Jakarta, TopBusiness – RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang, Jawa Tengah atau RSUD Merah Putih kembali terpilih menjadi nominator TOP BUMD Awards 2025. RSUD yang memiliki visi ‘Menjadi Rumah Sakit yang Berdaya Saing dengan Pelayanan Berkualitas Prima’ ini, yang baru saja mengikuti sesi presentasi Penjurian TOP BUMD Awards 2025, Senin (21/4/2025).
Hadir dalam penjurian, di antaranya adalah Direktur RSUD Merah Putih dr. Leli Puspitowati, MM; Kabid Pelayanan dr. Hery Sumantyo, Mph; Kasie Pelayanan Medis drg. Lisa Andriyani; dan Kasie Penunjang Pelayanan Non Medis drg. Rurit Obyantoro.
Dalam penjurian, Leli menyatakan jika RSUD Merah Putih berhasil menorehkan banyak kinerja positif yang membanggakan selama tahun 2024. Baik itu kinerja keuangan, kinerja layanan, maupun pencapaian lain.
Pada kinerja keuangan, peraih TOP BUMD Awards 2024 Bintang 4 ini dicatat berhasil merealisasikan pendapatan di atas target pendapatan. Tahun 2022 misalnya, target pendapatan sebesar Rp37.000.000.000 dan realisasi pendapatan sebesar Rp44.699.564.211. Tahun 2023, target pendapatan sebesar Rp65.000.000.000 dan realisasi pendapatan sebesar Rp70.534.126.761. Tahun 2024, target pendapatan sebesar 84.000.000.000 dan realisasi pendapatan sebesar Rp91.557.717.849.
Pada kinerja layanan, trend kunjungan pasien ke RSUD Merah Putih tercatat semua naik dari tahun 2021-2024 dengan kunjungan terbanyak ada pada instalasi rawat jalan.
Kunjungan pasien Urologi sebagai misalnya, tahun 2021 sebanyak 567. Tahun 2022, naik menjadi 2.927. Tahun 2023, kembali naik menjadi 4.678. Dan pada tahun 2024, naik menjadi 5.612.
Pada pencapaian lain, RSUD Merah Putih tercatat meraih Predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) selama 2 Tahun sejak RSUD Merah Putih menjadi PPK BLUD (Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah). RSUD Merah Putih juga menjadi rumah sakit tipe C paling berkompeten dalam melakukan pelayanan BPJS Kesehatan. Selain itu, RSUD Merah Putih meraih pencapaian akreditasi rumah sakit paripurna, dari LARS DHP.
Semua capaian tersebut menurut Leli tidak datang dengan sendirinya. Namun tidak lepas dari perbaikan berkesinambungan terkait tata kelola perusahaan yang dilakukan, serta dari inovasi yang berhasil dilaksanakan. Perbaikan tata kelola perusahaan yang dilakukan di antaranya adalah perbaikan keselarasan sistem manajemen SDM dengan strategi bisnis.
RSUD Merah Putih tercatat berhasil menghadirkan Manajemen SDM yang bersih, akuntabel yang berbasis kompetensi mulai dari rekrutmen, pengembangan kompetensi hingga manajemen kinerja sehingga mendukung bisnis rumah sakit. Selain itu juga berhasil menghadirkan upaya peningkatan kompetensi SDM, Direksi, Komisaris/Pengawas melalui Program Instalasi Diklit baik Pelatihan Eksternal & Pelatihan Internal.
Sementara itu inovasi yang berhasil dilaksanakan salah satunya terkait bidang Human Capital. Inovasi tersebut di antaranya, RSUD Merah Putih menetapkan staf sebagai role model di tingkat RS dan unit pelayanan. Selain itu memberikan award kepada staf dalam periode tertentu dengan kriteria khusus.
Di samping inovasi di bidang Human Capital, RSUD Merah Putih juga berhasil menghadirkan inovasi di bidang digital. Inovasi ini membantu rumah sakit dalam meningkatkan kualitas layanan dengan mengumpulkan umpan balik dari pasien dan keluarganya.
Inovasi digital ini salah satunya adalah Simerbabu. Simerbabu merupakan Aplikasi Memantau Perkembangan Anak dan Ibu yang diterapkan mulai tahun 2023 dengan fitur unggulan Early Warning System (EWS) pasien kebidanan risiko tinggi.
Pemanfaatan aplikasi ini berhasil mengurangi angka kematian ibu hamil, bayi dan ibu nifas. Selain itu terpantaunya kesehatan ibu hamil/ibu nifas yang berisiko tinggi dan meningkatkan kecepatan penanganan pada ibu hamil/ibu nifas yang berisiko tinggi.
Dengan perbaikan berkesinambungan terkait tata kelola perusahaan yang dilakukan, serta dari inovasi yang berhasil dilaksanakan pula, RSUD Merah Putih kemudian berhasil menghadirkan kontribusi BUMD. Kontribusi tersebut di antaranya adalah:
Pertama, membantu pemerintah daerah dalam mencapai misi pemerintah daerah yang pertama yaitu “Meningkatkan Kualitas Kehidupan Masyarakat yang Sejahtera dan Berakhlak Mulia” melalui kontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Kedua, menjadi perpanjangan tangan dari pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan sebagai hasil dari program strategis pembangunan bidang kesehatan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) Kabupaten Magelang tahun 2014-2019.
Ketiga, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hasil pendapatan rumah sakit yang melebihi target pada tahun 2022 dan 2023.
Editor: Busthomi
