Jakarta, TopBusiness—Menjelang Idulfitri, Bank Indonesia (BI) memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui dukungan penyaluran kredit pangan guna menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan.
“Upaya ini ditempuh untuk mendukung daya beli serta menjaga inflasi 2026 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida Budiman, dalam keterangan resmi (3/3/2026).
Stabilitas harga pangan menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat, khususnya pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Karena itu, pengendalian inflasi diperkuat melalui koordinasi dari hulu hingga hilir.
Aida menambahkan di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, perekonomian Indonesia tetap berdaya tahan.
Fragmentasi perdagangan dan volatilitas pasar keuangan internasional memengaruhi perekonomian domestik pada tiga jalur utama. Pertama, kenaikan harga minyak dapat meningkatkan biaya transportasi dan produksi, termasuk pangan, sehingga mendorong inflasi.
Kedua, gejolak pasar keuangan dapat memengaruhi nilai tukar yang berdampak pada harga barang impor dan stabilitas harga dalam negeri.
Ketiga, perlambatan perdagangan global dapat menekan pertumbuhan ekonomi, yang kemudian memengaruhi dinamika permintaan dan inflasi.
“Dalam menghadapi tantangan tersebut, Bank Indonesia menempuh strategi 3K, yaitu kebijakan yang terintegrasi, kolaborasi erat dengan Pemerintah, serta komitmen untuk terus berada di pasar guna meredam gejolak dan memastikan inflasi tetap sesuai sasaran,” ujar Aida.
