Jakarta, TopBusiness – Ajang penghargaan CSR terbesar di Indonesia, TOP CSR Awards 2020 akan kembali digelar pada awal April 2020 mendatang. Ada beberapa hal yang membedakan TOP CSR Awards 2020 dibanding CSR Award lainnya.
Perbedaan pertama, yang dinilai dalam TOP CSR Awards 2020 ada tiga aspek utama. Tidak hanya aspek kepatuhan (compliance) terhadap ISO 26000 tentang Social Responsibility, tetapi juga aspek GCG, dan aspek Keselerasan program CSR dengan strategi serta daya saing bisnis perusahaan.
“Sedangkan penghargaan CSR lainnya di Indonesia yang diselenggarakan oleh instansi atau media lainnya, umumnya hanya fokus pada kepatuhan (compliance) ISO 26000 dan atau lingkungan saja,” ujar Ketua Penyelenggara TOP CSR Awards 2020 M Lutfi Handayani dalam keterangannya yang diterima redaksi, Rabu (22/1/2020).
Menurut dia, hasil penilaian atau skor GCG yang baik menjadi salah satu prasyarat awal untuk menerima penghargaan TOP CSR 2020. Program CSR yang efektif, lebih mudah diterapkan jika GCG perusahaannya baik. Pada TOP CSR tahun ini ada tambahan penilaian kategori khusus, yakni Program CSR yang terkait dengan prioritas Program Kabinet Indonesia Maju.
Penyelenggara TOP CSR Awards tahun ini mengaplikasikan SR Index, sehingga perusahaan peserta dapat mengukur atau menilai sendiri tingkat adopsi CSR-nya terhadap ISO 26000. Bagi perusahaan yang belum familiar dengan ISO 26000, tetap dapat mengukur SR Index-nya. “Cukup memasukan data dan informasi kebijakan dan program CSR yang selama ini dijalankan,” kata dia.
Lutfi menambahkan, penilaian CSR, tidak hanya melibatkan pakar dan konsultan CSR, tetapi juga pakar, konsultan dan asosiasi bisnis, termasuk dari pasar modal dan lembaga pembiayaan. Dalam acara penganugerahan, akan diundang beberapa tokoh dan pejabat dari berbagai Kementerian, Asosiasi CSR, Asosiasi bisnis, Pasar modal, dan lembaga pembiayaan, duta besar/konsul/atase ekonomi negara-negara sahabat di Indonesia. Kegiatan TOP CSR Awards 2020 ini juga didukung oleh asosasi wartawan CSR Indonesia.
Baca juga Majalah TopBusiness Kembali akan Gelar Ajang TOP CSR Terbesar di Indonesia
Menurut Lutfi, peserta dapat manfaat dari kegiatan TOP CSR Awards 2020 antara lain kesempatan duduk (seat in) menjadi tim panelis atau peninjau dalam sesi presentasi CSR sehingga dapat belajar dan memperoleh tambahan pengetahuan atau inspirasi dari pengelolaan CSR di perusahaan lain. Selain itu, setiap Tim Penilai dari peserta dapat bertanya, dalam Sesi Presentasi CSR.
“Peserta juga dapat mengukur sendiri SR Index perusahaan berbasis ISO 26000. Mendapatkan feedback CSR dari Dewan Juri pada saat Sesi Nilai Tambah, diakhir sesi wawancara penjurian atau Presentasi CSR,” ujar dia.
Adanya feedback dari para Dewan Juri tersebut diharapkan bisa meningkatkan semangat tim atau divisi CSR, untuk terus mengembangkan pengelolaan CSR di perusahaannya. Kecuali itu, komitmen dan perhatian CEO/TOP Management di bidang CSR sebagai bagian dari kebijakan strategis perusahaan diharapkan bisa meningkat.
Lutfi juga menjelaskan, tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan TOP CSR Awards 2020 ini antara lain mendorong secara masif adopsi CSR yang lebih efektif, strategik, dan inovatif berbasis ISO 26000 kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia. Ini dilakukan agar kebijakan dan kegiatan CSR perusahaan lebih terintegrasi dengan strategi bisnis guna mendukung peningkatan daya saing dan kinerja perusahaan, serta peningkatan kualitas lingkungan hidup dan lingkungan sosial ekonomi di sekitarnya.
“Ajang TOP CSR Awards ini juga bisa mendorong implementasi GCG, karena CSR yang efektif, transparan, dan yang dapat dibertanggungjawabkan, hanya dapat diimplementasikan jika perusahaan telah menerapkan tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Lutfi yang juga Pemimpin Redaksi Majalah TopBusiness.
Tujuan lainnya adalah memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang mengadopsi dan mempraktikkan CSR secara baik, efektif, dan inovatif di Indonesia. Kegiatan TOP CSR Awards ini juga menjadi ajang publikasi kepada masyarakat, pemerintah, investor, dan lembaga pembiayaan, bahwa program CSR perusahaan-perusahaan di Indonesia telah berjalan dan berkembang lebih baik dan efektif.
“Kegiatan ini juga untuk mendukung pelaksanaan program Kabinet Indonesia Maju 2019-2024,” ujar Lutfi.
