TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Mengelola Iklim dari Desa: Program CSR Astra Wujudkan Ambisi Sustainability Astra 2030

Busthomi
17 March 2026 | 12:22
rubrik: CSR, Event
Mengelola Iklim dari Desa: Program CSR Astra Wujudkan Ambisi Sustainability Astra 2030

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Di tengah meningkatnya tekanan terhadap dunia usaha untuk menjalankan praktik bisnis berkelanjutan, PT Astra International Tbk (IDX: ASII) menunjukkan bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tidak lagi sekadar aktivitas filantropi dan aksi sosial, melainkan telah menjadi bagian dari strategi korporasi.

Melalui program Kampung Berseri Astra (KBA) yang terintegrasi dengan Program Kampung Iklim (ProKlim), Astra mendorong transformasi pendekatan CSR ke arah climate action berbasis masyarakat. Program ini tidak hanya menyasar dampak sosial, tetapi juga selaras dengan target keberlanjutan perusahaan hingga 2030.

“Tujuan kami bukan hanya menjalankan program CSR sebagai kegiatan sosial semata, tetapi bagaimana program ini bisa memberikan dampak nyata sekaligus terukur, baik bagi masyarakat maupun bagi keberlanjutan perusahaan,” ujar Yulika, CSR Team Leader Astra, dalam ajang penjurian TOP CSR Awards 2026 yang digelar Majalah TopBusiness secara daring, Jumat (13/3/2026).

Dalam penjurian kali ini, Yulika didampingi M. Handika sebagai Analyst of CSR Astra dan juga Dandi A. M. sebagai Analyst of CSR Astra.

Strategic CSR

Astra bukan pemain baru dalam program CSR. Perusahaan ini telah menjalankan inisiatif sosial selama bertahun-tahun dengan pendekatan yang terus berevolusi.

Jika sebelumnya CSR banyak berfokus pada bantuan sosial jangka pendek, kini Astra mengarah pada program pemberdayaan jangka panjang yang terintegrasi dengan strategi bisnis.

“Sejak 2013, kami sudah meninggalkan konsep CSR yang bersifat one shot. Kami beralih ke program pemberdayaan yang terintegrasi, dengan target minimal lima tahun pendampingan dan evaluasi berkala,” jelas Yulika.

Transformasi ini sejalan dengan visi besar Astra, yakni “Sejahtera Bersama Bangsa”, yang diwujudkan melalui filosofi perusahaan sebagai “pohon rindang”—tumbuh besar sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Diterangkannya, dengan tujuh lini bisnis dan lebih dari 300 anak usaha, Astra menghadapi tantangan besar dalam menyelaraskan program CSR di seluruh unit bisnisnya.

BACA JUGA:   Kinerja Sehat, Laba BPR Gerbang Serasan Terus Meningkat

Alih-alih menjalankan program yang terpisah-pisah, Astra memilih satu isu utama yang relevan untuk semua sektor: perubahan iklim.

“Karena bisnis kami sangat beragam—mulai dari otomotif, tambang, hingga perkebunan—kami membutuhkan satu isu yang bisa menjadi common ground. Climate action menjadi pilihan karena relevan bagi semua lini,” ungkap Yulika.

Pendekatan ini kemudian diterjemahkan ke dalam roadmap Sustainability Aspirations 2030, yang mengusung konsep Triple-P: Portfolio, People, dan Public Contribution.

Kampung sebagai Basis Transformasi

Implementasi strategi tersebut diwujudkan melalui pengembangan Kampung Berseri Astra yang lebih spesifik dikembangkan menjadi Kampung Proklim atau Astra Climate Village (ACV).

ACV merupakan program mitigasi–adaptasi iklim berbasis komunitas yang mencakup manajemen sampah, energi terbarukan, penanaman pohon, rainwater harvesting, agroforestry, serta edukasi lingkungan.

Hingga saat ini  diterapkan di 173 desa dari 34 provinsi seluruh Indonesia. Dengan melibatkan 67.266 orang dan menghasilkan dampak terukur (emisi, limbah, energi, ruang hijau). Program ini berfokus pada peningkatan kesadaran dan aksi masyarakat terhadap perubahan iklim.

Namun, membangun kesadaran lingkungan di tingkat akar rumput bukan perkara mudah. “Kami menghadapi tantangan besar di lapangan. Banyak masyarakat yang masih skeptis terhadap isu perubahan iklim. Padahal dampaknya sudah nyata, seperti banjir dan bencana alam,” kata Yulika.

Untuk itu, Astra tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membangun sistem pendampingan jangka panjang, termasuk menciptakan local champion sebagai penggerak perubahan di masyarakat.

Dengan beberapa local champion seperti Ritno Kurniawan (Lubung Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat) dengan dedikasi “Change the way of life for illegal loggers” dan Jamaluddin (Kanreapia, Gowa, South Sulawesi) yang berdedikasi dalam “Environmental Literacy.”

“ACV ini menghasilkan dampak signifikan yakni 382.000 tCO₂e, 3,165 juta pohon, 210 Ha ruang hijau, 163 solar panel, 77,47 ton kompos/tahun, SROI (Social Return on Investment) sebesar 1:4,16) dan dapat di-scale-up secara nasional. SROI ini untuk memastikan dampak sosial‑ekonomi terukur dan akuntabel. Juga ada pendekatan Go Nature (agroforestry, ruang hijau, konservasi) memberikan solusi yang efektif, rendah biaya, dan berdampak tinggi,” bber dia.

BACA JUGA:   Integrasikan CSR dan ESG, PLN Batam Hadirkan Ketahanan Energi dan Pembangunan Berkelanjutan

Terkait Local Champion, ini menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan program. Juga disebut sebagai local leader di setiap kampung. Astra bahkan mencatat bahwa sekitar 70% keberhasilan program ditentukan oleh peran individu-individu lokal yang menjadi penggerak di masyarakat.

“Kami menyadari bahwa Astra tidak bisa berjalan sendiri. Justru yang menjadi kunci adalah local champion. Mereka inilah yang menjaga keberlanjutan program di lapangan,” kata Yulika.

Untuk menjaga motivasi, Astra juga menerapkan sistem apresiasi dan awarding bagi individu maupun kelompok yang aktif dalam program.

Dari Sampah hingga Energi Terbarukan

Program ProKlim Astra mencakup berbagai inisiatif berbasis lingkungan, di antaranya:

  • Pengelolaan sampah melalui bank sampah
  • Penanaman pohon dan pengembangan agroforestry
  • Pemanfaatan energi terbarukan seperti panel surya
  • Pengelolaan air melalui pemanfaatan air hujan

Salah satu fokus utama adalah pengelolaan sampah, yang juga berkaitan langsung dengan target internal Astra dalam mengelola hingga 99% limbah padat.

“Kami mulai dari hal paling sederhana, seperti edukasi pemilahan sampah dari rumah. Tapi dari situ berkembang ke sistem yang lebih kompleks seperti bank sampah dan pengolahan limbah,” jelas Yulika.

Di beberapa wilayah, Astra juga mengembangkan konsep agroforestri dengan menanam pohon produktif seperti kopi, alpukat, dan durian. Selain menjaga lingkungan, pendekatan ini memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Mengukur Dampak

Berbeda dengan banyak program CSR konvensional, Astra menekankan pentingnya pengukuran dampak.

Perusahaan secara rutin menerbitkan sustainability report yang telah memenuhi standar global serta diaudit pihak ketiga. Selain itu, Astra juga menggunakan metode SROI untuk mengukur nilai sosial dari program yang dijalankan.

Hasilnya, program ini menunjukkan dampak yang signifikan. Astra mencatat penurunan emisi sebesar 418 ribu ton CO₂e dari berbagai aktivitas ProKlim.

BACA JUGA:   Program CSR PT PLN Nusantara Power UP Kaltim Teluk Hadirkan Kariangau Sejahtera

“Bagi kami, penting bahwa setiap program tidak hanya berjalan, tetapi juga bisa diukur dampaknya. Itu yang membedakan pendekatan kami saat ini,” ujar Yulika.

Di balik dampak sosial dan lingkungan, Astra juga mengakui bahwa program CSR memiliki peran strategis dalam mendukung bisnis.

Terutama bagi sektor seperti pertambangan dan perkebunan, hubungan baik dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan operasional.

“Program ini juga menjadi bagian dari license to operate. Dengan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, operasional bisnis juga menjadi lebih berkelanjutan,” jelas Yulika.

Model CSR Masa Depan

Dengan berbagai capaian tersebut, Astra melihat program ini sebagai model CSR masa depan—yakni program yang:

  • Terintegrasi dengan strategi bisnis
  • Memiliki dampak terukur
  • Berbasis pemberdayaan masyarakat
  • Serta berkontribusi pada isu global seperti perubahan iklim

Pengakuan terhadap program ini pun terus mengalir. Pada 2024, Astra meraih penghargaan dari Bappenas sebagai salah satu inisiatif terbaik di bidang sosial dan lingkungan.

Namun bagi Astra, penghargaan bukanlah tujuan akhir. Di ajang TOP CSR Awards 2026, Astra sudah berkali-kali mendulang Bintang 5 atau level Bintang tertinggi. “Kami berharap program ini bisa terus berkembang dan menjadi contoh bagi perusahaan lain. Karena pada akhirnya, isu perubahan iklim ini tidak bisa diselesaikan sendiri—harus menjadi gerakan bersama,” tutup Yulika.

Tags: PT Astra International TbkTOP CSR Awards 2026
Previous Post

Hotel di Jakarta Ini Masuk World’s Greatest Places Majalah Time

Next Post

Permata Bank Perkuat Komitmen Dukung Ekonomi Sirkular dan UMKM Berkelanjutan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR