TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kinerja Sehat, Perumdam Tirta Ardhia Rinjani Siap Optimalkan Pelayanan Berwawasan Lingkungan

Fauzi
20 February 2026 | 14:01
rubrik: BUMD, Event
Kinerja Sehat, Perumdam Tirta Ardhia Rinjani Siap Optimalkan Pelayanan Berwawasan Lingkungan

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Perumda Air Minum Tirta Ardhia Rinjani, Kabupaten Lombok Tengah (PDAM Lombok Tengah) kembali terpilih menjadi kandidat penerima penghargaan TOP BUMD Awards 2026.

Untuk keperluan penilaian PDAM Lombok Tengah telah menyelesaikan sesi penjurian yang dilaksanakan secara daring, Jumat (20/2/2026). Bambang Supratomo, S.IP., M.M., selaku Direktur Utama hadir pada sesi penjurian ini dan memberikan paparannya di hadapan dewan juri.

Seperti dikatakan Bambang, sebagai instansi yang diberi tugas untuk memastikan pelayanan air minum berjalan secara optimal dan berkelanjutan, dalam perjalanannya PDAM Lombok Tengah memiliki berbagai dinamika.

Hal itu tak lepas dari Kabupaten Lombok Tengah yang merupakan salah satu destinasi wisata dengan standar internasional, dengan keberadaan Sirkuit Mandalika dan beberapa kawasan wisata lain yang membutuhkan pelayanan yang optimal.

“Kami mengusung visi, yakni menjadi PDAM yang sehat untuk mewujudkan pelayanan air minum yang optimal dan berwawasan lingkungan,” ujar Bambang.

Untuk mendukung tercapainya visi tersebut, perusahaan mencanangkan sejumlah misi, antara lain Peningkatan Pelayanan Air Bersih; Meningkatkan Profesionalisme SDM; Menjaga Kelestarian Lingkungan Sumber Air Baku.

“Jadi, PDAM Lombok Tengah memang secara kondisi pelayanannya Ini, kami 95% bergantung pada kondisi alat, yakni di mana 95% kami memanfaatkan sumber mata air yang ada di Kabupaten Lombok Tengah, terutama di Lombok Tengah ini ada satu gunung Namanya Gunung Rinjani, dan sumber mata air kami berasal dari gunung tersebut,” jelas Bambang

Itulah kenapa dalam visisnya perusahaan memastikan bahwa Lingkungan, kondisi hutan, kondisi alam harus terus terjaga, terus terawat dengan baik, karena hal tersebut akan berdampak terhadap kondisi pelayanan PDAM hari ini, ke depan, maupun ke kondisi masyarakat yang ada di Kabupaten Lombok Tengah.

BACA JUGA:   PT PER Bangun Daya Saing Melalui Penguatan Human Capital dan Budaya “KOMPAK”

Perluas Cakupan Layanan

PDAM Lombok Tengah menegaskan komitmennya untuk fokus 100 persen pada jasa pelayanan air minum.

Tanpa diversifikasi usaha lain, perusahaan daerah ini mengarahkan seluruh sumber daya dan strateginya untuk memperluas cakupan layanan, meningkatkan kualitas operasional, serta memperkuat kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bambang Supratomo menambahkan, perusahaan yang dipimpinnya tidak memiliki lini usaha di luar pelayanan air minum.

“PDAM Lombok Tengah konsen 100 persen kegiatan usahanya ini pada jasa pelayanan air minum. Jadi kami tidak memiliki usaha lain atau side business lain, selain jasa pelayanan air minum,” ujarnya.

Salah satu strategi utama perusahaan adalah meningkatkan cakupan pelayanan, meski dihadapkan pada kondisi geografis Kabupaten Lombok Tengah yang beragam dan menantang.

Bambang menjelaskan, wilayah pelayanan mencakup kawasan perbukitan, pesisir, hingga kawasan pariwisata yang memerlukan investasi infrastruktur cukup besar.

“Ini menjadi tantangan tersendiri bagaimana meningkatkan cakupan pelayanan, karena kondisi geografis dan topografi yang berbeda-beda. Ada kawasan perbukitan, ada kawasan pantai, ada kawasan pariwisata yang secara infrastruktur membutuhkan biaya sangat besar untuk membangun jaringan,” jelasnya.

Saat ini, cakupan pelayanan masih berada di angka 14,94 persen. Namun, manajemen menargetkan peningkatan signifikan pada 2027 seiring rencana pembangunan sejumlah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru.

Penguatan SDM Lewat Training Center

Di tengah keterbatasan anggaran, PDAM Lombok Tengah memilih membangun training center sebagai inovasi strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Sebelumnya, pelatihan pegawai dilakukan di luar daerah seperti Jakarta, yang dinilai kurang efektif dari sisi biaya dan waktu. Kini, sistem pelatihan dilakukan secara in-house dengan mendatangkan tenaga pengajar ke Lombok Tengah.

“Dengan adanya training center ini kami bisa mengoptimalkan sistem in-house training. Gurunya yang kami datangkan ke PDAM Lombok Tengah sehingga banyak karyawan yang bisa mengikuti, kemudian knowledge-nya bisa ditransfer ke pegawai lain,” kata Bambang.

BACA JUGA:   RSUD Merah Putih Berhasil Menjadi Rumah Sakit Berdaya Saing dengan Pelayanan Prima

Lebih jauh, training center juga difungsikan sebagai sarana pemberdayaan masyarakat di kawasan sumber air, khususnya kalangan pemuda. Mereka mendapatkan pelatihan teknologi, pariwisata, dan keterampilan lainnya.

“Ini sebagai bentuk konkret keberadaan PDAM dalam memanfaatkan sumber daya airnya, sehingga masyarakat juga bisa menikmati dan merasakan dampak positifnya,” ujarnya.

Tekan NRW dan Digitalisasi

Dari sisi operasional, perusahaan terus menurunkan angka kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW). Melalui pembentukan Satgas Ledeng, respons terhadap kebocoran dan gangguan teknis dilakukan lebih cepat.

“Dengan adanya satgas ledeng ini, penanganan kebocoran ataupun gangguan pelayanan relatif lebih cepat dan praktis dalam menindaklanjuti setiap keluhan,” jelas Bambang. Hasilnya sudah terbukti, angka NRW turun dari 28,40 persen menjadi 27,52 persen pada 2025.

Selain itu, PDAM Lombok Tengah mengembangkan sistem pembayaran melalui Payment Point Online Bank (PPOB).

Jika sebelumnya pembayaran dilakukan secara manual dengan petugas mendatangi rumah pelanggan, kini masyarakat dapat membayar melalui berbagai kanal seperti ritel modern, mobile banking, maupun transfer bank.

“Ini kami lakukan untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran, sehingga tidak lagi secara manual,” ujarnya.

Perusahaan juga memberikan insentif kepada petugas penagihan yang mencapai target serta aktif melakukan promosi melalui media sosial dan website resmi.

Kinerja Meningkat

Berdasarkan penilaian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tingkat kesehatan PDAM Lombok Tengah menunjukkan tren positif.

Pemakaian rata-rata air meningkat dari 17,04 meter kubik pada 2024 menjadi 17,49 meter kubik pada 2025. Dari sisi kinerja, skor meningkat dari 2,91 menjadi 2,94, yang menempatkan perusahaan dalam kategori “Sehat”.

“Secara operasional keuangan, alhamdulillah kami sudah full cost recovery. Artinya sudah masuk pada kategori PDAM sehat,” kata Bambang.

BACA JUGA:   PLN KREASI Dorong Kompetensi Siswa SMK di Bidang Kendaraan Listrik

Meski demikian, kontinuitas pelayanan sedikit menurun dari 22 jam menjadi 21 jam per hari. Hal ini dipengaruhi proyek strategis SPAM Mandalika yang masih dalam tahap optimalisasi operasional dan membutuhkan koordinasi kompleks dengan kawasan pariwisata. “Itu yang menyebabkan kontinuitas pelayanan relatif terjadi penurunan,” ujarnya.

Kontribusi

Sebagai Perumda dengan proporsi laba 100 persen untuk daerah, PDAM Lombok Tengah menargetkan diri menjadi salah satu penopang utama PAD.

Sejak 2021 hingga 2025, tren kontribusi terhadap PAD dan laba perusahaan terus meningkat. Pemerintah Daerah dan DPRD Lombok Tengah disebut memberikan apresiasi atas peningkatan kinerja, transparansi, dan tata kelola perusahaan.

“DPRD mendorong kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kontribusi terhadap PAD. Dan tren kontribusi kami setiap tahun menunjukkan peningkatan,” ujar Bambang.

Tak hanya berorientasi bisnis, perusahaan juga aktif menjalankan program sosial. Seluruh sarana ibadah di Kabupaten Lombok Tengah—masjid, pura, gereja, dan lainnya—dibebaskan dari pembayaran rekening air.

Selain itu, PDAM Lombok Tengah mendukung program beasiswa bagi yatim piatu penghafal Al-Quran untuk melanjutkan pendidikan kedokteran, berpartisipasi dalam penanaman 10.000 pohon, memberikan bantuan sembako bagi lansia di kawasan sumber, menyalurkan sapi kurban saat Idul Adha, hingga bantuan air bersih dan tanggap bencana.

“Ini sebagai bentuk kontribusi kami dalam pembangunan berkelanjutan dan kehadiran nyata PDAM di tengah masyarakat,” tutup Bambang.

Tags: Perumdam Tirta Ardie RinjaniTOP BUMD Awards 2026
Previous Post

Percepatan Pembangunan Jembatan Armco Gampong Salah Sirong Jadi Prioritas

Next Post

Neraca Pembayaran Catatkan Surplus di Q4 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR