TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kembangkan Bisnis Plastik Daur Ulang, WGSH Patok Kontribusi ke Pendapatan hingga 40%

Busthomi
4 March 2026 | 15:11
rubrik: Capital Market
Ekonomi Sirkular Bergantung pada Kecepatan Pemerintah Mengubah Kondisi

Pengolahan limbah plastik merupakan salah satu bentuk kegiatan ekonomi sirkular. Ilustrasi FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) atau WGS Venture melalui startup-nya bernama Blue Phoenix Industries (www.bluephoenix.id) baru saja menerima pembayaran perdana dari bisnis baru yang digelutinya, perdagangan plastik daur ulang.

Emiten yang focus dengan aktivitas perusahaan holding dan Teknologi Informasi ini mengaku telah menerima pembayaran perdana pada tanggal 2 Maret 2026 dari mitra manufaktur dalam kerjasamanya memasok pellet plastik daur ulang (rPET) kepada salah satu perusahaan multinasional di industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

“Kemitraan ini ditujukan untuk mendukung pemenuhan komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) bagi pelanggan, termasuk kontribusi terhadap pencapaian program target carbon credit,” terang Direktur WGSH, Hendy Rusli dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (4/3/2026).

Dijelaskan Hendy, model bisnis yang dikembangkan BluePhoenix ini merepresentasikan implementasi nyata ekonomi sirkular.  Yakni, botol plastik pasca-konsumsi dikumpulkan, diolah menjadi flakes yang bersih dan homogen, kemudian diproduksi lebih lanjut menjadi pelet plastik berkualitas food-grade.

“Pelet ini digunakan sebagai bahan baku botol baru, sehingga menciptakan lingkaran daur ulang dan mengurangi ketergantungan industri terhadap plastik virgin (vPET),” katanya.

Penggunaan bahan daur ulang ini, lanjut dia, memberikan manfaat lingkungan yang signifikan, termasuk potensi penurunan jejak karbon (carbon footprint) hingga lebih dari 70% serta peluang percepatan pencapaian target keberlanjutan global.

Di menjelaskan, berdasarkan studi ‘cradle-to-gate’ oleh Silva et al. (2024), transisi dari vPET ke rPET menunjukkan penurunan dampak lingkungan yang signifikan pada kategori Global Warming. Penggunaan rPET dalam bentuk flake mampu memangkas jejak karbon hingga 81%.

Secara kuantitatif, untuk setiap kilogram virgin PET yang diproduksi, alternatif rPET hanya menghasilkan emisi sekitar 19% hingga 31% CO2 eq, sebuah angka krusial untuk mendukung target keberlanjutan dan net zero emission.

BACA JUGA:   IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

“Dengan adanya bisnis ini, berdampak positif ke Perseroan. Diperkirakan memiliki estimasi volume penjualan awal sekitar 300 ton per bulan dengan siklus cash-to-cash sekitar 30 hari. Ditambah potensi pertumbuhan volume penjualan pada semester kedua, Perseroan memperkirakan adanya tambahan kontribusi terhadap pendapatan dan laba kotor konsolidasian sekitar 40%,” ujarnya.

Sementara untuk terus mengembangkan bisnis ini, perseroan pun mengalokasikan modal kerja atau capex. Adapun kebutuhan modal kerja untuk mendukung kegiatan usaha BluePhoenix tersebut diperoleh melalui fasilitas Demand Loan perbankan.

Fasilitas ini plafonnya telah ditingkatkan pada bulan Desember 2025 menggunakan jaminan pribadi aset properti milik Komisaris Utama. Dan struktur pendanaan ini memungkinkan pelaksanaan kegiatan operasional tanpa mengganggu likuiditas utama Perseroan.

Meski begitu, dia mengakui, terkait risikonya, kata dia, risiko utama kegiatan usaha ini adalah ketergantungan terhadap mitra manufaktur dalam rantai pasok. Apabila kegiatan usaha mitra manufaktur terganggu, sebutnya, hal tersebut berpotensi mempengaruhi kelangsungan kerja sama yang sedang berjalan.

“Namun, baik bahan baku maupun produk pellet daur ulang yang dihasilkan memiliki karakteristik komoditas industri yang dapat dipasarkan kepada pembeli lain, termasuk perusahaan AMDK maupun konsumen industri lainnya,” jelas Hendy .  

Untuk diketahui, WGS Ventures atau WGSH adalah perusahaan investasi holding dan Teknologi Informasi, yang tercatat di bursa saham Indonesia. Perseroan memiliki lebih dari 20 portfolio di Indonesia dan Asia Tenggara, di empat sektor yaitu Teknologi, Properti, Food, dan Manufaktur.

WGSH memiliki jaringan ekosistem keuangan dengan institusi seperti bank, fintech, venture capital, konsultan legal dan bisnis.

Keberhasilan WGS Ventures di bidang teknologi digital telah diakui oleh lembaga yang kredibel di regional dengan mendapatkan penghargaan prestisius South East Asia Chief Information Office Network (XCION) Award Jakarta (2025).

BACA JUGA:   Anggarkan Capex Rp329,88 Miliar di Tahun Ini, BJTM Terus Perkuat Digitalisasi

WGSH berupaya untuk mewujudkan kepedulian terhadap masalah pelestarian lingkungan, tercermin salah satunya melalui investasinya di startup BluePhoenix.id ini.

Inisiatif dan komitmen terhadap masalah sosial juga terus dilakukan melalui berbagai program pelatihan yang memberi kesempatan anak muda dengan mengikuti bootcamp yang dilakukan grup WGSH.

Tags: bisnis plastik daur ulangKinerja emitenPT Wira Global Solusi Tbkwgsh
Previous Post

Kinerja Tumbuh Positif, BPR Bank Kudus Perkuat Peran dalam Pembangunan Ekonomi Daerah

Next Post

OJK Geledah PT MASI Terkait Dugaan Tindak Pidana Pasar Modal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR