TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Lewat Sekolah Miracle, Callistha Kasih Cetak Generasi Mandiri dari Desa

Abi Abdul Jabbar Sidik
12 March 2026 | 14:24
rubrik: Business Info, CSR, Event
Lewat Sekolah Miracle, Callistha Kasih Cetak Generasi Mandiri dari Desa

Jakarta, TopBusiness – Isu kesenjangan sosial, krisis kesehatan mental generasi muda, hingga degradasi lingkungan masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan nasional. Di tengah dinamika tersebut, praktik Corporate Social Responsibility (CSR) kini semakin dituntut tidak sekadar bersifat filantropi, tetapi mampu menghadirkan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan.

Melalui berbagai program pemberdayaan yang terintegrasi, Callistha Kasih Indonesia (CKI) berupaya menjawab tantangan tersebut. Organisasi yang berada di bawah ekosistem Callistha Holding/Callistha Foundation ini mengembangkan berbagai inisiatif sosial yang berfokus pada pemberdayaan generasi muda, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kapasitas ekonomi perempuan.

Komitmen tersebut disampaikan Pimpinan Harian Callistha Holding/Callistha Foundation, Ni Komang Nartini, saat memaparkan program CSR dalam kegiatan wawancara penjurian TOP CSR Awards 2026 yang diselenggarakan Majalah TopBusiness secara daring, Selasa (10/03/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa Callistha Kasih Indonesia hadir sebagai lembaga pemberdayaan yang berupaya menjawab berbagai persoalan sosial yang belum sepenuhnya terjangkau oleh program pemerintah.

“Callistha Kasih Indonesia merupakan NGO atau lembaga nirlaba yang saat ini bergerak pada bidang pemberdayaan. Kami mempunyai prinsip bahwa kami hadir di saat pemerintah tidak hadir. Tantangan sosial di masyarakat sangat dinamis, sehingga kami berusaha hadir memberikan solusi di titik-titik yang belum terjangkau oleh intervensi kebijakan formal,” ujar Ni Komang Nartini.

Menurutnya, pendekatan tersebut membuat organisasi terus beradaptasi dengan dinamika sosial di masyarakat, termasuk dengan mengembangkan berbagai unit program baru yang lebih spesifik dan berdampak.

Sekolah Miracle, Program CSR Unggulan Pemberdayaan Anak Muda

Salah satu program unggulan Callistha Kasih Indonesia dalam bidang pendidikan adalah Sekolah Miracle, yang merupakan bagian dari inisiatif Callistha Edukasi. Program ini dirancang sebagai pendidikan non-formal yang berfokus pada penguatan mindset, karakter, dan soft skillbagi anak-anak muda dari keluarga kurang mampu di berbagai daerah.

BACA JUGA:   Indodana Paylater Berikan Kemudahan Konsumen Belanja di Apotek Kimia Farma

“Sekolah Miracle hadir di titik-titik desa yang secara pendidikan masih kurang. Kami tidak hadir sebagai sekolah formal pada umumnya, tetapi fokus pada edukasi mindset dan soft skill. Berdasarkan analisis kami di lapangan, masih banyak anak-anak di pelosok desa yang sudah kehilangan motivasi karena kondisi ekonomi dan lingkungan yang kurang suportif,” ujar Ni Komang Nartini.

Ia menilai bahwa kemiskinan sering kali tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan ekonomi, tetapi juga oleh stigma dan pola pikir yang membatasi potensi generasi muda.

“Banyak anak muda di desa berpikir bahwa ketika mereka tidak mampu secara ekonomi maka mereka tidak akan bisa sukses. Bagi mereka, selama bisa makan sehari-hari sudah cukup. Kami ingin mematahkan stigma tersebut. Ketika mereka memiliki mindset yang baik dan soft skill yang kuat, peluang untuk sukses akan jauh lebih besar,” lanjutnya.

Melalui Sekolah Miracle, para peserta didorong untuk mengembangkan tiga jalur karier utama, yakni jalur akademik melalui beasiswa, jalur kewirausahaan, serta jalur profesional melalui kerja sama dengan mitra industri.

Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan role model lokal yang dapat menginspirasi generasi muda lain di daerahnya.

Menjawab Krisis Mental Anak Muda Lewat Program Teman Cerita

Selain pendidikan, Callistha Kasih Indonesia juga memberikan perhatian terhadap isu kesehatan mental generasi muda yang kian mengkhawatirkan.

Melalui program Callistha Menyapa, organisasi menghadirkan layanan Teman Cerita, yakni ruang aman bagi anak muda untuk berbagi pengalaman dan persoalan hidup yang mereka hadapi.

“Kami melihat banyak anak muda mengalami stres bahkan hingga melakukan tindakan ekstrem seperti mengakhiri hidupnya. Karena itu kami menghadirkan layanan Teman Cerita sebagai ruang aman bagi generasi muda untuk bercerita tanpa stigma dan tanpa rasa takut dihakimi,” kata Ni Komang Nartini.

BACA JUGA:   BRI Tawarkan Karyawannya Saham Sebagai Bonus

Program ini juga menjadi sumber data sosial bagi organisasi untuk memahami berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, sehingga dapat menjadi dasar penyusunan program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran.

Gerakan Green Living Melalui Carlo Institute

Selain pemberdayaan sosial, Callistha Kasih Indonesia juga aktif dalam program pelestarian lingkungan melalui Carlo Institute. Program ini mengusung kampanye green living dengan motto “Ayo ciptakan hutan di mana saja.” Salah satu kegiatan utamanya adalah program Carlo Green, yakni gerakan penanaman pohon yang dilakukan secara rutin setiap bulan.

“Kami memiliki basis kegiatan di NTT, tepatnya di Pantai Oesapa, di mana setiap bulan kami menanam sekitar 20 batang mangrove. Kami percaya bahwa upaya kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan,” jelas Ni Komang Nartini.

Selain itu, Carlo Institute juga menjalankan program Carlo Urban Farming yang mengajak masyarakat untuk menanam minimal satu pohon sebagai kontribusi nyata terhadap lingkungan.

Menariknya, dalam berbagai kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh Carlo Institute, peserta tidak langsung mendapatkan sertifikat.

“Peserta webinar baru bisa mendapatkan sertifikat jika mereka menanam satu pohon dan mendokumentasikannya. Dengan cara ini kami ingin mengubah pola pikir bahwa mengikuti webinar bukan sekadar mendapatkan sertifikat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan,” ujarnya.

Program lingkungan lainnya mencakup Carlo Bersih yang fokus pada pengelolaan sampah serta Carlo Ecosystem yang melakukan pelepasan satwa ke alam untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Strategi Keberlanjutan Program CSR

Dalam menjalankan program-programnya, Callistha Kasih Indonesia juga menerapkan pendekatan keberlanjutan agar dampak sosial yang dihasilkan dapat terus berjalan dalam jangka panjang.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah membangun unit bisnis mandiri untuk menopang keberlanjutan program sosial.

BACA JUGA:   Dana Rp 55 Triliun Digunakan untuk UMKM, BRI Tetap Hati-hati

“Sumber pendanaan kami berasal dari donatur individu, proposal program CSR kepada perusahaan, serta unit bisnis yang kami bangun sendiri yaitu Sipayung Investama. Kami membangun unit bisnis agar program tetap berjalan meskipun donasi mengalami fluktuasi,” kata Ni Komang Nartini.

Selain itu, organisasi juga menerapkan model holding dengan afiliasi unit usaha mandiri agar kegiatan sosial tidak sepenuhnya bergantung pada sumber dana eksternal. Pendekatan ini memungkinkan organisasi menjaga kesinambungan program sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya.

Secara strategis, berbagai program yang dijalankan Callistha Kasih Indonesia juga selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Program Sekolah Miracle mendukung SDGs Goal 4 tentang pendidikan berkualitas, sementara Yayasan Kupu-Kupu Putih berkontribusi pada Goal 5 mengenai kesetaraan gender.

Di sisi lain, berbagai program lingkungan yang dijalankan Carlo Institute mendukung Goal 13 dan Goal 15, yakni aksi terhadap perubahan iklim serta perlindungan ekosistem darat.

“Program-program kami bertujuan memutus rantai kemiskinan secara sistematis melalui edukasi mindset, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan perempuan. Kami percaya perubahan besar selalu dimulai dari perubahan mindset,” ujar Ni Komang Nartini.

Sebagai pengakuan atas komitmen tersebut, pada tahun 2025 organisasi ini juga berhasil meraih penghargaan Top Leader on CSR Commitment 2025 dari Majalah Top Business.

Ke depan, Callistha Kasih Indonesia berencana terus mengembangkan berbagai inisiatif baru guna menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks di berbagai wilayah Indonesia.

“Kami percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari perubahan mindset. Ketika mindset sudah terbentuk dengan baik, maka langkah-langkah perubahan lainnya akan lebih mudah dilakukan,” tutup Ni Komang Nartini.

Tags: Callistha Kasih IndonesiaTOP CSR Awards 2026
Previous Post

Hamawas Perkuat Pelayanan dan Kesiapan Armada Operasional Tol Kutepat

Next Post

Kembangkan Lini Bisnis Baru, PADA Dukung Pertumbuhan Sektor Kurir dan Logistik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR