TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dari Lereng Gunung Arjuno, Program CSR United Tractors Bangun Model Desa Lestari Berbasis Proklim

Busthomi
27 February 2026 | 09:43
rubrik: CSR, Event
Dari Lereng Gunung Arjuno, Program CSR United Tractors Bangun Model Desa Lestari Berbasis Proklim

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Di lereng Gunung Arjuno, Jawa Timur, perubahan perlahan mulai terlihat. Kawasan yang selama bertahun-tahun menghadapi tekanan alih fungsi lahan, kebakaran hutan, dan persoalan sampah, kini bergerak menuju model desa berbasis keberlanjutan.

Transformasi itu digagas oleh PT United Tractors Tbk (UT) melalui program unggulannya, Desa Lestari atau yang dikenal sebagai Desa Unity, bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Tim CSR UT yang diwakili Saidina Malik, saat mengikuti penjurian TOP CSR Awadrs 2026 yang digelar Majalah TopBusiness menjelaskan, program ini tidak sekadar memenuhi kewajiban perusahaan, melainkan dirancang sebagai model pengembangan desa berbasis Program Kampung Iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Desa Unity bukan hanya dirancang untuk memenuhi kriteria program atau menggugurkan kewajiban saja, tetapi kami menyasar inovasi sosial dan eko-inovasi yang melampaui kepatuhan dalam pemberdayaan masyarakat dan tanggap kebencanaan,” ujar Malik, saat penjurian secara daring itu, Kamis (26/2/2026).

Dalam penjurian kali ini, juga dihadiri Himawan Sutanto selaku Manajer Departemen SRCOM, Dimas Aryo wicaksono sebagai Team Leader CSR, dan staf CSR selain Saidina yang hadir Adalah Vregat Febriansyah dan Emlla Catur Riandi.

Mengapa Lereng Gunung Arjuno?

Malik menjelaskan, Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, mulai dari kenaikan suhu, cuaca ekstrem, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan dan air. Lereng Gunung Arjuno menjadi salah satu kawasan yang menghadapi risiko nyata tersebut.

Data kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menunjukkan Pulau Jawa mengalami tren yang mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir. Gunung Arjuno termasuk titik rawan, dengan ribuan hektare kawasan terdampak kebakaran.

“Risiko ini bukan lagi teoritis. Kami melihat langsung dampaknya di lapangan. Karena itu program ini kami desain untuk mendukung strategi jangka panjang pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim 2050,” kata Saidina.

BACA JUGA:   Sambut HUT ke-75, Garuda Tawarkan Banyak Penawaran Khusus

Masalah utama di kawasan ini adalah alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian sayur dan perkebunan, yang memicu longsor serta menurunkan kualitas lingkungan.

Praktik pembakaran hutan oleh oknum tidak bertanggung jawab dan pengelolaan sampah yang belum optimal memperparah kondisi tersebut.

“Dan Jawa Timur, Jawa Tengah, serta Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah bencana terbanyak. Salah Satunya karena kerusakan hutan yang menyebabkan bencana alam seperti cuaca ekstrim tanah longsor, dan bencana banjir yang berdampak jangka Panjang,” kata dia menyoal latar belakang program di lereng Gunung Arjuno.

Kata dia, menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK: 2021), Jawa Timur termasuk dalam daerah rawan bencana terbanyak, salah satu penyebabnya kerusakan hutan disebabkan oleh cuaca ekstrim seperti tanah longsor dan bencana banjir.

Sementara Gunung Arjuno paling masif kejadian kebakaran hutan di Pulau Jawa (BBC News, 2022). Dan Desa Sumbergondo, Tawangargo, Giripurno dan Tulengrejo menjadi desa penyangga paling terdampak atas kejadian karhutla di area Gunung Arjuno.

“Penyebab terjadinya banjir bandang, tanah longsor di lereng gunung Arjuno disebabkan oleh alih fungsi lahan pasca karhutla menjadi tanaman sayuran untuk memenuhi kebutuhan perekonomian petani. Dan di sini terdapat 22.590 kg sampah/bulan domestik yang belum dikelola dengan baik,” kata dia.

Sasar Empat Desa

Program Desa Unity mencakup empat desa utama di lereng Arjuno, yakni Desa Tulungrejo, Desa Sumbergondo, Desa Giripurno, dan Desa Tawangargo. Total lahan revegetasi yang dikelola bersama masyarakat dan kelompok tani hutan mencapai 567 hektare.

Pendekatan yang digunakan tidak sekadar penanaman pohon, tetapi perubahan pola pikir masyarakat.

“Dulu petani membuka lahan dengan membakar hutan untuk menanam sayur. Sekarang kami coba mengubah mindset mereka untuk menanam pohon buah berbatang besar seperti alpukat dan durian yang memiliki nilai ekonomi tinggi tanpa harus menebang hutan,” jelas Saidina.

BACA JUGA:   Inilah Nilai Lebih TOP CSR Awards 2020

Perusahaan menyediakan bibit unggul, membangun nursery, serta mendampingi petani dalam proses budidaya. Konsep yang diusung adalah ekonomi sirkular berbasis kearifan lokal—lingkungan terjaga, ekonomi tumbuh.

Sampah Jadi Sumber Pendapatan

Transformasi juga terjadi di sektor pengelolaan sampah. UT membangun fasilitas TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan mengembangkan budidaya maggot.

Sampah organik yang sebelumnya dibuang kini diolah menjadi pakan ternak dan pupuk kompos. Hasilnya tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani hingga 50 persen.

“Tujuan akhir kami adalah meningkatkan kesejahteraan ekonomi sekaligus melestarikan lingkungan. Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaatnya,” ujar Saidina.

Kini, desa-desa tersebut mampu mengelola sampah secara mandiri, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi warga setempat.

Antara lain untuk benefit yang dirasakan masyarakat adalah, mengurangi biaya operasional tahunan melalui efisiensi pemakaian pupuk; meningkatkan pendapatan petani dari Rp1,5 juta menjadi Rp3 juta per bulan, meningkatkan pendapatan total sebesar Rp 135 juta; membangun fasilitas pengolahan sampah (TPS 3R) untuk mengelola 22.590 kg sampah domestic setiap bulan; dan tumbuhnya 3 UMKM baru, menciptakan lapangan kerja yang signifikan dalam komunitas setempat.

Dan berdasarkan hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim) di wilayah lereng Gunung Arjuno, diperoleh nilai IKM sebesar 83,99 (kategori Sangat Baik).

“Nilai ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat penerima manfaat menilai program berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas lingkungan maupun kesejahteraan warga,” ujarnya.

Target 2027

Secara keseluruhan, program ini telah memberikan dampak nyata. Sebanyak 90 petani menerima manfaat langsung, penggunaan pupuk kimia menurun, serta tercipta lapangan kerja baru. Dengan angka IKM tinggi dan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 1,13, yang berarti setiap investasi menghasilkan nilai sosial dan lingkungan lebih besar dari pada biaya yang dikeluarkan.

BACA JUGA:   J Trust Bank Gandeng UNTR untuk Pembiayaan Alat Berat

“Artinya investasi kami menghasilkan nilai tambah positif bagi sosial dan lingkungan melebihi modal yang dikeluarkan,” ungkap Saidina.

Ke depan, UT menargetkan seluruh desa binaan di lereng Gunung Arjuno mencapai status Proklim Lestari pada 2027—tingkatan tertinggi dalam pengakuan nasional Program Kampung Iklim.

Model Desa Unity juga dirancang untuk direplikasi di wilayah lain setelah melalui proses benchmarking dan penyempurnaan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari Grup Astra, UT memastikan program keberlanjutan menjadi agenda strategis di tingkat direksi dan diawasi langsung oleh Dewan Komisaris.

Bagi Malik, Desa Unity bukan sekadar program CSR, melainkan model kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan. Desa Lestari ini menjadi bukti bahwa ketika masyarakat diberdayakan, hutan terjaga dan ekonomi ikut tumbuh,” tutupnya.

Dari lereng Gunung Arjuno, sebuah model pembangunan desa berkelanjutan tengah bertumbuh—pelan namun pasti—menuju masa depan yang lebih hijau dan inklusif.

Tags: PT United Tractors TbkTOP CSR Awards 2026
Previous Post

IHSG Tertekan, SUN Diburu di Tengah Penguatan Rupiah

Next Post

Gebrakan Transjakarta Perkuat Budaya Keselamatan, Gelar Apel Pramudi dan Luncurkan Hotline Khusus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR