Jakarta, TopBusiness—Produk kerajinan Indonesia terbukti mampu menembus pasar ekspor dan menunjukkan kinerja yang cukup positif. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin), nilai ekspor produk kerajinan Indonesia pada tahun 2025 mencapai USD806,63 juta.
“Angka ini meningkat 15,46 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar USD698,62 juta,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, dalam keterangan resmi (16/3/2026).
Pasar utama produk kerajinan Indonesia antara lain China, Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, serta negara-negara di kawasan Eropa. Peningkatan kinerja ekspor ini menunjukkan produk kerajinan nasional memiliki potensi besar untuk terus berkembang di pasar global.
“Oleh karena itu, peningkatan kualitas produk, inovasi desain, konsistensi kualitas produksi, serta penguatan jaringan pemasaran menjadi hal yang sangat penting untuk terus diperkuat oleh para pelaku IKM kerajinan,” tambah Reni.
Direktoran Jenderal IKMA Kemenperin telah menyelenggarakan kegiatan Business Matching IKM Kerajinan 2026 di Yogyakarta pada 10 Maret 2026. Kegiatan ini mempertemukan pelaku IKM kerajinan dengan berbagai calon pembeli (buyer), mitra industri, asosiasi, serta pemangku kepentingan dari sektor hospitality seperti hotel dan restoran.
Kegiatan itu diikuti oleh 50 pelaku IKM kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia. Selain pelaku IKM, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai pemangku kepentingan seperti perwakilan kementerian/lembaga, asosiasi industri, hingga sektor hospitality yang berpotensi menjadi pengguna produk kerajinan dalam negeri.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin, Budi Setiawan, menyampaikan: kegiatan ini tidak hanya menjadi forum pertemuan bisnis, tetapi juga ruang pembelajaran bagi pelaku IKM untuk memahami kebutuhan pasar secara lebih komprehensif.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan antara IKM dan buyer, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi pelaku IKM untuk memahami kebutuhan pasar serta meningkatkan kesiapan usaha mereka dalam menjalin kerjasama bisnis yang berkelanjutan,” ujar Budi.
