Jakarta, TopBusiness – PT Jamkrida Kaltim terpilih menjadi nominator TOP BUMD Awards 2026. Perseroda ini, dicatat memiliki visi ‘Menjadikan PT. Jamkrida Kaltim sebagai Perusahaan Penjaminan yang terpercaya guna mendukung kegiatan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi sebagai kekuatan ekonomi Kalimantan Timur.’ PT Jamkrida Kaltim mengikuti sesi presentasi Penjurian TOP BUMD Awards 2026, Senin (9/2/2026).
Hadir dalam penjurian di antaranya adalah Direktur Utama PT Jamkrida Kaltim, Agus Wahyudin, SE., MM. dan Kepala Bagian Administrasi Umum & SDM, Riza Ansari, S.M.
Dalam Penjurian, Agus Wahyudin menyatakan jika perusahaan memiliki aktivitas usaha memberikan jasa Penjaminan kepada pelaku usaha mikro, kecil, menengah, koperasi dan usaha produktif lainnya dalam rangka meningkatkan kemampuan permodalan dan memperlancar kegiatan usaha guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, perusahaan mengembangkan strategi bisnis meningkatkan kapasitas dan kemampuan penjaminan (Gearing Ratio) dengan melakukan sinergitas diantara seluruh Pemangku Kepentingan/Stakeholder termasuk bersama seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dilingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan melaksanakan program-program yang dimiliki oileh Pemerintah Daerah.
Kinerja Keuangan Solid
Agus Wahyudin mengatakan, dalam mengembangkan strategi bisnis yang ada, PT Jamkrida Kaltim (Perseroda) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2024 dan 2025.
“Hal ini, seiring dengan peran perusahaan sebagai lembaga penjaminan daerah yang mendukung penguatan UMKM, koperasi, dan usaha produktif di Kalimantan Timur,” kata dia.
Kinerja keuangan yang solid itu terlihat dalam beberapa hal. Pada tahun buku 2024, realisasi nilai penjaminan mencapai Rp2,07 triliun atau 180,41 persen dari target Rp1,14 triliun. Penerimaan Imbal Jasa Penjaminan (IJP) juga melampaui target dengan realisasi Rp14,89 miliar atau 123,28 persen.
Lalu laba bersih setelah pajak dibukukan sebesar Rp10,03 miliar, melonjak 166,84 persen dari target yang ditetapkan. Kinerja ini ditopang oleh dominasi produk penjaminan Surety Bond yang terealisasi sebesar Rp1,31 triliun atau 262,73 persen dari target, sejalan dengan meningkatnya proyek pembangunan di Kalimantan Timur, termasuk dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pada tahun 2025, sekalipun terjadi penurunan aktivitas pengadaan barang dan jasa proyek fisik, PT Jamkrida Kaltim tetap mampu menjaga kinerja keuangan pada level positif. Nilai penjaminan terealisasi sebesar Rp1,84 triliun atau 99,47 persen dari target, sementara penerimaan IJP mencapai Rp18,10 miliar atau 104,62 persen dari target, tumbuh 21,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih setelah pajak meningkat menjadi Rp12,74 miliar atau 126,99 persen dari target.
“Kinerja tersebut, menunjukkan ketahanan perusahaan dalam menjaga profitabilitas, meskipun beban klaim meningkat menjadi Rp6,48 miliar,” kata Agus Wahyudin.
Secara keseluruhan, aset perusahaan per 2025 tercatat sebesar Rp211,43 miliar atau 114,50 persen dari target, dengan ekuitas mencapai Rp169,18 miliar. Aset ini naik dibandingkan per 2024, yang dicatat hanya sebesar Rp175,69 miliar.
Penguatan Tata Kelola
Menurut Agus Wahyudin kembali, keberhasilan perusahaan menghadirkan kinerja yang solid dimulai dari keberhasilan memperkuat tata kelola perusahaan. PT Jamkrida Kaltim dicatat telah menjalankan pengelolaan usaha secara profesional dengan mengacu pada prinsip Good Corporate Governance (GCG) sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 3/POJK.05/2017.
Perusahaan secara mandiri juga telah melakukan penilaian GCG untuk memastikan kepatuhan dan kualitas pengelolaan organisasi. Penguatan tata kelola juga ditopang oleh strategi pengelolaan sumber daya manusia melalui penempatan SDM sesuai kompetensi, serta peningkatan kapasitas melalui sertifikasi profesi di bidang penjaminan.
Hingga saat ini, pegawai yang telah tersertifikasi meliputi pejabat eksekutif, analis penjaminan, tenaga ahli penjaminan, serta analis klaim dan subrogasi, sebagai bagian dari transformasi dan penguatan sistem internal maupun eksternal perusahaan.
Kontribusi ke Pemda
Banyak kontribusi yang telah berhasil dihadirkan PT Jamkrida Kaltim. Di antaranya, perusahaan berperan aktif sebagai mitra pemerintah daerah dalam berbagai program strategis. Selain itu, perusahaan terlibat dalam program penjaminan kredit bunga 0 persen seperti Kredit BERTUAH di Kota Samarinda, Kredit MERANTI di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kredit KBK di Kota Bontang, serta Kredit TUNAS di Kabupaten Paser.
Di samping itu, PT Jamkrida Kaltim melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bagi pelaku UMKM melalui fasilitasi sertifikasi halal guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Sejak berdiri pada 2015, perusahaan juga telah menyetorkan kontribusi kepada pemerintah daerah dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan total Rp8,34 miliar. “Semua kinerja positif tersebut tetap terjaga meskipun perusahaan sempat menghadapi tekanan berat pada masa pandemi COVID-19 2020–2021, dan kemudian berhasil bangkit dengan mencatatkan laba tertinggi sebesar Rp10,03 miliar pada tahun buku 2024,” pungkas Agus Wahyudin.
