TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Membalikkan Krisis Menjadi Prestasi, Transformasi BPR BKK Wonosobo Berbuah Kinerja Gemilang

Busthomi
13 February 2026 | 14:02
rubrik: BUMD, Event
Membalikkan Krisis Menjadi Prestasi, Transformasi BPR BKK Wonosobo Berbuah Kinerja Gemilang

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Kinerja impresif ditunjukkan PT BPR BKK Wonosobo milik Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah dalam empat tahun terakhir. Dalam ajang penjurian TOP BUMD Awards 2026, manajemen memaparkan lonjakan signifikan pada aset, kredit, dana masyarakat hingga laba, pasca pandemi Covid-19.

Direktur Utama PT BPR BKK Wonosobo, Darsono, menyebut transformasi tersebut sebagai bagian dari upaya membalikkan kondisi sulit menjadi momentum pertumbuhan.

“Untuk saat ini, kami mengambil tema membalikkan krisis menjadi prestasi BPR BKK Wonosobo sebagai penggerak motor ekonomi lokal yang tangguh,” ujar dia dalam presentasi TOP BUMD Awards 2026, yang digelar Majalah TopBusiness, Kamis (12/2/2026).  

Darsono menjelaskan, dirinya bersama jajaran direksi mulai dipercaya memimpin perusahaan pada 2 Februari 2022, di tengah situasi pascapandemi yang penuh tantangan.

Tumbuh di Atas 200 Persen

Dalam paparannya, Darsono menyampaikan pertumbuhan kinerja yang cukup agresif sejak 2021 hingga Desember 2025.

Total aset meningkat dari Rp129 miliar pada 2021 menjadi Rp263,12 miliar pada akhir 2025 atau tumbuh 202,94 persen. Dana pihak ketiga naik dari Rp96,735 miliar di 2021 menjadi Rp206,20 miliar atau tumbuh 213,16 persen.

Sementara itu, penyaluran kredit melonjak dari Rp88,67 miliar pada 2021 silam menjadi Rp222,58 miliar atau meningkat sekitar 251 persen. Pendapatan juga meningkat dari Rp19,58 miliar menjadi Rp43,307 miliar atau naik 221,16 persen.

Yang paling mencolok adalah pertumbuhan laba. Jika pada 2024 laba tercatat Rp650 juta, maka pada 2025 melonjak menjadi Rp5,565 miliar. “Sehingga kurun waktu empat tahun terakhir ini kita naik laba itu 512,90 persen,” tandasnya bangga.

Kredit Subsidi ke Pertanian dan UMKM

Dengan kinclongnya kinerja keuangan karena memang BPR BKK Wonosobo aktif menggandeng pemerintah daerah dan provinsi dalam program subsidi bunga kredit.

BACA JUGA:   SDM Internal PDAM Tirtawening Angkat Kinerja Keuangan

Perusahaan memperoleh subsidi dari Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp100 juta untuk petani kecil dengan plafon Rp5 juta dan bunga 3 persen.

Selain itu, subsidi bunga kredit UMKM dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo mencapai Rp800 juta, dengan tahap awal Rp200 juta.

“Sampai dengan hari ini kami sudah bisa menyalurkan Kurda pertanian itu Rp2,018 miliar dan juga untuk Kurda UMKM itu Rp1,891 miliar.”

Darsono menegaskan, kolaborasi dengan otoritas menjadi bagian penting dalam memperluas akses pembiayaan murah bagi masyarakat.

Menariknya, kata Darsono, hampir seluruh portofolio kredit BPR BKK Wonosobo difokuskan ke sektor produktif.

“Faktanya, 99 persen outstanding kami itu sektor UMKM. Jadi kami tidak fokus pembiayaan ke personal loan atau ASN. Kami fokus ke UMKM,” tandasnya.

Menurut Darsono, hal ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Wonosobo tetap hidup dan berkembang, meski daerah tersebut sempat dikategorikan sebagai kabupaten miskin di Jawa Tengah.

Ekspansi ke Perumahan dan Pariwisata

Sebagai langkah inovasi, di sektor perumahan, BPR BKK Wonosobo membiayai lebih dari 2.000 unit rumah, baik subsidi maupun komersial.

Bahkan terdapat proyek seluas 60 hektare yang dibiayai melalui skema sindikasi bersama sembilan BPR BKK di Jawa Tengah, dengan BPR BKK Wonosobo sebagai leader.

Perusahaan juga menyalurkan KPR kepada masyarakat yang tidak dapat dibiayai bank umum karena kendala administratif.

“Sebenarnya konsumennya mampu, tapi secara teknis teman-teman di bank umum itu tidak bisa membiayai. Akhirnya kami yang membiayai,” ucap dia.

Outstanding pembiayaan ke end-user kini mencapai sekitar Rp25 miliar dengan rasio kredit macet (NPL) nol persen.

“Pembiayaan kepada sektor properti tersalurkan Rp111,92 miliar telah membangun di atas 2.051 unit rumah subsidi dan komersil. Sedang pembiayaan fasilitas KPR untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam kepemilikan rumah tinggal senilai Rp25,84 miliar,” tandas dia.

BACA JUGA:   TOP BUMD Awards 2026: Berkat Inovasi dan Digitalisasi, Banyak BUMD Naik Kelas

Di sektor pariwisata, pembiayaan mencakup pembangunan vila, kabin, wahana wisata, hingga hotel berbintang tiga plus di Tambi, Wonosobo. “Pembiayaan kepada sektor pariwisata tersalurkan Rp75,55 miliar,” ujar Darsono.

Strategi Jemput Bola

Menurut Darsono, salah satu kunci pertumbuhan adalah strategi pemasaran aktif dan menyentuh langsung masyarakat.

“Kami banyak melakukan kunjungan, kami lebih promosi secara door to door. Jadi setiap ada event di desa, di kecamatan, di kabupaten, kami hadir beserta tim marketing kami untuk menawarkan produk-produk kami,” tandasnya.

BPR BKK Wonosobo menyasar kelompok kolektif seperti kelompok tani, kelompok usaha masyarakat, kelompok ibu rumah tangga produktif, hingga komunitas wisata di kawasan Dieng.

Di sektor pariwisata, manajemen bahkan mengundang sekitar 300 pelaku wisata dalam kegiatan gathering yang menghadirkan narasumber untuk memberikan motivasi dan edukasi.

Pembiayaan Sosial dan Tata Kelola

Selain bisnis komersial, perusahaan juga menyalurkan kredit mikro berbasis kelompok tanpa agunan sebesar Rp2 juta per orang untuk mencegah masyarakat terjerat pinjaman ilegal.

Selain itu, BPR BKK Wonosobo juga membiayai sambungan air bersih melalui kelompok SPAM yang telah menjangkau lebih dari 10.000 sambungan rumah tangga.

Di sisi literasi, perusahaan bekerja sama dengan OJK untuk memberikan edukasi terkait bahaya pinjaman online dan investasi bodong.

Sementara terkait dengan tata kelola, transformasi internal dimulai dari pembenahan sumber daya manusia melalui asesmen dan penempatan berbasis kompetensi.

“Dalam kegiatan operasional ini tentu diawali dengan pembenahan SDM dan juga peningkatan kompetensi,” dia menegaskan. Budaya kepatuhan dan prinsip kehati-hatian juga diperkuat dalam setiap aktivitas operasional.

Kata dia, empat tahun pascapandemi, BPR BKK Wonosobo yang memiliki visi ‘Menjadi BPR yang Produktif, Efisien, dan Berkelanjutan’ itu menunjukkan bahwa strategi jemput bola, kolaborasi dengan komunitas, serta fokus pada sektor produktif mampu mendorong pertumbuhan signifikan.

BACA JUGA:   Tower Bersama Punya 4 Pilar Program CSR Unggulan, Ada Koperasi Batik dan Mobil Kesehatan Keliling

Dengan portofolio yang didominasi UMKM dan berbagai program subsidi, perusahaan ini menegaskan perannya sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang semakin tangguh.

Tags: PT BPR BKK WonosoboTOP BUMD Awards 2026
Previous Post

Perumda Tirta Raflesia Perkuat Layanan, Direktur: Siap Menuju Perubahan

Next Post

Perumdam Tirta Saiyo Menuju Pelayanan Prima dan Cetak Laba di 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR