TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perumdam Tirta Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu Genjot Tata Kelola Perusahaan agar Menjadi Perusahaan Sehat

Albarsyah
5 March 2026 | 15:57
rubrik: Event
Perumdam Tirta Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu Genjot Tata Kelola Perusahaan agar Menjadi Perusahaan Sehat

foto: https://www.instagram.com/perumdatirtaraja/

Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, terus melakukan berbagai pembenahan tata kelola perusahaan guna memperbaiki kinerja dan ke luar dari kategori perusahaan tidak sehat.

Melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) di seluruh lini bisnis, perusahaan daerah milik Pemerintah Kabupaten OKU ini menargetkan transformasi menuju perusahaan yang sehat dan berkelanjutan.

Diketahui, hingga tahun 2023 lalu Perumda Tirta Raja masih mengalami kerugian yang cukup besar, bahkan akumulasi kerugian perusahaan mencapai sekitar Rp77 miliar. Namun sejak kepemimpinan Direktur Utama Berto pada tahun 2024, perusahaan mulai melakukan berbagai langkah transformasi dan perbaikan menyeluruh.

Corporate Communication Manager Perumda Tirta Raja, Billy Fernando, menegaskan bahwa transformasi yang dilakukan telah membawa perubahan signifikan bagi perusahaan.

“Melalui transformasi yang kami lakukan, Perumda Tirta Raja mulai mengalami perubahan yang cukup signifikan. Kami melakukan berbagai pembenahan internal dengan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik atau GCG secara konsisten,” ujar Billy Fernando kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2026, Kamis (5/3/2026).

Dalam presentasi tersebut, Billy Fernando turut didampingi oleh Asril S.Si selaku Planning Manager serta Wanda Yanuari, S.E selaku Business Development.

Kondisi kinerja Perumda Tirta Raja diketahui melalui pengujian pemenuhan berbagai indikator kinerja. Pengukuran kinerja BUMD air minum dilakukan berdasarkan indikator kinerja Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) serta Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999.

Berdasarkan indikator kinerja BPPSPAM, nilai kinerja Perumda Tirta Raja tercatat sebesar 2,29 atau masih dalam kategori “Kurang Sehat”. Meski demikian, nilai tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun buku 2023 yang sebesar 2,23.

BACA JUGA:   FOTO - Penjualan Perlengkapan Bayi Terdampak COVID-19

Sementara itu, berdasarkan indikator kinerja sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999, nilai kinerja perusahaan mencapai 53,37 atau masuk dalam kategori “Cukup”. Nilai ini juga meningkat dibandingkan tahun buku 2023 yang sebesar 50,17.

“Peningkatan ini menjadi salah satu bukti bahwa penerapan GCG yang kami lakukan mulai memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan,” jelas Billy.

Billy juga menjelaskan sejumlah faktor yang memengaruhi kinerja perusahaan, di antaranya masih tingginya tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW).

Dari total volume air minum yang didistribusikan kepada pelanggan sebesar 6.545.929 meter kubik pada tahun buku 2024, volume air yang telah diterbitkan rekening kepada pelanggan sebesar 3.985.845 meter kubik. Dengan demikian, NRW distribusi pada tahun buku 2024 mencapai 2.560.084 meter kubik atau sekitar 39,11 persen.

Tingginya tingkat kehilangan air tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kerusakan instalasi distribusi, water meter induk yang tidak berfungsi, serta kerusakan pada water meter pelanggan.

Selain itu, pada tahun 2024 Perumda Tirta Raja juga belum memiliki dokumen Rencana Bisnis (Renbis). Hingga proses evaluasi berlangsung, perusahaan masih dalam tahap penyusunan dokumen tersebut.

Billy menambahkan bahwa rata-rata tarif air yang berlaku saat ini juga belum mampu menutup seluruh biaya operasional atau belum mencapai full cost recovery apabila dihitung berdasarkan harga pokok produksi dengan tingkat kehilangan air riil.

Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan Perumda Tirta Raja tercatat sebesar Rp2,047 miliar pada tahun 2021. Pada tahun 2022 pendapatan tercatat sebesar Rp453,661 juta, kemudian meningkat menjadi Rp527,750 juta pada tahun 2023, dan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp181,866 juta.

Adapun kontribusi perusahaan kepada Pemerintah Kabupaten OKU dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2024 sebesar Rp50 juta.

BACA JUGA:   Optimalisasi Tata Kelola dan Solusi Bisnis, UPTD RSUD Pandan Sukses Hadirkan Kinerja Mumpuni

Selain melakukan pembenahan tata kelola dan kinerja keuangan, Perumda Tirta Raja juga melakukan berbagai terobosan dan inovasi di bidang Human Capital.

Salah satunya adalah digitalisasi manajemen sumber daya manusia melalui penerapan aplikasi absensi “TIRRA”. Aplikasi ini dikembangkan untuk mendukung sistem manajemen SDM yang lebih efisien, akurat, dan transparan.

Aplikasi TIRRA memiliki sejumlah fitur unggulan, di antaranya face recognition atau pengenalan wajah, pemantauan absensi secara real time, integrasi dengan sistem penggajian (payroll), serta dashboard monitoring bagi manajemen.

Melalui sistem ini, perusahaan dapat meningkatkan kedisiplinan dan akuntabilitas pegawai, sekaligus meningkatkan efisiensi administrasi SDM.

Selain digitalisasi, Perumda Tirta Raja juga membangun budaya inovasi melalui penyelenggaraan sayembara internal untuk memilih logo baru perusahaan sebagai bagian dari transformasi budaya organisasi.

Perusahaan juga menempatkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai salah satu prioritas utama guna mengurangi risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan karyawan.

Transformasi kepemimpinan juga dilakukan dengan menerapkan proses lelang jabatan untuk memilih pemimpin profesional, sehingga tata kelola perusahaan dapat berjalan lebih modern dan transparan.

Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Perumda Tirta Raja berhasil meraih penghargaan “Excellent Water Utility Company in Improving Quality Water Service” dalam ajang ASEAN-Indonesia The Most Innovative Excellent Award 2025.

Billy Fernando menegaskan bahwa perusahaan akan terus meningkatkan kinerja agar dapat menjadi perusahaan air minum daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten OKU.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja perusahaan agar menjadi perusahaan terbaik di Sumatera Selatan, khususnya dalam penyediaan akses air bersih yang merata, peningkatan kontribusi PAD, perluasan jaringan dan infrastruktur air, modernisasi tata kelola dan digitalisasi, serta penguatan ketahanan air dan layanan pintar 24 jam,” tegas Billy.

Tags: perumdam tirta raja
Previous Post

RI Bidik Pasar Alternatif di Tengah Risiko Gangguan Jalur Hormuz

Next Post

Jelang Musim Pembagian Dividen, Saham Bank ‘Pelat Merah’ Dinilai Paling Menarik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR