Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah pada pembukaan perdagangan Senin (16/3/2026) awal pekan. Tekanan jual yang cukup kuat membuat indeks langsung bergerak di zona merah sejak awal sesi perdagangan.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG tercatat turun 21,76 poin atau 0,30 persen ke level 7.115,45. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga mengalami pelemahan sebesar 3,38 poin atau 0,46 persen ke posisi 724,95.
Beberapa menit setelah pasar dibuka, tekanan jual masih mendominasi pergerakan indeks. Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia menunjukkan volume transaksi yang cukup tinggi sejak awal sesi, seiring meningkatnya aksi jual dari pelaku pasar.
Hingga sekitar pukul 09.15 WIB, tercatat frekuensi transaksi mencapai sekitar 279.408 kali dengan volume perdagangan sekitar 5,57 miliar saham. Sementara nilai transaksi yang terjadi di pasar reguler tercatat sekitar Rp2,19 triliun.
Pergerakan saham pada pagi ini didominasi pelemahan. Sebanyak sekitar 561 saham tercatat turun, sementara 79 saham menguat dan 82 saham lainnya bergerak stagnan.
Pelemahan IHSG pada awal perdagangan terutama dipicu oleh koreksi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang memiliki bobot signifikan terhadap indeks. Beberapa saham yang menjadi penekan utama pergerakan IHSG antara lain saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), serta PT Astra International Tbk (ASII).
Saham sektor perbankan menjadi salah satu penyumbang tekanan terbesar terhadap indeks, seiring aksi ambil untung investor setelah sebelumnya sektor ini mengalami penguatan dalam beberapa waktu terakhir. Sementara itu, pelemahan saham sektor telekomunikasi dan konglomerasi turut menambah tekanan terhadap IHSG pada awal sesi perdagangan.
Dari sisi sektoral, sebagian besar indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia juga bergerak di zona merah. Sektor keuangan, teknologi, dan infrastruktur menjadi sektor yang mengalami tekanan paling besar pada perdagangan pagi ini.
Analis menilai pelemahan IHSG pada awal pekan tidak terlepas dari kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang memengaruhi psikologis pelaku pasar. Ketidakpastian kondisi ekonomi global serta pergerakan bursa regional Asia yang cenderung melemah turut memicu sikap hati-hati investor.
Selain itu, aksi profit taking oleh investor setelah penguatan indeks dalam beberapa waktu terakhir juga menjadi faktor yang mendorong terjadinya koreksi pada sejumlah saham unggulan.
Secara teknikal, sejumlah analis memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan hari ini. Level support indeks diperkirakan berada di kisaran 7.050 hingga 7.000, sedangkan level resistance berada di area 7.180 hingga 7.200.
Investor disarankan untuk mencermati perkembangan sentimen global serta arus dana investor asing yang masih menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek. Saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan, diperkirakan masih akan menjadi penentu utama arah indeks pada perdagangan hari ini.
