009 tentang Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Bahteramas Sulawesi Tenggara memiliki target untuk membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian rakyat Sulawesi Tenggara dan pembangunan daerah, serta menjadi salah satu sumber pendapatan daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat.
Sesuai ketentuan, 55 persen dari laba atau dividen BPR Bahteramas Konawe Selatan disetorkan ke pemerintah daerah . Dividen yang diberikan ke pemerintah daerah tahun 2022 sebesar Rp 2 miliar dan tahun 2023 sebesar Rp 1,75 miliar.
Selain Dividen, BPR Bahteramas Konawe Selatan juga turut berkontribusi pada pembangunan infrastruktur desa sebanyak 76 desa dengan total pembiayaan Rp 6,5 miliar.
Setoran modal di BPR Bahteramas Konawe Selatan total sebesar Rp 11,05 miliar dengan komposisi kepemilikan saham 63 persen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, 8,14 persen Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, dan 28,86 persen dimiliki Pemerintah Desa se-Kabupaten Konawe Selatan.
Tata Kelola Perusahaan
Dalam presentasinya, Shabarul juga memaparkan soal kebijakan tata kelola perusahaan merujuk pada aturan, prosedur, dan praktik yang mengatur bagaimana sebuah perusahaan dijalankan dan diatur. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan bisnis yang efisien, transparan, dan akuntabel.
BPR Bahteramas Konawe Selatan juga menerapkan Sistem Manajemen Kinerja, KPI(Key Performance Indicator), serta Reward dan Punishment. Siklus tahapan manajemen kinerja di BPR Bahteramas Konawe Selatan, antara lain dengan menetapkan standar kerja (mendefinisikan tujuan, target dan sasaran untuk periode bulan berikutnya).
Manajemen juga menilai kinerja aktual karyawan secara relatif terhadap standar perusahaan (KPI). monitoring setiap minggu agar bisa mengevaluasi untuk melihat realisasi pencapaian yang direncanakan. Untuk pemberian reward diberikan setiap bulan bagi karyawan berprestasi dan akan dipertimbangkan untuk promosi jabatan.
“Pemberian reward juga bisa berupa tunjangan kinerja dan atau libur kepada karyawan diberikan setiap bulan agar menjadi motivasi untuk selalu meningkatkan diri setiap bulan dan menjadi contoh bagi karyawan yang kurang berprestasi,” tuturnya.
Sedangkan pemberian punishment dilakukan setiap tiga bulan bagi karyawan kurang berprestasi agar bisa mengevaluasi diri. Pemberian punishment kepada karyawan berupa Surat Peringatan 1 sampai 3 yang akan berpengaruh pada nilai bonus tahunan yang akan diterima.
Penilaian kinerja di BPR Bahteramas Konawe Selatan dinilai oleh masing-masing atasan dan akan direview kembali oleh Direksi.
Berdasarkan penilaian BPKP, skor pelaksanaan tata kelola atau GCG di BPR Bahteramas Konawe Selatan tahun 2023 adalah 1.8 atau kategori Baik.
Peningkatan SDM
Saat ini BPR Bahteramas Konawe Selatan menghadapi tantangan untuk mengejar ketertinggalan dari BPR lain atau lembaga keuangan lainnya dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat.
Sebab itu, BPR Bahteramas Konawe Selatan setiap tahun selalu memberikan kesempatan pada karyawan dalam hal peningkatan ilmu dan pengetahuan di bidangnya masing-masing melalui pelatihan di dalam daerah maupun di luar daerah.
Terkait upaya peningkatan kompetensi SDM terutama level direksi dan komisaris/pengawas, BPR Bahteramas Konawe Selatan mengikutkan mereka dalam berbagai pelatihan dan sertifikasi kompetensi. Misalnya, mengikuti Sertifikasi Manajemen Risiko Level 1 dan 2, mengikuti Sertifikasi Direksi, mengikuti Pelatihan APU-PPT, Mengikuti Pelatihan Pembuatan RBB dan lainnya.
“Hal tersebut dilakukan untuk menciptakan daya saing dan pengembangan karier serta membantu perusahaan mencapai visi, misi, dan tujuan bisnis perusahaan,” kata dia.
Untuk menghadapi era digitalisasi, kata Shabarul, BPR Bahteramas telah bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) terkait penggunaan QRIS. Transaksi pembayaran online yang semakin masif ini dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan proses transaksi, mencegah beredarnya uang palsu. Selain itu, laporan transaksi dapat diakses dari mana saja, real time dan akurat.
